PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
EGOIS


__ADS_3

Maaf semua pemabaca setia Mamak, udah lama enggak up Mama lagi sakit jadi up nya jarang..!! Kalau udah benar-benar sehat Mamak pasti up tiap hari lagi. Maaf yah..!!


Ella datang ke Mansion Mertua nya dia di sambut dengan hormat oleh pelayan dan penjaga yang dia lewati, perasaan nya tidak tenang karena sudah berhari-hari tidak bertemu dengan Alia atau Sherly.


Ella melangkahkan kaki nya masuk ke dalam Mansion, di ruang keluarga Ella bisa melihat kalau Alia tengah bermain dengan salah satu pelayan yang ada di Mansion dan juga Mama mertua nya.


Ella bisa melihat kalau Alia begitu bahagia di Mansion Mama mertua nya, tapi dia merasa sesak karena harus kehilangan waktu bersama dengan Alian seperti dulu.


"Ma..!!"


Mama Yoga mendongak menatap Menantu nya dengan sayang dan lembut, dia bangun dari duduk nya mendekat ke arah Ella. "Sayang kamu baru sampai" Mama Yoga mencium dan memeluk Ella.


"Iyah Maa, Mama tidak ke butik??" Ella merasa bersalah karena sudah merepotkan Mama mertua nya.


"Mama sudah dua bulan tidak ke butik nak, mama mau menghabiskan waktu di Mansion saja dengan bersantai ria" Mertua Ella sangat baik sebenarnya tapi terkadang dia suka typo


"Ma Maafkan Ella yang selalu membuat Mama kesal sama Ella" Ella ingin merubah semua nya menjadi lebih baik.


"Nak, semua ibu ingin menginginkan anak nya menjadi yang terbaik, bukan salah kamu atau Yoga tapi keadaan yang memaksa!! Sudah lah duduk dulu nak" Mertua Ella mengajak Ella duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


"Ma, aku hanya takut Ma..!!" Lirih Ella dengan air mata yang sudah menetes di pelupuk mata nya.


"Jangan kamu stay di tempat nak!!"


"Maa, tapi kejadian itu selalu berputar di kepala Ella, bayangan di mana Sherly sempat kehilangan napas nya" Lirih Ella yang semakin deras butiran bening mengalir di pipi Ella.


Saat mereka tengah bercerita tantang apa yang selama ini Ella rasakan mereka mendengar suara yang cukup mereka kenal, suara yang sudah berhari-hari tidak menyapa telinga Ella.


"Untuk apa kamu datang ke sini?? Untuk memaksa putri ku??"


"Mas, dia putri ku!! Aku berhak menjemput atau membiarkan dia di sini"

__ADS_1


"Kamu tidak ada hak sama sama sekali"


"Kamu yang tidak ada hak..!! Aku yang mengandung nya aku yang melahirkan nya, bahkan aku juga yang mendidik nya"


"Iyah tapi hasil didikan kamu tidak ada yang benar..!!"


"Cukup..!! Kalian bertengkar di depan anak kalian berdua dan kamu Yoga kamu belum tau bagaimana seorang ibu berjuang selama hamil dan melahirkan jadi jaga batasan kamu" pekik Mama nya dengan sangat kesal melihat putra nya yang mendadak menjadi sangat kaku setelah menikah.


Sara yang kesal dengan putra nya menatap nya dengan tajam, karena dia seorang ibu yang menginginkan anak nya menjadi yang terbaik, walau terkadang cara mereka salah.


"Kamu kalau enggak ada seorang perempuan juga tidak ada kamu, begitupun sebalik nya kalau enggak ada laki-laki enggak ada kamu atau perempuan!! Kita sama-sama membutuhkan jadi jangan perna sok berkuasa dalam bentuk Laki-laki" kesal Sara menatap putra nya.


