PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
RESEPSI


__ADS_3

Semua keluarga mulai dari keluarga dobel Alexander, keluarga Laudra, Lavier tengah sibuk dengan resepsi pernikahan anak anak mereka yang akan dia adakan di hotel milik Van di mana tempat tripel dengan pasangan mereka.


Bapak-bapak tengah sibuk dengan keamanan, para emak-emak sibuk dengan makanan sedangkan Anak-anak nya tengah sibuk dengan dekor, Satu ruangan yang di sulap seperti ada di tiga tempat.


"Aku akan menjadi Cinderella malam ini" Aura menatap dekor yang sangat mewah, semua di dekor dengan kemauan para ciwi-ciwi.


"No, Aku akan menjadi Princess malam ini" Felisa tengah duduk di kursi yang nanti nya akan dia duduki dengan Arvin.


"Aku, Akan menjadi Queen di malam ini" Ella berjalan melihat lihat dekor yang sudah selesai, tinggal menunggu pengantin nya siap.


Sedangkan para pria tengah duduk di kursi yang akan di gunakan para tamu undangan, dengan menatap istri nya tengah berkhayal untuk malam nanti.


Merasa sudah puas mengaggumi dekor untuk nanti malam Ella, Aura, Felisa turun dadi atas panggung pelaminan. Mereka bertiga berjalan mendekat ke arah suami mereka.


"Apa kalian sudah puas??" Arion menatap tiga perempuan cantik yang ada di depan nya.


"Sudah kak, aku mau jadi Queen nanti" Ella dengan semangat nya menyahut pertanyaan Arion.


"Queen, kamu memang kan Ratu dek" Arion mencubit gemas adik nya.


"Yah, sudah ayo naik kalian harus bersiap" Arvin mengajak untuk naik kelantai atas ke kamar mereka untuk bersiap-siap.


Jika para pengantin tengah bersiap siap berbeda dengan para ibu yang tengah sibuk dengan makanan yang akan di sajikan.


"Jeng, aku sudah sangat kenyang sekali" ucap Mama Felisa.


"Iyah sama aku sudah sangat kenyang"


"Kalian berdua yang sedari makan terus, aku saja melihat nya tidak selera" Princess menatap makanan yang ada di depan nya dengan malas.


"Apa kamu tengah hamil jeng??"


Princess dengan dua perempuan cantik lain nya menatap Mama Yoga dengan pandangan yang sulit di artikan. "Hamil??"


Princess kembali mengingat dirinya yang sudah telat satu bulan, Princess menatap ke tiga ibu yang ada di depan nya dengan bingung. "Apa bener yah saya hamil??"


"Yah, mana kita tau jeng"


"Kalian lanjut saja cicipi makanan nya nanti saya akan kembali" Princess melangkah meninggalkan tiga perempuan cantik yang tengah bingung dengan besan mereka.

__ADS_1


Princess melangkah dengan mengingat ingat kapan dia terakhir datang bulan. Princess merasa kalau dirinya sudah tidak datang bulan sejak bulan lalu, Princess tidak terlalu memikirkan nya karena biasanya juga seperti itu.


Princess datang ke ruangan Van yang ada di hotel, para pria yang melihat besan mereka berjalan dengan bingung saling tatap. "Ano, kamu menghamili aku" Ketus Princess


Sedangkan Dion, Laudra, Lavier menatap Van dengan bingung. Van yang di tatap juga bingung kenapa kalau Princess hamil. "Sayang aku suami kamu" Van menarik pelan tangan Princesa.


"Karena itu kamu harus bertanggung jawab"


"Iyah aku akan tanggung jawab, orang kamu istri aku cinta, sayang, cantik, manis"


"Aku enggak mau hamil sama pria brengsek kayak kamu"


"Sayang mana ada aku brengsek??"


"Kamu sudah ngatain aku gila Ano, kamu enggak ingat atau kena Amnesia" ketus Princess


"Ghemm.. Aku tidak bilang kamu gila sayang" Van mencoba menenangkan singa betina.


