PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
MAHARANI


__ADS_3

Setelah dari Resto Princess ingin langsung pulang ke Mansion, Akhir akhir ini Princess muda lelah karena semakin besar usia kehamilannya, dia juga makan berkali kali lipat dari biasanya nya.


Van, Princess dan Yuvi sudah baru saja sampai di Mansion, mereka berdua turun dengan Yuvi yang membantu Princess turun dan masuk ke dalam Mansion, Van sendiri mengikuti Princess dari belakang nya dia tidak berani mendekat atau kalau dia tetap mendekat harus siap dengan amukan Princess.


Princess dan Yuvi duduk di ruang keluarga karena Princess kelelahan untuk berjalan dari depan masuk ke dalam Mansion. "Sayang apa kamu mau aku gendong ke kamar???" Van berdiri di depan Princess dengan merasa kasihan dengan Princess yang berkeringat.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor kamu Ano" Princess memalingkan wajah nya setelah menjawab pertanyaan Van


"Aku akan cuci tangan dan membuang jas ini dulu setelah itu aku akan kembali"


"Hemmm"


Van tau kenapa Princess mengatakan tangan nya kotor karena Melani tadi memeluk lengan kekar Van saat di Resto dan itu membuat Princess tidak menyukainya, Van dengan muda mengatakan akan membuang jas mahal yang dia gunakan dan mencuci tangan nya.


Demi Princess semua akan di lakukan, sedangkan Yuvi kini sudah tertidur di sofa panjang ruang keluarga, Yuvi merasa sangatlah lelah hari ini. Tidak lama Van kembali dengan pakaian rumah nya mendekat ke arah Princess lalu dia menggendong Princess ala bridal style, berjalan ke arah lift.


Van dengan Princess yang ada di gendongan Van keluar dari dalam lift, bejalan ke arah pintu kamar mereka, Princess membuka pintu kamar, Van masuk ke dalam kamar dengan masih menggendong Princess.


Van menidurkan Princess dengan sangat pelan di atas ranjang mereka berdua, saat Van ingin berbalik Princess memegang pergelangan tangan Van. "Kenapa sayang???"


"Kamu temani aku tidur Ano"


"Sebentar aku mau tutup pintu dulu"


"Jangan lama lama Ano"


"Iyah sayang" Van mencium kening Princess dengan sayang.


Setelah itu Van berjalan ke arah pintu kamar dia menutup lalu mengunci pintu, Van kembali ke ranjang di mana kini Princess sudah menunggu nya, Van naik ke ranjang di sisi lain, setelah itu dia merapatkan tubuh nya dengan Princess memberi kenyamanan untuk Istrinya.


Berbeda dengan Yuvi yang kini ada di ruang keluarga sedang tertidur sangat pulas, Maharani yang ingin keluar Mansion melihat cucu nya tidur di sofa, dia tersenyum lalu mendekat ke arah Yuvi yang tertidur pulas.


Maharani membangunkan cucu nya dengan sayang, Yuvi menggeliat saat merasa ada yang menyentuh nya. Yuvi mulai menggosok mata nya mencoba mengumpulkan nyawa nya, dia melihat Maharani yang tersenyum kepada nya. "Cucu ku bangun nak, kamu naik ke kamar kamu istirahat di kamar"


"Apa kak sudah pinda ke atas Grandma???"


"Saat kau datang aku tidak melihat ada siapa-siapa di sini nak"

__ADS_1


"Hemm mungkin kakak sudah naik ke lantai atas"


"Yah sudah kamu naik lah!! Grandma mau chek up kesehatan Grandma"


"Apa mau Yuvi antar Grandma???"


"Tidak usah kamu naiklah"


"Baiklah kalau begitu Hati-hati dijalan"


"Iyah" Maharani mencium pucuk kepala Yuvi dengan sayang, setelah itu Maharani beranjak dari duduk nya meninggalkan cucu nya yang masih baringan di sofa.


Yuvi bangun dari tidur nya dia beranjak dari sofa menuju lift yang tidak jauh dari sana, Yuvi masuk ke dalam lift menuju kamar nya yang ada di lantai tiga, Yuvi keluar dari dalam lift melihat Van yang tenga serius dengan telpon genggam nya.


Yuvi juga melihat raut wajah khawatir yang di wajah datar Van, dia mencoba menghubungi seseorang lewat telpon genggam nya, sampai tidak menyadari kalau Yuvi ada di samping nya, Yuvi mencolek pipi Van yang sedang Serius.