"Untuk apa Mama membela menantu Mama yang tidak akan perna mengerti apa yang dia maksud dengan kasih sayang seseungguh nya, bukan hanya emosi" ucap Yoga yang sudah muak dengan tingkah Istrinya yang selalu ingin menjadi yang nomor satu.


"Cukup Mas, kalau kamu tidak mau memberikan Sherly yah sudah!! Kamu tidak ingin menemuiku yah sudah aku tidak peduli lagi..!!! Kalau kamu sudah mauk dengan aku lebih baik kita berpisah" Setelah mengatakan hal yang sulit dia katakan Ella melangkahkan kaki nya meninggalkan ruang keluarga Mertua nya.


"Lihat Yoga kami sebagai suami hanya tau kalau Istri kamu egois, tapi apa kamu perna tau kalau istri kamu sebenar nya terluka dan rapuh??" Sara menggandeng Alia yang dia tau adalah cucu nya tidak tau saja kalau cucu yang sesungguh nya ada di pondok persantren.


Sherly memetik buah yang ada di taman belakang dengan bantuan pelayan, apa lagi Ella yang sangat suka dengan buah dan sayur. "Nona jangan memanjat, nanti jatoh??"


Sedangkan Sara duduk di kursi taman melihat semua apa yang di lakukan oleh Cucu, dia tidak menyangkah kalau Cucu nya bisa naik. "Astaga, cucuku, dulu Mommy kamu mengidam apa nak" Batin Sara.


Sedangkan Sherly tengah memetik bunga dan buah yang akan di masak nanti malam. "Mbak kenapa Mommy dan Daddy bertengkar..???"


"Emmm.. Mbak enggak tau Non, mungkin mereka lagi latihan drama atau gimana gitu Mbak enggak tau" Lirih pelayan yang bingung harus menjawab apa saat Sherly bertanya demikian.


Sara yang mendengar cucu nya bertanya seperti itu membuat nya hati nya terasa tercuil, dada nya sesak, kanapa ada saja yang harus merusak ketenangan Keluarga anak dan menantu nya, padahal selama ini dia tau kalau besan nya berjuang mati-matian untuk anak, menantu dan cucu.


Sara mendekati cucu nya yang tengah memetik buah apel yang ada di belakang Mansion. "Cucu Oma, bagaimana buah dan sayur nya apa masih segar nak..??"


"Tentu oma,aku sudah mendapat apa yang aku mau..!! Dan juga aku mau ikan goreng dengan sayur oma"

__ADS_1


"Baik lah tuan putri, sesuai keinginan kamu..! Mbak dengar kan apa yang di minta tuan putri..??"


"Dengar Nyonya."


"Yah sudah kamu masuk biar tuan putri dengan saya"


"Baik Nyonya"


Pelayan itu meninggalkan Sherly dengan Sara di taman belakang, Sara mengusap lembut surai indah Sherly yang panjang dan hitam. "Sangat cantik"


"Terima kasih Oma, apa oma ingin mengatakan sesuatu???"


"Kenapa kamu mengatakan itu nak??"


"Terlihat dari mata Oma"


"Apa yang kamu pikirkan tentang Mommy dan Daddy"


"Tidak menyayangi ku"


"Kenapa???"


"Egois"


Sara mendengar ucapan Sherly yang sangat dingin membuat nya tau kalau cucu nya tengah kecewa dengan orang tua nya, begitupun dengan nya yang kecewa dengan anak dan menantu nya.


Putra nya sangat kaku, sedangkan Ella tengah dalam keadaan yang sulit di mana dia terus di hantui masa lalu yang kelam, masa lalu yang menimpah Putrinya Sherly, mungkin kalau dia menjadi Ella dia akan juga sama akan terus stay dalam keadaan masa lalu.


"Kenapa kamu mengatakan itu nak??"


"Tidak ada yang aku tau kalau mereka tengah egois"

__ADS_1


"Yah sudah kalau begitu, ayo masuk ini sudah banyak nanti kamu kecapekan"


__ADS_2