PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
NAMA KU SIAPA


__ADS_3

Ella menatap putrinya yang terbaring di kamar rawat dengan kepala yang di perban, Ella sungguh sangat takut kehilangan putri satu-satu nya. Dia tidak menyangka kalau sekolah yang terkenal dengan penjagaan nya malah membuat putrinya harus berbaring di sini.


"Maafkan Mommy nak, Mommy tidak menyangka kalau kamu akan menjadi seperti ini karena Mommy yang memaksa kamu untuk sekolah di sana" Lirih Ella yang memegang tangan Sherly yang terasa dingin.


Sedangkan Yoga hanya menatap Ella yang sedari tadi dia menangis, Yoga tidak tau harus bagaimana menyikapi istrinya yang terlalu egois dan juga selalu ingin kehendaknya terpenuhi.


Yoga lama-lama merasa kasihan dengan Ella yang terus menangis menyesali semua nya, tapi semua sudah terjadi. Bagaimana pun semua kini Sherly sudah terbaring di ranjang rumah sakit.


"Mom, sudah lah walau kamu menyesali nya Sherly masih berbaring di sini, yang harus kita lakukan sekarang hanya mencari tau siapa yang sudah melukai putri kita" Lirih Yoga dengan memeluk bahu Ella.


"Kak, aku seorang ibu yang melahirkan nya kamu tidak akan mengerti bagaimana rasa nya melihat putri yang dilahirkan ada di ranjang rumah sakit" Ella dalam keadaan seperti ini masih saja keras kepala.


"Yah sudah terserah kamu, toh kamu yang memaksa pulang kemari padahal di rumah Mamu dan Papi Sherly baik-baik saja!! Banyak perkembangan yang Sherly perlihatkan setelah dua minggu di kampung!! Benar kata Mami dan Papi kamu memang egois menjari seorang ibu" Yoga meninggalkan Ella yang masih keras kepala, dia benar-benar merasa kecewa dengan Ella yang semakin kesini semakin egois dan memaksakan kehendaknya kepada putrinya.


Ella yang melihat Suami nya pergi dia tidak memperdulikan nya karena yang paling penting Sherly bangun, baru lah Ella merasa lega. "Sayang kamu harus bangun!! Kamu anak Mommy yang kuat Sher" Lirih Ella dengan mencium punggung tangan putrinya.


Felisa dan Arvin yang melihat Ella dan Sherly merasa aneh dengan Ella yang semakin hari, semakin keras kepala. "Sayang, kamu lihat adik kamu semakin hari, bukan nya semakin dewasa malah semakin keras kepala" Ketus Felisa yang sudah merasa sangat kelewatan Ella terhadap putri nya.


"Sudah lah ayo masuk jangan di sini kita nasehati Ella Sayang"


"Hemmm"


Felisa dan Arvin masuk ke dalam kamar ruang rawat Sherly yang masih memejamkan mata nya. "Bagaimana keadaan Queen??"


"Masih sama belum mau membuka mata nya!!"


"Mungkin dia tidak mau membuka mata nya karena dia merasa nyaman di dalam memejamkan mata nya" Felisa yang langsung menyindir Ella dengan keras.


"Apa maksud Kakak??" Ella pura-pura tidak mengerti apa yang di katakan oleh Felisa kakak ipar nya.

__ADS_1


"Sudah lah kamu dan aku bukan anak-anak lagi dek, kamu sudah dewasa!! Untuk apa pura-pura bodoh dan tidak tau apa-apa"


"Kak, aku melakukan semua ini demi masa depan Sherly..!!"


"Bukan demi Sherly tapi melainkan demi kamu sendiri, kamu memaksanya menjadi kejam, tidak berperasaan itu salah Ella!! Kamu tau kalau selama ini Sherly berbeda dengan yang lain, dia istimewa"


"Kak, itu yang membuat banyak musuh mengincar putri ku!! Mereka tidak mau kalau sampai putriku mejadi penguasa yang baru"


"Ella cukup!! Kamu sudah keterlaluan, kamu di didik Mami dan Papi agar menjari lembut hati dan tidak egois. tapi apa kamu malah berubah keras kepala hanya karena Sherly perna di culik!! Kamu tidak ingat Amelia hampir saja meregang nyawa di tangan musuh. Apa kami menjadi egois dan melarang Amelia untuk melakukan hak nya sebagai anak-anak tidak Ella" Arvin sudah tidak tahan dengan Ella semakin kesini semakin tidak jelas, apa lagi dia meragukan Mami dan Papi nya.


