PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
ELLA VS WILONA


__ADS_3

"Hay.."


Ella menatap orang yang ada di depan nya dengan satu alis terangkat, begitupun dengan orang yang menghalangi jalannya menatap Aura.


"Kenapa yah kak??" Aura bingung dengan pria yang ada di depan nya.


"Aku minta nomor ponsel kamu" Yoga yang di bilang dingin dan kaku nyatanya berbicara dengan Ella dengan tatapan yang hangat


"Untuk apa kak??"


"Untuk chat atau mungkin lebih dari chat" perkataan ambigu Yoga membuat Ella yang ada di depan nya mengerutkan keningnya.


"Maaf kak, aku enggak mau ada salah paham antara kau dengan tunangan kakak, aku di sini kuliah kak, bukan cari musuh sama tunangan kakak" Cicit Ella yang mengingat bagaimana Van Melarang nya untuk berharap dengan pria yang ada didepan nya.


"Sayang..."


Terdengar suara yang dibuat sangat manja dari belakang Yoga, Yoga memejamkan mata nya seakan dia menetralkan amarahnya di depan Ella. Wilona dengan kedua antek nya mendekat kearah Yoga, Wilona dengan sangat lancang langsung memeluk lengan kekar Yoga.


"Ada apa sayang?? Apa dia mengganggu kamu??" pertanyaan Wilona tidak sadar diri kalau dirinya yang mengganggu Yoga yang tengah bersama dengan Ella.


"Maaf kak, aku ada kelas" Pamit Ella dengan memandang Yoga dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Tunggu Ell" Yoga menahan tangan Ella yang ingin pergi dari hadapannya.


Wilona menatap sinis Ella yang tengah berada di depan Yoga, Yoga menatap Ella dengan memohon untuk tidak meninggalkan dirinya. "Yank, kamu jangan salah paham aku dengan dia tidak ada hubungan" kata kata Yoga membuat Wilona dengan Ella yang ada di sana terkejut bukan main.


"Sayang apa maksud kamu???" Wilona bertanya dengan rasa terkejutnya.


"Dia pacar gue dan sebaiknya elo pergi dari sini, yang sebenarnya mengganggu itu elo bukan dia" Ucap Yoga dengan masih menatap Ella.


Wilona melepaskan tangan nya lalu mendekat kearah Ella, Wilona dengan sangat kasar melepas tangan Ella yang di genggam Yoga.


Syettt..


Wilona menarik pundak Ella dengan sangat kasar, Wilona menatap Ella atas sampai bawa dengan pandangan mengejek. "Selera kamu sangat buruk sayang, perempuan tidak berkelas ini kamu jadikan pacar kamu??" ejek Wilona


Wilona kalau dia tau kalau Ella anak dari Rivano Alexander pasti akan sangat terkejut, Ella juga menatap Wilona dari atas sampai bawa. "Hon, dia tunangan kamu?? Pantas saja kamu memilih aku yang cantik alami dan juga berkelas dalam hal fashion" Ella membalas ejekan dengan menatap Yoga dengan sayang.

__ADS_1


Tentu saja Wilona yang melihat itu terasa sangat marah, dada nya bergemuruh mendengar ejekan Ella yang. "Elo bilang elo berkelas, hahaha merebut tunangan orang elo bilang berkelas?? Fashion gue lebih tau"


"Tau, tante enggak ngaca yah?? Enggak punya kaca di rumah?? Apa mau aku belikan???"


"Wilona cukup" ucap Yoga dengan suara tertahan


"Enggak apa apa sayang, akan aku tunjukan bagaimana aku dan posis dia yang sebenarnya"


"Apa maksud elo??"


"Gue kasih tau yah, elo itu enggak pantes buat ada di samping Yoga yang tampan, elo pantasnya dengan om om hidung belang!! Elo tau dengan dandanan elo yang kayak Sarina ke pasar gini, datang ke kampus dan mau bersanding sama Yoga, enggak pantes banget" Ella dengan menatap sinis Wilona.


"Ello..!!"


Pekikan Wilona mampu menarik mahasiwa yang tidak jauh dari mereka, bakan yang sudah sudah jauh dari mereka berlima saja memilih kembali untuk melihat apa yang terjadi, kini kelima orang yang ada dikoridor kampus menjadi tontonan Mahasiswa lain.


Apalagi mereka yang tau kalau Ella itu Mahasiswa di bawah satu tingakat dengan Wilona dan Yoga, banyak orang yang bebisik bisik tapi Ella yang lain tidak menghiraukan tentang bisikan bisakan yang mereka dengar.