Van menoleh kearah adik nya yang terlihat baru bangun karena rambut panjang nya masih berantakan apalagi wajah bantalnya yang membuat Van merasa gemas. "Kenapa kakak melihat ku seperti itu???"


"Siapa yang membangunkan kamu???"


"Grandma"


"Kenapa"


"Sopir yang membawa Grandma bukan lah supir Grandma yang biasanya"


"Apa????"


"Dan kakak masih santai di sini???"


"Aku sudah menghubungi Roy untuk segera menyusul Grandma"


"Ah baik lah aku pergi dulu kak"


Van melihat adik sepupu nya berlari kencang ke arah lift, dia terus mengotak atik ponsel nya berharap Maharani mengangkatnya. Van sangat bingung saat mendapat telpon dari sopir yang biasanya mengantar kemana pun Maharani masih ada di Mansion, tapi mobil Maharani sudah tidak ada selain itu Maharani juga tidak ada di Mansion, Setelah mendapat kabar itu Van langsung menghubungi Roy dan sekarang Yuvi juga sudah menyusul.


Sedangkan Maharani kini berada di dalam Mobil, tentu saja Maharani tau kalau yang membawa mobil nya bukan sopir pribadi nya, dia tersenyum miring menatap tajam sang sopir. "Apa yang kamu inginkan???"

__ADS_1


"Maksud anda apa Nyonya besar"


"Kamu pikir aku wanita tua bodoh, dan pikun???"


"Saya benar benar tidak tau Nyonya besar"


"Siapa kamu??? Siapa yang mengirim kamu???"


"Anda memang wanita tua yang hebat, bisa mengetahui kalau saya bukan supir anda"


Maharani menatap setiap gerak gerik yang membawa nya pergi, dia juga melihat wajah nya dengan sangat jelas, siapa sebenar nya orang yang ada di depan nya. Maharani sama sekali tidak takut jika hanya melawan satu orang saja, karena mantan Ratu Mafia itu sangat kejam pada masa nya.


"Kenapa anda menatap saya seperti itu jangan takut nenek tua, saya tidak akan menyakiti anda"


"Hahahaha, kamu belum mengenal siapa aku anak muda"


"Anda hanya orang tua yang sebentar lagi akan saya kirim ke neraka"


"Kita lihat saja nanti siapa yang lebih dulu sampai neraka"


Tidak tau saja dia kalau tongkat Maharani yang selama ini dia bawa ada GPS dan juga ada senjata yang tersimpan di tongkat kramat nya. Tongkat yang sedari muda menemani Maharani, yang selalu membantu nya dalam ke adaan mendesak walau di tas mahal nya ada senjata api, Maharani akan menggunakan tongkat pemberian Suami Maharani di hari ulang tahun pernikahan nya yang ke 30 tahun.


Tongkat yang sudah lama pensiun kini sepertinya akan berguna kembali untuk membasmi kecoa yang ada di hadapan nya.


Orang yang membawa Maharani menepikan mobil nya atas jembatan yang di bawa nya ada sungai yang arusnya sangat deras, dia keluar dari dalam mobil membawa senjata api yang akan dia gunakan untuk mengancam Maharani.


Turun


Maharani dengan sangat patuh turun dari mobil nya, dia ingin mendorong Maharani dari atas jembatan, saat dia ingin mendorong Maharani dengan kekuatan tua nya dia berbalik lalu menendang musuh nya, dia menekan tombol rahasia yang ada di tongkat kramat nya lalu menodongkan ke kepala musuh saat musuh berusaha bangun.


Syut Jlep.


Pana kecil menancap di kepala musuh nya saat dia sudah bangun, Maharani pergi dari sana mencari tempat duduk menunggu pengawal cucu nya datang menjemput.


Seolah kehidupan keluarga Alexander tidak ada tenang nya selalu saja ada yang mengganggu banyak nya musuh membuat keluarga Maharani selalu was pada termasuk Maharani sendiri.


Meninggalkan Maharani di Mansion utaman Van sudah mendapat kabar kalau penyusup yang menyamar sebagai sopir Maharani adalah preman suruhan Sinta, yang ingin melenyapkan Maharani.

__ADS_1


Van mengeram di ruang kerja nya lagi lagi Sinta yang mencoba mencelakai keluarga nya, Van memikirkan cara bagaimana dirinya bisa membalas Sinta tanpa membuat pertengkaran dengan Xion mafia hitam yang licik..


Sinta sendiri kini sedang menikmati hidup nya di dalam kamar dengan Xion yang baru pulang dari luar negeri mengurus bisnis nya. Dia tidak tau saja kalau rencana nya kembali gagal.


__ADS_2