
Wilona sudah kembali aktifitas kembali seperti biasanya berjalan menyusuri lorong kamus dengan Ria dan Luna yang selalu menemani Wilona di belakang nya.
Wilona dengan gaya angkuh nya berjalan kearah kelas Yuga yang sebentar lagi akan keluar, dan benar saja Yoga keluar dari kelas nya dengan tas yang dia pakai di sebelah bahu nya.
"Sayang, kamu mau ke kanti yah barung yuk??"
Yoga melewati Wilona begitu saja di terus berjalan tanpa menghiraukan Wilona yang terus mengoceh bak beo belum makan, wkwkwkw.
"Sayang aku baru sembuh lho jangan cepet cepet jalan nya" keluh Wilona berhasil untuk menghentikan langkah kaki Yoga.
Yoga menatap Wilona dengan tajam lebih tepatnya sangat tajam. "Elo capek gue jalam cepet??" Yoga bertanya dengan menekan kata kata nya
"Iyah sayang gue capek" Wilona bergelantungan di lengan kekar Yoga bak anak monyet yang minta makan induknya.
"Gue enggak minta elo buat ngikutin gue, gue mending jauh jauh sama gue *****"
"Elo kan udah di suru jagain gue Sayang"
"Gue enggak sudi buat jaga perempuan murahan kayak elo, jagan ikutin gue lagi atau gue lempar elo dari lantai empat kampus" peringat Yoga dengan melepas tangan Wilona yang ada di tangan nya.
"Sayang kenapa kamu tega sekali dengan aku, padahal aku calon istri kamu Yoga, kamu kejam dengan ku" Wilona mengeluarkan air mata biawaknya.
Yoga pergi meninggalkan Wilona yang tengah mendrama di lorong dan tentu saja mereka menjadi pusat perhatian Mahasiswa yang lain yang tengah ada di sekitar mereka.
Saat Yoga pergi Wilona tetap menangis, Mahasiswa yang lain bukan nya prihatin malah mengolok Wilona. Banyak Pujian yang menguras hati yang Wilona dengarkan.
"Dasar enggak tau diri, kemarin hampir metong malah masih saja drama"
"Tau sok kecantikan banget sih jadi perempuan"
"Udah dandanan kayak badut sewaan saja belagu"
Masih banyak lagi ocehan para Mahasiswa yang lain nya, Wilona yang geram pun membentak mereka semua. "Hay, kenapa kalian mengganggu ku!! Dasar orang udik"
"Huuu, Dasar perempuan gila"
"Kemarin mengganggu kekasih orang sekarang mengaku tunangan Yoga, emang cewek gatel" ucap salah satu teman Yoga yang memang sangat dekat dengan Yoga.
Wilona yang geram mendekat kearah Luxy teman Yoga. "Gue enggak udah mengolok gue, di sini elo cuma bawahan Yoga" pekik Wilona didepan Luxy
Beny, Luxy, dan Ronal tertawa mendengar perkataan Wilona, mereka mengejek Wilona. "Dasar ja*****ng enggak tau diri, kamu di keluarga Laudra itu numpang!! Sedangkan kami tidak menumpang seperti diri mu" ejek Ronal
"Elo kalau udah di dempak sama Mama elo bakalan jadi gembel, orang Apartemen yang elo buat asoy asoy Apartemen Mama Lusia" ejek Beny
"Lihat saja aku akan melaporkan kepada tante Lusia kalau kalian merendahkan ku" pekik Wilona
"Eh ondel ondel elo itu udah sangat renda dengan menjual bantalan elo yang palsu itu" Ucapan Luxy malah mengundang gelak tawa penduduk kampus.
Jika di lantai empat kampus ada perdebatan Wilona dengan para teman teman Yoga, di taman Yoga tengah duduk di kursi panjang bersama Ella yang kini tengah menunggu Yoga mengatakan sesuatu, tapi sudah setengah jam Yoga tak kunjung mengatakan sesuatu.
"Kak, aku sudah mengantuk ingin pulang!! Nanti sore aku harus latihan dengan kakak kakak ku"
perkataan Ella membuyarkan lamunan Yoga yang sedari diam dengan entah kemana pikirannya, Yoga menatap Ella yang tengah menatapnya dengan mata sayu.
__ADS_1
"Kamu mengantuk, kamu kemarin bergadang??" Yoga bertanya dengan menyingkirkan rambut yang menutupi pelipis Ella.
