
Hari-hari terlewati, bulan ke bulan terlalui di Mansion Van selalu di gemparkan, di pusingkan, dikacaukan oleh empat perempuan yang tengah hamil, Princess, dua menantu nya dan Ella putri nya yang tengah mengandung bersama selalu membuat keributan di Mansion.
Empat pria matang dan berumur kini sudah siap pergi ke kantor untuk berkerja, tapi sayang mereka urungkan berangkat ke kantor karena para istri mereka ingin mereka tetap di Mansion.
"Kalian berempat mau ke mana??" Princess menatap suami, anak dan menantu nya.
"Kita mau berangkat kerja Mi" Arion menyahut dengan malas, bagaimana bisa Mami nya yang dulu sangat tegas kini menjadi sangat konyol.
"Kalian di Mansion saja!!" Ella menatap ke empat pria matang di depan dengan galak. tentu saja tatapan Ella membuat nyali ke empat pria di depan Ella menciut.
"Ghemm.. Queen kita kan mau cari uang buat memberi nafkah kalian!! Kalau tidak kerja gimana mau memanjakan kalian yang setip minggu beli barang tidak berguna.. Ralat maksud aku barang yang kalian inginkan" Arvin mencoba untuk mengambil hati adik nya yang terlihat garang.
"Kalian kan CEO kalau tidak bekerja selama nya tidak akan bangkrut perusahaan!! Kalian kan bisa berkerja di Mansion tanpa harus keluar" Aula menyahut dengan berkacak pinggang.
"Ghemm.. Menantu Papi yang baik dan tidak sombong!! Kenapa kami tidak boleh berkerja??" Van sangat bingung dengan ke empat perempuan yang ada di depan nya, ingin marah takut, ingin kesal takut kena omel.
"Kalian harus membersikan seluruh Mansion" Felisa mengatakan dengan sangat santai.
Ke empat pria ternganga menatap ke empat perempuan yang tengah menatap mereka dengan garang. "Tapi- .." belum juga ke empat pria itu menyelesaikan kata-kata nya, sudah lebih dulu di potong oleh ke empat perempuan yang ada di depan mereka.
"Tidak ada tapi.. Naik dan kembali turun dengan pakaian yang sesuai menjadi inem di Mansion" Princess menyuruh ke empat pria itu berganti baju.
"Mami, jangan lah terlalu kejam dengan kami" Arion memelas kepada Princess yang akan luluh saat Arion mengeluarkan wajah melas nya.
"Ah, putra Mami kasihan sekali kamu nak!! Tapi Adik kamu yang ada di dalam perut Mami ingin lihat kakak nya nginem" Princess menatap Arion dengan puppy eyes nya.
Arion menghela napas lelah mendengar jawaban Mami nya, Arion dengan ketiga pria berbeda umur itu saling tatap. "Satu..dua..tig.. Kabur..." Ke empat pria dewasa melarikan diri dari para istri mereka, mereka berlari ke arah pintu Mansion.
__ADS_1
Mereka berempat berlari bagai di kejar anjing, padahal tidak ada yang mengejar mereka berempat. Mereka memasuki mobil masing-masing lalu meninggalkan halaman Mansion.
Sedangkan keempat perempuan yang melihat kepergian suami mereka tidak tinggal diam mereka naik ke lantai atas di mana kamar mereka berada.
Ke empat perempuan cantik itu keluar dari dalam lift, dengan perut yang sudah membesar yang paling besar perut Aula.
Princess tengah hamil 7 bulan, menantu nya Aula tengah hamil 5 bulan, sedangkan Felisa berjalan 5 bulan, Ella putri nya sendiri yang tengah hamil 4 bulam. Di antara keempat perempuan Aula yang baru 5 bulan tapi sudah sangat besar perut nya, lalu Ella yang juga sama besar walau masih mengandung 4 bulan.
Princess, anak dan menantu nya masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, setelah lima belas menit mereka keluar kamar dengan gaya khas sultan. Dengan penampilan glamor.
Padahal mereka hanya ingin datang ke kantor suami mereka masing-masing, untuk membawa mereka kembali ke Mansion. Untuk menerima hukuman dan juga pekerjaan tambahan.
Dengan menggunakan dress hamil mewah, tas branded yang ada di tangan mereka, jangan lupakan kunci mobil sport juga sudah ada di tangan satu lagi. "Girl ayo kita susul merek" Princess mengajak anak dan menantu nya menyusul Suami mereka yang melarikan diri.
"Iyah Mi" Dengan kompak nya ketiga perempuan hamil itu menyahut.
"Mami akan buat mereka menjadi badut, biar tau rasa tidak akan berani kabur-kabur lagi dari kita" Princess menatap Felisa dengan lembut.
"Aku akan memesan baju badut untuk mereka Mi" Aula mengotak atik ponsel nya.
"Aku akan memesan make up untuk merubah wajah jelek mereka menjadi semakin jelek Mi"
ke empat perempuan hamil yang ada di dalam lift tertawa saat membayangkan kalau suami mereka berubah menjadi badut. Mereka keluar dari dalam lift dengan senyum mengerikan yang mereka perlihatkan.
Mereka memasuki mobil milik mereka yang ada di dalam garasi khusus milik keempat perempuan hamil penguasa Mansion. Mereka melajukan mobil mereka membela jalan yang masih sepi dengan pengendara karena hari yang masih pagi.
Princess datang ke kantor Van, Ella datang ke kantor Laudra, sedangkan Felisa melajukan mobil nya ke kantor suami nya yang baru suami dirikan sebelum mereka menikah. Aula tentu saja ke hotel di mana hotel milik keluarga Alexander.
__ADS_1
hari sudah siang dia mana Van, Arion, Arvin dan Yoga sudah ada di Mansion. Mereka berempat menatap istri mereka yang berkacak pinggang dengan menatap mereka tajam.
"Roy.. Bawa baju dan make up yang baru datang ke sini" Aula menyuruh Roy tanpa menatap Roy yang ada di samping sofa. Sofa yang di duduki tuan muda dan tuan besar nya.
"Ini Nona" Roy memberikan paper bag dan dan tas kosmetik kepada Aula.
Tanpa banyak bah bih beh buh lagi keempat gadis itu menyuruh ke empat laki-laki yang ada fi hadapan mereka memejamkan mata nya. Dengan sangat pelan dan pasti Princess dengan anak dan menantu nya mulai memberi mereka sentuhan yang sangat lembut.
Satu jam sudah semua sudah selesai memoles wajah suami mereka, sudah membantu mereka menggunakan baju badut yang di pesan oleh Aula khusu untuk Suami, mertua dan adik ipar nya.
"Kalian sekarang buka mata kalian"
Van dengan yang lain saat mendengar suara Felisa mereka membuka mata mereka secara perlahan. Saling tatap lalu menatap diri mereka sendiri yang tengah memakai baju yang aneh.
Hahahahha.
"Pii, wajah jelek mu semakin terlihat jelek"
"Kak, kau sangat lucu"
"Kua mengerikan"
"Kau seperti bajak laut saja".
Mereka saling mengejek dengan tertawa tidak tau saja kalau para perempuan tengah mengambil Video para lelaki yang kini tertawa ngakak di ruang keluarga. " Selamat jadi Badut Mansion" secara kompak empat perempuan memberi selamat kepada Van dan yang lain.
Van dengan anak, menantu nya ternganga mendengar ucapan selamat dari istri mereka yang kini terkekeh kecil menatap suami mereka.
__ADS_1