Wilona menatap tajam Ella begitupun dengan Ella yang menatap Wilona dengan pandangan tajam, sekaan dengan hanya menatap Ella bisa mengubah suasana, yang tenang menjadi mencekam.


Wilona yang geram dengan apa yang di katakan Ella dia mengangkat tangannya untuk menampar Ella, Ella dengan muda menahan tangan Wilona, bahkan tangan Wilona di cengkram sangat erat oleh Ella. "Elo mau nampar pipi orang cantik kayak gue enggak akan perna bisa tante girang"


Semua Mahasiswa yang mendengar ejekan Ella kepada Wilona mereka mengulum mulut mereka ada yang menutup mereka, ada yang tertawa tapi tidak ada suara nya.


Ella melepas tangan Wilona dari genggaman nya, tangan yang awal nya kuning langsat kini menjadi biru kehitaman, jangan bertanya bagaimana Wilona merasakan sakit di tangannya.


"Elo bakalan nyesel sudah punya urusan sama gue *****" Wilona menatap Ella dengan tajam, seakan Wilona ingin menguliti Ella yang ada di depannya.


"Baik baik itu Mata yah Nyet.. Kalau enggak mau mata elo keluar dari rongga nya" Suara dingin Ella mampu membuat Yoga yang sedari tadi di samping nya merasa hal lain, begitupun dengan Wilona dengan teman teman nya yang merasa ngeri mendengar suara Ella yang sangat dingin.


Mahasiswa yang awal nya ingin tertawa dan ada yang sudah tertawa, menghentikan tawanya karena merasa aura yang lain, Aura yang berubah menjadi mencekam dan tegang, saat mendengar suara Ella, gadis cantik yang ceria dan rama kini wajah nya sangat kaku, datar, dingin, menjadi satu apa lagi matan nya sangat tajam.


"Dasar Ja****ng" Setelah mengatakan itu Wilona ingin pergi meninggalkan Yoga dengan Ella, tapi siapa sangka kalau Wilona berakhir berbaring di lantai yang keras dengan dingin, Mahasiswa yang melihat itu menghindar karena enggak mau menjadi tumbal badan Wilona.


Ahhhhhh... Bhrukk..


Ella baru saja menendang Wilona dengan rasa marah, karena dengan sangat lancang bibir Wilona mengatakan kalau Ella ja*****ng. Yoga yang melihat itu bukan nya membantu malah hanya diam melihat Wilona tersungkur di lantai dengan hidung yang berdarah karena terbentur lantai.

__ADS_1


"Jangan perna elo mengatakan hal kotor dari mulut kotor dan busuk mu itu sialan, atau elo bakal gue kirim ke gerbang Neraka" Ella mengatakan dengan menjambak rambut Wilona.


"Wilona" pekik kedua teman Wilona yang sedari tadi menyaksikan teman nya berdebat dengan Ella yang mengatakan kalau kekasih Yoga.


"Yoga, bantu Wilo dong. Jangan diam aja sialan" pekik salah satu teman Wilona dengan membantu Wilona bangun.


Yoga enggak perduli dengan pekikan itu, dia malah tersenyum sinis melihat Wilona berakhir mengenaskan, dengan hidung yang berdarah. "Sayang ayo pergi dari sini" Ajak Yoga kepada Ella yang masih menatap Wilona dengan tajam.


"Perempuan sialan tanggung jawab elo"


Yoga membelah kerumunan, meninggalkan Wilona dengan antek antek nya. Setelah kepergian Yoga yang menggandeng Ella, Mahasiswa lain juga bubar tanpa ada yang membantu Wilona dan teman teman nya.


Yoga membawa Ella ke taman kampus, Yoga mengajak Ella duduk di sana. Setelah lama mereka merasa canggung, Yoga membuka suara untuk memecahkan ke canggung diantara mereka. "Maaf untuk yang tadi"


"Ah, aku yang harus nya minta Maaf, karena sudah membuat tunangan kamu terluka"


"Dia bukan tunangan ku"


"Kalian sudah dijodohkan"


"Tapi aku menolak nya"


"Kenapa??"


"Aku tidak mencintai nya"


"Apa sudah ada yang lain mengisi hati kamu??"


"Belum dan akan"


"Semoga cepat terisi"


"Iyah, semoga semoga enggak dia mau menerima aku".


"Iyah" Aula memberikan kartu nama kepada Yoga, Yoga menerima itu, sedangkan Ella setelah memberi Yoga Kartu nama dia meninggalkan Yoga yang masih menatap kertas kecil yang ada di genggaman nya.


"Ariella Alexander"

__ADS_1


__ADS_2