"Aku belum tidur dari kemarin kak"
"Ngapain???" tanya Yoga dengan raut penasaran
"Hemm itu ada yang harus aku kerjakan"
"El Maafkan aku karena sudah membuat kamu ada di sini, dengan keadaan kamu yang sedang mengantuk!! Aku ingin kamu tau satu hal yang aku ingin katakan sama kamu"
"Apa kak??"
"Aku mencintai kamu"
"Kakak sudah punya tunangan"
"Aku tidak menerima nya"
"Aku tidak mau menjadi orang ketiga"
"Kamu satu satu nya"
Hufffff
Ella menghela napas lelah mendengar apa yang Yoga katakan, dia juga menyukai nya tapi Ella berulang kali mengingat perkataan Papi nya kalau Yoga sudah di jodohkan.
Ella menatap Yoga dalam, dia memberi tahu kalau dirinya juga mencintai nya, tapi banyak rintangan yang nanti nya mereka lewati bersama. Bukan hanya Van melainkan juga kedua orang tua Yoga.
"Aku akan mendepak dia dari Mansion Laudra, kamu beri aku kesempatan El"
"Kamu mau kan menjadi pacar aku"
"Ghemmm"
"Tapi kak???"
"Aku memaksa El"
"Kejam"
"Dari dulu"
"Bodoh"
"Tampan"
"Sudah lah kak, aku mau pulang aku sangat capek"
"Aku antar kamu pulang"
"Hemm"
"Kita sudah jadian"
__ADS_1
Yoga tanpa aba aba langsung menggendong Ella ala bridal style, berjalan kearah parkiran kampus menjadikan Ella dan Yoga perhatian kembali, setelah tadi Yoga menjadi perhatian dengan Wilona kini menjadi pusat perhatian dengan Ella keturunan Van.
Yoga tidak memperdulikan tatapan Mahasiswa lain, yang dia tau sekarang Ella tengah mengantuk dan ingin pulang ke Mansion nya. Yoga mendudukkan Ella yang di kursi penumpang setelah Ella duduk dengan nyaman, Yoga menutup pintu mobil nya yang mengitari mobil nya. Yoga duduk di kurai pengemudi.
Yoga melajukan mobil nya meninggalkan Area kampus membelah jalan yang lumayan macet, untuk mengantar Ella ke Mansion Alexander.
Setelah tiga puluh menit Yoga memasukan mobil nya kedalam gerbang bergaya Eropa yang menjulang tinggi. Yoga memberhentikan mobil nya di teras Mansion Van.
Yoga menggendong Ella berjalan kearah pintu Mansion, Yoga mengetuk pintu nya berulang kali. tidak lama pelayan datang membuka pintu untuk Yoga.
Pelayan yang membuka pintu melihat nona muda nya dalam gendongan pria yang ada di depan nya, pelayan menyuruh masuk kedalam Mansion.
Princess melihat pria yang tengah menggendong putrinya berjalan mendekat kearah ruang keluarga. "Antarkan ke kamar yah nak"
"Baik lah tan, dimana kamar nya??"
"Mari tante antar nak??"
"Apa kamu kekasih nya El??"
"Iyah tan"
"Siapa nama kamu??"
"Yoga"
Princess berhenti saat mendengar nama Yoga, Princess berbalik menatap Yoga yang ada di belakang. "Kamu Yoga putra Laudra??"
"Iyah tan"
"Bukan nya kamu punya tunangan" Princess melanjutkan langkah nya masuk kedalam Lift.
"Saya tidak menerima nya tan"
"Kamu tau bukan kalau banyak rintangan di hubungan kalian"
"Saya paham"
"Hemmm"
Mereka bertiga sampai di depan kamar Ella yang, Princess menyuruh Yoga menidurkan Ella. sedangkan Princess menunggu di luar kamar putrinya. "Aku pulang dulu Sweety" kok jadi kayak ****** ***** bayi panggilan nya!!!
Yoga keluar dari dalam kamar Ella, dia melihat Princess ada di luar kamar Ella. "Tan saya pulang dulu"
"Jangan kamu sakiti Ell"
"Tidak tan"
"hemm"
"Saya pamit pulang dulu tan"
"Hemmm"
__ADS_1
Yoga meninggalkan Princess yang ada di depan kamar Ella dengan menatap punggung lebar Yoga, yang berjalan kearah lift Mansion. Princess menatap Yoga dengan pandangan yang sulit di artikan, Princess melihat Yoga sampai Yoga menghilang dari balik pintu lift.
"Aku berharap kamu bisa menjaga putri ku" Lirih Princess dengan berjalan masuk kedalam kamar putri semata wayang golek nya.