
Princess duduk di ruang tamu bersama dengan tripel yang tengah bermain, sesekali dia membantu Ella yang tidak bisa memasang puzzle yang dia mainkan, Princess terkadang tertawa melihat Ella yang mengomel dengan cadelnya.
Tentu saja sang kakak yang kenal omel hanya diam tanpa berminat menyahut ucapan adiknya yang sangat cerewet, Mereka sangat menjaga adiknya jangan sampai sang adik merasa sedih.
"Apa amu cudah celesai omel nya ella??" Rion dengan polosnya bertanya kepada sang adik apa adik nya sudah selesai mengomel. Sungguh menggemaskan bukan.
"Atu malas engan akak"
"Sayang, kenapa kamu malas dengan kakak???"
"Akak endak dengal atu icala"
"Kan tadi kamu tadi sudah mengomeli kakak sayang??"
"Iya api akak uek"
"uek??? Maksud ella apa??"
"uek, uka atar"
"Hahaha" Princess terkekeh melihat putrinya yang mengatakan kalau kakak nya muka nya datar.
Princess bermain dengan tripel dengan sangat bahagia di ruang tamu, dia tidak tau saja kalau di belakangnya ada yang menatap iri dengan nya, dia menatap malas dan punya rencana untuk menyingkirkan Princess dari Mansion nya sendiri.
"Tertawa lah kamu sepuasnya, sebelum nanti kamu akan aku singkirkan dari Mansion Van" Batin Lala yang menatap Princess tidak jauh dari ruang tamu
Princess bangun dari duduk nya untuk mengambil cemilan sehat untuk tripel, Princess berjalan kearah dapur, setelah selesai mengambilnya Princess kembali mendekat kearah tripel yang ada di ruang tamu.
Princess menyuapkan cemilan sehat kepada tripel bergantian, mereka menerima suapan demi suapan dari Princess. Sampai Princess menyelesaikan menyuapi tripel A.
Tidak berselang lama Princess yang ada di dapur mendengar tangis tripel entah apa yang terjadi tapi Princess mendengar tangis tripel dengan sangat kencang.
Princess berlari kearah ruang tamu dan melihat tripel menangis dengan memegang perut mereka. "Kenapa nak??"
"E-elut akit M"
Princess memanggil pengasuh tripel yang ada di dapur, dengan berteriak. teriakna Princess mampu membuat para pengawal dan panjaga terkejut pasalnya selama ini Princess tidak perna berteriak di Mansion nya.
Begitupun dengan Hesti dan Lailu yang juga terkejut dengan panggilan Princess, tapi tidak dengan Lala yang tersenyum miring mendengar teriakan Princess yang menggelegar menanggil nama nya dan juga dua teman seperjuanganya.
Mereka berlari kearah Princess yang sudah menangis dengan mencoba menenangkan tripel yang menangis tanpa henti.
__ADS_1
"Nona muda ada apa???"
"Bawa mereka masuk kedalam mobil"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Princess ketiga pengasiuh tripel menggendong tuan kecil dan nona kecil mereka yang menangis, mereka berlari mengikuti Princesa.
Princess menyuruh pengasuh tripel masuk kedalam mobil, Princess melajukan mobilnya seperti orang yang tengah mengikuti balap mobol. dan tentu saja ketiga pengasuh tripel sangat takut, mereka takut nyawa mereka melayang bersama.
Princess menghubungi Van yang tengah meeting dengan pegawainya yang ada di kantor. Princess tidak dapat menghubungi Van, dia berulang kali menghubungi Van tapi tidak diangkat.
Princess membawa tripel ke rumah sakit yang tidak jauh dari Mansion nya, Princess berteriak di depan rumah sakit meminta tolong kepada dokter dan perawat, Saat perawat dan dokter tau kalau yang datang Nona muda Alexander mereka langsung cepat memberi pertolongan.
Mereka membawa tiga brangkar untuk Nona dan Tuan muda kecil Alexander yang tengah menangis di gendongan pengasuh mereka. Perawat membawa tripel kedalam ruang Igd, Princess ingin masuk kedalam Igd melihat tripel tapi tidak di perbolehkan.