Tiga pria matang itu menyaksikan perdebatan istri dan suami nya, mereka membandingkan istri mereka dengan Princess yang kini tengah memaki Van, sedangkan Van tidak bisa menyahut satu kalimat pun.


"Ternyata sama aja Anjir sama Nisa dan Mommy kalau mengamuk" Batin Dion yang menatap ngeri Van yang sudah terlihat Frustasi.


"Hah.. ternyata mereka para perempuan memang penguasa yang sebenarnya" Batin Lavier yang bergidik ngeri.


Van seakan pasrah dengan hidup nya yang tengah di maki oleh Princess sampai dia merasa pusing dan ingin pingsan. "Mi, kepala Papi pusing"


"Bodoh Amat" Princess merasa puas dengan makian yang di lontarkan kepada Van kini Princess melangkah meninggalkan ruang kerja Van, tidak lupa Princess menutup pintu dengan keras.


Brakk..


Empat laki laki yang ada di dalam memejamkan mata nya melihat pintu ruang kerja Van telah tertutup. "Kalian itu bukan penguasa yang sebenarnya, penguasa sebenarnya para kaum perempuan" Lavier menatap ketiga pria dewasa yang menatap Lavier.


"Yah, kamu benar. Kita bukan apa-apa di banding dengan para istri kita"


"Kalau mereka mengamuk sampai menggoyangkan Mansion"


"Gelar kalian penguasa dunia bawa tanah yang di takuti oleh kelompok dunia bawa lain nya. Tidak berlaku untuk para istri"


Mereka melupakan tugas mereka yang tengah memantau keadaan Hotel malah kini asik membahasa para Istri mereka kalau tengah mengamuk.

__ADS_1


Di kamar lain sudah ada pengantin yang sudah siap untuk turun ke lantai bawa menjadi apa yang mereka inginkan. "Gue bakalan bikin sih Gondrong tidak bisa berkedip menatap nya. Batin Aula.



Gaun yang sangat cantik begitu sangar elegan, sangat cocok dengan Aula yang punya wajah cantik Alami.


Dikamar samping Felisa terlihat seperti perempuan yang sangat indah yang melekat di tubuh nya. Felisa tersenyum senyum saat tengah menatap dirinya sendir di cermin kaca.



Sedangkan Ella tengah asik duduk di sofa kamar nya dengan melihat pengendara dari penghalang cermin besar yang ada di depan nya.


Sungguh sangat indah jika di lihat dari atas pemandangan nya terlihat sangat jelas.



Gaun yang sama dengan model yang hampir sama, warna yang sama. Mereka sengaja memesan Gaun yang mereka inginkan tanpa bilang kepada suami mereka.


Gaun dengan punggung yang sedikit telihat, lengan gaun mereka yang mereka buat sama tidak dapat di naikan di bahu mereka, menjadikan ketiga perempuan itu semakin cantik dan menggoda.


Merasa sudah waktu nya mereka keluar dengan di dampingi para penjaga yang di tugaskan Van mendampingi kemana saja selama ini. Tiga perempuan cantik itu keluar dari dalam lift berjalan kearah orang tua mereka yang sudah menunggu.


"Kalian sangat cantik"


"Terima kasih Mi"


"Iya, Ayo jeng antar anak anak ke Suami mereka, jangan sungkan memberi wejangan anak anak kalau tidak bisa di atur"


"Iyah jeng"


Nisa, Lavier, Princess mengantar putri nya untuk menjadi ratu malam ini, malam di mana pasangan akan saling bermanja. Saling memahami, tidak harus untuk di peringatkan.


"Jaga anak Mami baik baik, jangan kamu lukai anak perempuan ku"


"iyah Mi, mohon doa restu nya Mi"


"Iyah nak"


Resepsi pernikahan yang berlangsung 2 hari lagi akhirnya berlangsung, dimana para ibu sudah menitipkan anak anak kepada suami mereka.

__ADS_1


__ADS_2