PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
INGIN MATI


__ADS_3

Saat pulang ke Mansion membawa kemenangan mereka sumringah walau tadi sempat Arion akan di tikam dari belakang, tapi Ella menyelamatkan Arion dengan kekejaman nya tanpa Ampun dia membunuh musuh sampai tak bernyawa.


nama tinggal nama perkumpulan Singa tinggal nama mereka di basmi habis tanpa sisa, dengan pasukan yang di bawa Arion dan Arvin tidak terlalu banyak walau terluka tapi mereka semua selamat.


Tripel turun dari dalam mobil mereka berjalan kearah pintu Mansion, mereka dengan santai membuka pintu itu dengan senang atas kemenangan mereka, tidak tau saja di balik pintu Princess menunggu mereka degan berkacak pinggang, setelah mendapat laporan dari depan kalau tuan muda sudah kembali Princess Stay di belakang pintu Mansion.


Pintu yang menjulang tinggi dan koko itu perlahan tapi pasti di buka oleh Arion dengan wajah datar nya, begitu pintu di buka mereka melihat Princess sudah ada di sana dengan berkacak pinggang dan mata yang melotot.


"Astaga Mami.." Tripel mengusap dada masing masing, terkejut karena Princess ada di sana.


"Mami, kenapa Mami ada di sana?? Bikin terkejut saja" Ella protes karena Mami nya mengejutkan nya dengan kedua kakak nya.


"Iyah Mi!! Kenapa Mami ada di sana?? kalau kami metong gimana Mi??" Arion mulai menunjukan wajah kesalnya karena tripel sudah ada di area Mansion hanya pada Princess menunjukan wajah dengan raut berubah ubah.


"Kalian mau metong silahkan" ketus Princess


Tripel ternganga mendengar apa yang di katakan oleh Princess, tripel menduga kalau Mami mereka tengah kesal dan marah pada mereka terlihat dari wajah nya yang terlihat garang.


Princess menatap tripel yang kini menatap satu sama yang lain, tripel kalau mereka akan di hukum oleh Princess karena Princess sudah menunggu mereka sampai di depan pintu.


"Ghemm.. Mami yang cantik tiada obat" Arvin mulai merayu Princess yang ada di depan nya dengan berjalan mendekat kearah Princess, Arvin menurunkan satu tangan Mami nya dari pinggang ramping nya.


Princess hanya menatap lurus ke depan menatap Arion dan Ella yang cengengesan di depan pintu di depan pintu masuk Mansion.


"Mami yang baik hati dan tidak sombong" Kini gilian Ella yang merayu Princess, Ella melakukan hal yang sama seperti Kakak nya Arvin menurunkan tangan Mami nya dari pinggang.


Ella menatap kakak nya memberi kode untuk segera membujuk Mami nya agar tidak terlalu berat hukuman mereka kalau mereka ada salah, tapi tripel merasa tidak ada yang salah selain perang besar tidak memberi tahu Mami dan Papi nya.


"Ghemm... Mami apa Mami capek biar Rion pijiti Mami" dengan mendekat kearah Mami nya yang tengah menatap nya dengan tajam, Arion mendekat lalu mencium kening Princess.


Dengan gerakan yang sangat kesal Princess menjewer satu persatu tripel yang ada di depan mereka. "Kalian bertiga yang ingin Mami bertemu dengan malaikat kan iyah" ketus Princess menatap putra putri nya dengan kesal.


"Mana mungkin Mi.. Kami sangat menyayangi Mami" Arion menyahut dengan menggandeng princess.

__ADS_1


"Betul Mi, kan Mami cinta pertama kami" Arvin menggandeng tangan Princess dengan sangat manja.


"Mami apa salah Kami??" Ella yang langsung to the poin, membuat Princess melepas kedua tangan nya dari kedua putra nya.


"Mampus..!!!" Batin Ella, kenapa ini mulut enggak baik baik aja sih.


Plakk..


Princess memukul kedua anak laki laki nya dengan gemas, dengan bercampur rasa kesal yang membara kini berganti Ella yang mendapat jeweran lagi oleh Princess.


"Kalian tau??" Princess yang belum selesai bicara malah di potong, kini terlihat semakin menyeramkan Princess bagi tripel


"Tidak" tripel dengan kompak


"Jangan menyela Mami!!" ketus Princess


"Iyah Mi" Lagi lagi mereka kompak menyahut.