"Kalau terjadi apa apa dengan ketiga anak ku, akan aku runtuh kan rumah sakit ini" pekik Princess frustasi di depan ruang Igd.
Sedangkan Van yang baru saja selesai meeting, keluar ruangan meeting dan melihat Roy sangat cemas di belakangnya. "Kenapa"
"Tuan dan Nona kecil masuk rumah sakit tuan muda"
Van menghentikan langkah nya dia berbalik menatap Roy yang ada di depannya dengan pandangan sangat tajam. "Apa yang kamu bilang???"
"Nona dan tuan kecil ada di rumah sakit"
"Nona muda mengirimi saya pesan, katanya tuam muda tidak dapat dihubungi"
"Mereka di rumah sakit mana Roy???"
"Di rumah sakit..."
Dada Van sangat sesak mendengar kalau malaikat kecilnya ada di rumah sakit, Van berlari kencang kearah lift. Van keluar dari dalam lift dengan berderai air mata.
Van masuk kedalam mobilnya, dia melajukan mobil nya membelah jalan yang lumayan sepi hari ini, dengan perasaan campur aduk Van menatap tajam jalan yang ada didepannya.
Setelah dua puluh menit Van sampai di rumah sakit dimana tripel, Van memarkirkan mobilnya sembarangan, tidak ada yang berani melarang atau menegur Van saat dia memarkirkan mobilnya sembarang arah.
Van masuk kedalam rumah sakit, dia melihat Princess yang ada di depan pintu Igd dengan menatap kedalam ruangan, sedangkan Van mendekat kearah Princess.
"Sayang"
Princess berbalik menatap Van yang tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan, sedangkan Lala tengah melihat aksi yang ada di depan nya dengan geram, Lala berharap Van setelah itu mendepak Princess dari kehidupannya, karena tidak becus mengurus anak.
__ADS_1
"Pi, mereka sakit"
"tenang lah sayang, apa yang terjadi???"
"Aku menyuapi tripel dengan cemilan sehat yang biasanya Pi, setelah selesai aku mengembalikan mangkuk bekas cemilan mereka. tapi tidak berselang lama mereka menangis mengeluh sakit perut"
"Sabar sayang"
Van memeluk Princess yang tengah menangis, walau Van sendiri dadanya sangat sesak. Princess menyalahkan dirinya sendiri karena tidak becus mengurus anak.
"Mi, aku enggak suka kamu menyalahkan diri kamu sendiri"
"Hiks hiks hiks"
"ini memang salah Mami, pi"
"Cukup Mi"
Van mencoba menenangkan Princess yang ada di dalam pelukannya, dada Van semakin sesak saat mendengar Princess semakin menyalahkan dirinya sendiri. "Sayang, jangan menyalahkan diri sendiri. Ini bukan salah kamu" Van mencium kening Princesa.
"Permisi tuan dan nona".
"Putra dan putri ku baik baik saja kan dok???"
"Mereka sekarang sudah membaik Nona muda, untung saja Nona segera membawa mereka ke rumah sakit kalau tidak mungkin..."
"Penyebabnya apa dok???"
"Mereka keracunan makanan"
"Hemm"
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nona muda sebentar lagi tuan dan nona kecil akan di pidah keruang rawat"
Setelah kepergian dokter Princess memeluk Van dengan sangat erat, Princess sangat bersyukur tripel sudah membaik. "Kamu yang tenang sayang mereka anak anak kita yang punya jiwa tanggu"
"Aku sangat khawatir Ano"
"Tenang saja sayang"
Sedangkan di kursi tunggu Lala tengah menatap Princess dengan pandangan benci. "Kali ini kamu lolos sialan, tapi nanti tidak akan aku biarkan"
__ADS_1
Van mengajak Princess duduk di kursi tunggu yang ada di depan Igd, Princess bersandar di dada bidang Van, dengan Van yang memeluk Princess. Sesekali Van mencium kening Princess, Van mengusap lembut bahu Princess.