"Dan kamu harus ingat Ariella Alexander!! Kamu saat ini bisa melahirkan seorang putri itu karena Mommy yang selalu tameng buat kamu, kamu bisa percaya atau tidak tapi Mommy yang selama ini melindungi kamu di belakang kamu dan kamu tidak mendengar nasehat mereka dan mengabaikan nya!! Dasar egois"


Arvin menarik pelan tangan istrinya untuk keluar dari dalam ruang rawat Sherly, Yoga yang ada di depan pintu mendengar semua apa yang di katakan Felisa dan Arion. Kenyataan nya selama ini hidup mereka tenang karena ada campur tangan Princess.


Yoga segera pergi saat mendengar langkah kaki yang mendekat ke arah pintu keluar. Yoga bersembunyi di balik dinding pojok ruangan, dia bisa melihat kalau Arvin dan Felisa keluar dari dalam kamar Sherly.


Saat Ella tengah menatap putrinya, jari telunjuk Sherly bergerak, Ella merasakan kalau tangan Sherly bergerak karena tangan Sherly berada di genggaman Ella..


"Sherly kamu bangun sayang???"


Ella melihat bulu mata lentik Sherly bergerak-gerak, perlahan mata indah Sherly berbuka. "Sayang.."


Sherly menatap langit-langit kamar dan menatap sekeliling berwarna putih, dia menatap Ella dengan bingung. "Anda siapa???"


Deg...


Bagai tersambar petir pertanyaan Sherly membuat Ella terduduk lemas di kursi yang tadi nya dia duduki. Tangan yang awal nya menggenggam tangan putrinya kini terlepas begitu saja.


"Ini Mommy sayang..!! Mommy yang sudah melahirkan kamu" Suara Ella sangat pelan terdengar sangat serak, air mata nya tadi mengering kini kembali ada mendengar pertanyaan Sherly.

__ADS_1


Ella dengan pelan menekan tombol samping ranjang Sherly untuk memanggil dokter dan Suster untuk memeriksa kondisi Sherly dan dia ingin tau kenapa putrinya tidak mengenali nya.


Dokter masuk bersama dengan Suster dan juga Yoga yang ada di belakang Suster, Dokter langsung memeriksa Sherly yang baru sadar. Ella menjelaskan kepada Dokter apa yang di tanyakan putrinya kepada nya.


Dokter mengatakan kalau Sherly terkena Amnesia, di mana ingatan nya hilang sepenuh nya tidak ingat dia siapa, nama nya siapa, kenapa dia ada di sini.


Yoga dan Ella benar-benar terpukul mendengar penjelasan dokter yang menangani Sherly, Sherly menatap ke dua orang tua nya yang juga tengah menatap nya.


"Anda siapa??" Sherly bertanya kepada Yoga.


"Ini Daddy nak, kamu tidak ingat Daddy?? Kami orang tua kamu sayang"


"Benarkah?? Kalau begitu mana buktinya kalau kalian bukan orang jahat dan kalian benar-benar orang tua ku"


Yoga merogoh saku celananya mengambil ponsel nya dia ingin menunjukan photo dirinya saat bersama dengan Sherly dan Ella sebelum semua nya hancur berkeping-keping.


Sherly menatap gambar yang ada di ponsel Yoga. "Jadi nama ku siapa???"


"Sherly Alexander Laudra"


"Kenapa ada nama laki-laki di belakang nama ku???"


"Alexander Marga Kakek dan Laudra Marga Opa"


"Emmm jadi aku anak siapa???"


"Kamu anak dari Ariella Alexander dan Yoga Putra Laudra"


Sherly menatap orang tua nya dengan bingung, tapi dia tidak mau banyak bicara karena dia tidak mood berbicara apa lagi kepala nya terasa sakit.

__ADS_1


__ADS_2