
Princess tengah di ruang rawat setelah menjalankan pemeriksaan Princess harus menginap di rumah sakit.
Dari semua pemeriksaan Princess di nyatakan positif hamil di usia nya yang sudah tidak muda lagi, Van sebagai suami merasa heran dan sekaligus senang dia akan mempunyai anak lagi.
Yang membuat Van heran karena anak nya seperti punya dendam dengan nya sehingga setiap hari harus di bikin pusing oleh Princess yang semakin hari tidak jelas. Terkadang manja, terkadang marah-marah, terkadang suka sekali mengadu.
Perna Van di maki-maki Aura setelah Princess mengadu kalau Van mengatakan Princess gila, Princess yang tengah baper di katakan Van gila dia mengadukan Van kepada Aura mertua nya.
Jadi lah Van kena omel setelah pulang dari kantor, Van tidak menyangka kalau istrinya sangat muda tersinggung dan juga sangat muda marah, suka pengadu pulak.
Seperti saat ini Princess tengah menatap Van yang duduk di samping ranjang nya, dengan pandangan yang Van sulit tebak. "Pi, kenapa Papi diam saja??" Princess menatap Van dengan mata polosnya, begitu juga dengan wajah nya.
"Lalu Papi harus apa sayang???" Van bingung saat ini harus ngapain kalau bukan menatap wajah cantik istrinya.
"Ngapain sana Pi, nari atau main volly atau basket Pii" Princess menyahut dengan sangat enteng, seakan mereka tengah ada di lapangan bukan lagi di rumah sakit.
"Sayang cantik kita kan ada di rumah sakit tidak boleh ngapa-ngapain selain istirahat" Van mencoba pelan-pelan bicara dengan Princess agar Princesa tidak tersinggung atau marah.
"Oh, jadi kita ada di rumah sakit Pi?? Mami kira ada di kamar hotel serba putih semua masalah nya Pi"
Van ternganga mendengar apa yang di katakan oleh Princess, bagaimana mereka ada di hotel sedangkan tangan nya saja di pasang infus.
"Pi, aku ingin makan sate ayam, sate kambing, sate sapi, sate kelapa, sate semua sate satean Pii" Princess menatap Van dengan senyum nya.
"Tunggu yah Mi, Papi pesankan buat kamu" Van mengotak atik ponsel nya memesan makanan yang di sebutkan Princess.
Setelah beberapa menit Van kembali menaruh ponsel nya di atas meja samping ranjang istrinya, Van menatap Princess yang tengah menatap layar ponsel nya.
Van sangat penasaran apa yang di lakukan Princesa menatap ponsel nya sejak tadi. "Mi, apa yang kamu lihat??"
"Aku tengah baca Novel cerita nya bikin kesel aja Pii, masak ada orang ketiga nya kan kesel aku Pii sama orang ketiga" Princess membaca novel ikut greget dengan ceritanya.
"Judul nya Apa Mi, nanti Papi protes sudah bikin Mami kesel"
"DI ATAS SAJADAH pii, ceritanya bagus perempuan solehah yang harus merasakan sakit hati yang berulang ulang Pii"
__ADS_1
"Kamu juga istri solehah kok Mi" Van melancarkan aksi modus nya.
Princess yang mendengar kata solehah dari mulut Van rasanya sangat aneh, dirinya sangat jauh berbeda dengan Ara yang tidak perna menyakiti hati perempuan lain, belum lagi Ara tidak perna memegang senjata.
"Pii kau jangan mengada ngada Pii, mana ada Aku dengan Ara sama" Princess protes dengan apa yang di katakan Princess
"Kan kamu selalu patuh dengan suami mu ini sayang"
"Mana ada Pii yang ada kamu yang patuh dengan ku"
Van memikirkan apa yang di katakan oleh Princess memang benar ada nya kalau dirinya yang patuh dengan Princess. "Karena aku terlalu sayang dengan kamu sayang" Van menaik turunkan alis nya.
"Sayang itu enggak ngatain istrinya gila"
Van hati merasa tersentil mendengar apa yang di katakan oleh Princess, yang dia tidak sengaja mengira kalau Princess gila. "Sayang jangan kamu ingatkan lagi dengan itu, aku kan sudah minta Maaf"
Princess menaruh ponselnya di samping bantal yang dia gunakan, Princess menatap Van yang menatap nya dengan menyesal mengira kalau istrinya gila.
"Ano, aku enggak mau Maafin kamu"
Saat Van dengan rasa penyesalan nya perna mengatakan Princess gila terdengar pintu terbuka, Van melihat ke arah pintu siapa yang datang ke ruangan Princess.
"Mommy"
"Gimana keadaan Princesa??"
Aura menatap putra nya yang terlihat tidak semangat. "Kenapa kamu??"
"Princess baik-baik saja Mom, besok sudah boleh pulang" Van menatap punggung sang istri.
"Apa kamu membuat Princess marah lagi??" Aura melihat Princess yang tidur membelakangi putra nya belum lagi Van yang terlihat sangat lesu.
"Dia tengah merajuk kembali mengingat kalau aku perna mengatakan kalau dirinya Gila"
Aura mendengus mendengar jawaban putra nya, dirinya juga merasa kesal bagaimana Van bisa mengatakan kalau istrinya gila disaat istrinya manja dengan nya.
__ADS_1
"Itu kan salah kamu sendiri yang mengatakan kalau Princess gila!! Kamu yang gila di sini Van"
Van ternganga tidak percaya kepada Mommy nya yang bilang anak kandung nya sendiri gila. "Mom, aku putra Mommy lho"
"Princess juga istri kamu Van"
Van diam, dia lebih memilih diam dari pada harus berdebat dengan Mommy nya yang sudah jelas tidak akan menang musuh Mommy nya. Selain Princesa dan Aura ada dua mantu laknat nya yang akan meneruskan Princesa dengan Aura menguasai Mansion.
"Kenapa kamu diam Ano??" Princess menyahut saat mendengar obrolan Mertua dan Suami nya.
"Aku tidak akan menang melawan penguasa seperti kalian" Van beranjak dari duduknya mendekat ke arah Jonie yang duduk di sofa ruangan Princess.
"Apa mental kamu Aman boy??" Jonie mengejek Van yang sudah duduk di samping nya.
"Mental ku sudah kalah telak jauh saat dengan perempuan" Van menatap Istri dan Mommy nya tengah bercanda, mengobrol ringan. Membuat hati nya menghangat.
Hahahaha
Gelak tawa Jonie memenuhi ruangan menantu nya, Princess dan Aura yang melihat Jonie tertawa dua perempuan cantik bingung. "Apa Daddy baik??"
"Sangat baik Mom, hanya saja putra mu yang tidak baik-baik saja"
Princess dengan Aura menatap Van yang terlihat di bilang sangat baik, bagaimana bisa Jonie mengatakan kalau Van tidak baik-baik saja. "Kenapa dengan Ano Dad??"
"Suami mu ini sudah kena mental"
"Apa Ano Gila Dad??"
Van ternganga mendengar pertanyaan Princess kepada Daddy nya, berbeda dengan Jonie yang sudah semakin tertawa mendengar pertanyaan menantu nya. "Ah, kemarin kamu yang di katain Van gila kini kamu yang bilang Van gila" Lirih Jonie dengan menghapus air mata nya yang keluar saat dia tertawa.
"Kan Daddy yang bilang Van kena Mental"
"Ah itu, Van mengatakan kalau musuh kamu dengan Mommy nya Mental nya kalah telak"
Van mendengus melihat Daddy nya yang terus tertawa mengejek nya. "Sungguh Daddy laknat" Batin Van
__ADS_1