"Kalian mau bikin Mami mati kena serangan jantung iyah?? Kalian seneng Mami mati iyah?? Kalian seneng kan enggak ada Mami, enggak ada yang ngelarang ini itu iyah??"


"Ala mentang mentang kalian mau menikah sudah punya tunangan, Mami di lupakan!!" Princess murka karena rasa khawatir yang dia alami sejak 3 jam yang lalu.


Princess menatap tripel dengan mata yang mengembun, tanpa terasa air matanya mengalir membasahi kedua pipi Princesa, tripel yang melihat itu merasa bersalah kepada Mami nya yang selalu menyayangi mereka dengan sangat tulus.


"Mi, Maaf" Arion memeluk mami nya dari samping


"Apa!! hemm Apa?? Kalian perang besar hanya membawa pasukan sedikit?? Tanpa memberi tahu Mami dan Papi!! Kalian udah enggak sayang Mami" Princess melepas pelukan Arion dari dirinya, Princess berlalu meninggalkan tripel yang kini melihat Mami nya meninggalkan mereka.


Sampai suara berat menyapa pendengaran mereka yang tentu mereka tahu siapa pemilik suara berat dan tegas itu, tanpa menoleh saja mereka hapal. "Hemmz kalian terima saja amarah Mami kalian setelah tadi mengamuk di kantor"


"Pi.. Bantu bujuk Mami" Ella dengan wajah melas nya berharap Papi nya mau membantu


"Enggak!! Karena Papi yang enggak tau juga harus merasakan Amarah Mami tadi kantor. Van melanjutkan langkah nya baru satu langkah Van berbalik menatap tripel dengan kesal.

__ADS_1


" Kamu Ella besok latihan kepekaan dengan Uncle Roy di markas dan juga latihan ilmu bela diri yang belum kamu tuntaskan" Van pergi meninggalkan Tripel dengan rasa kesal, bukan Van tidak sayang Ella yang di culik dan ingin di lecehkan tapi rasa kecewa kepada putra putri nya hal sebesar ini tidak memberi tahu kepada orang tua nya apalagi Princess yang selalu saja mencemaskan Ella yang berbeda jauh dengan kakak nya.


"Yah sudah ayo naik dan bersih bersih nanti atau besok kita bujuk Mami" Arion mengajak anak anak nya naik ke lantai tiga di mana kamar mereka.


Sedangkan Princess yang ada di dalam kamar baru selesai mandi di berjalan keluar hanya menggunakan handuk saja, tepat saat itu Van masuk kedalam Kamar melihat istrinya yang berpenampilan seksoi membuat nya ingin menerkam Princess.


"Sayang.."


"Kamu tidur di luar Pi"


"Lho kok Mami marah sama Papi kan Papi enggak tau sayang"


"Bodoh amat"


"Sayang jangan begini lah"


"Okay kalau Papi enggak mau keluar Mami mau ambil gunting yang baru Mami beli kemarin"


Van sudah merasa Was was saat Princess mengatakan gunting baru. "Ghemm.. Buat apa Mi??"


"Buat gunting sih ontong lalu aku lepar ke kandang kucing Mami"


"Sayang, suami kamu baru pulang lho"


"Terus??"


"Ingin pijat sayang"


Princess benar benar mengambil gunting yang ada di laci kamar Princess dengan Van, Princess membuka tutup gunting yang dia pegang dengan berjalan kearah Van, Van sudah mundur mundur untuk menghindari Princess.


"Mami.. Stop!! Papi keluar"


"Silahkan tuan Alex yang terhormat"

__ADS_1


Van keluar dengan rasa ngeri karena saat Princess murka satu Mansion akan kena Amarah nya, Van lebih memilih keluar dari pada keselamatan sih ontong terancam.


Van masuk kedalam ruang kerja nya, dia masuk kedalam ruang rahasia yang ada layar lebar di dalam kamar itu layar yang menampilkan hal apa saja yang di lakukan Princess di dalam kamar utama. "Sungguh malang nasib mu sih ontong" Van menatap benda pusaka yang ada di balik celana kain yang dia gunakan.


__ADS_2