PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
TERIAKAN PRINCESS


__ADS_3

Setelah semua nya bubar Luwis dan Laudya juga masuk ke dalam kamar mereka yang ada di Mansion utama, Lawis dengan Laudya membicarakan tentang pernikahan Yuvi dengan El. "Tidak terasa anak kita akan menikah Mom???"


"Iyah Dad"


"Aku merasa anak anak baru saja kamu rawat apa lagi El yang aku rasa baru kemarin dia aku bawa pulang dan kamu sangat bahagia El selamat, walau ke dua orang tua nya-"


"Sudah lah Dad, ini sudah takdir"


"Kamu benar Mom"


Banyak yang mereka bahas bukan hanya El dengan Yuvi, melainkan dengan Princess dan Van yang terus mendapat masalah dari orang orang jahat. Mereka khawatir karena saat ini Princess sedang hamil cucu pertama Di keluarga Alexander.


Setelah banyak yang mereka bahas, mereka memutuskan untuk tidur karena merasa sangat lelah, membahas anak anak yang selalu ada saja rintangan yang menghalangi.


Sedangkan Van dengan Princess kini sedang menonton layar lebar yang ada di depan nya, menonton acara kesukaan Princess film kartun, meskipun tidak muda lagi tapi Princess sangat suka menonton kartun.


"Ano lihat dia hahah"


"Kamu begitu sangat menyukai nya sayang???"


"Sangat suka Ano"


Princess dan Ano menonton film di kamar mereka sampai Van sangat lelah melihat film yang terus di berulang ulang dengan Princess, kini Princess sudah mulai mengantuk karena film yang terus berputar putar.


Van yang melihat Princess sudah mengantuk pun mengusap kepala Princess dengan lembut memberikan kenyamanan kepada Princess, Agar Princess seger masuk ke dalam alam mimpi nya.


Pindah ke kamar sebelah di mana ada Yuvi tenga menatap laptop nya dengan senyum mengagumi apa yang dia tonton, Yuvi sangat suka dengan Drakor menurut Yuvi pria di korea sangat tampan dan menggoda. Padahal calon suami nya tidak kalah tampan dengan arti yang dia lihat.


Bukan Yuvi nama nya kalau tidak bisa mengelak dalam hal satu ini, menurut nya lebih tampan mereka dari pada Kekasih nya El, Tapi Yuvi ingin menikah dengan yang lokal, bukan pria asing. Sungguh aneh bukan perempuan satu ini mengagumi yang asing tapi mau nya yang lokal.


Jika semua orang di Mansion tenga sibuk dengan kegiatan mereka masih masing berbeda dengan Sinta yang kini ada di Mansion mewah yang dia dapat dari Xion suami nya.


Sinta memanfaatkan suami nya itu untuk menjadikan diri nya kaya dan tidak kekurangan apa pun dalam hidup dan tentu saja dia akan kembali ke Jakarta untuk membalas dendam kepada Van dan juga keluarga nya.


Di Mansion yang mega bergaya klasik itu Sinta tenga menikmati hidup nya dengan ongkang ongkang kaki di sofa ruang keluarga dengan Xion suami nya, Sinta sangat pandai merayu Xion yang memang suka perempuan Manja dan seksoiiiii.


"Sayang terima kasih kamu telah menuruti kemauan ku"


"Karena kamu istri aku sayang"


Dengan Sinta mengusap dada bidang Xion yang tenga memeluk nya, Sinta bermanja dengan nya untuk menarik perhatian Xion agar lebih sayang dan mencintai nya.

__ADS_1


Xion pria asing ketua dari Mafia hitam yang terkenal licik, dia memiliki tubuh tegap dan kekar, dia juga tampan tapi tak setampan Van dengan ke tiga teman teman nya. Dia juga kaya tapi tak sekaya Van.


"Kenapa kamu ingin punya Mansion di sini sayang"


"Ada Mama ku di Jakarta hon"


"Emm aku masih memiliki mertua, sangat bagus bawa dia ke sini tinggal dengan kita sayang"


"Tentu Hon"


Mereka terus bermanja satu dengan yang lain sampai Xion menggendong Sinta naik ke lantai tiga dimana kamar mereka berada. Sinta mengalungkan ke dua tangan nya ke leher Xion.


"Sayang aku mencintai mu walau pertemuan kita dengan kamu yang merenggut semua nya"


"Maafkan aku saat itu aku sedang mabuk berat dan Asisten ku ada perjalanan bisnis ke luar negeri"


"Tidak apa apa, kan sekarang kita sudah bersama"


Xion mencium kening Sinta dengan sayang, setelah itu mereka berdua masuk ke dalam kamar dan berlanjut dengan berguling guling, wkwwkwk.


Xion tidak tau saja kalau Sinta hanya memanfaatkan kekayaan nya untuk keluar dari tempat terkutuk itu, dan kini siap untuk membalas penderitaan nya selama ini karana ula Van, Sinta menderita menyalahkan Van dengan keluarga nya padahal itu ula nya sendiri yang telah mengganggu Princess calon istri Van.


Sedangkan Xion tidak menyadari jika Sinta di dalam hati menyebut nama Van bukan dirinya yang ada di atas nya, Xion terus menyebut Sinta.


Meninggalkan Sinta yang sedang menyusun rencana dengan kekuasaan Suami nya di Mansion utama tenga heboh setelah tadi membubarkan diri masing masing, Di Mansion utama Princess tenga berteriak dari lantai tiga mencari Van yang entah kemana Van.


" Aaannnnnnooooooo"


"Astaga Princess benar benar akan merobohkan Mansion Mom"


"Benar, sebenarnya apa yang terjadi dengan nya Vi"


"Mana Yuvi tau Mom!!! Orang aku tadi di atas ateng anteng aja itu anak"


"Kemana Van Kak???"


"Enggak tau"


"Kenapa kalian di sini tidak mencari Ano, mood bumil naik turun terkadang bisa membuat getaran"


"Ibu benar aku jadi ingat saat kakak mengandung Van dulu"

__ADS_1


"Cepat cari Van sebelum Princess kelelahan karena berteriak, kok bisa istrinya tidur di tinggal sudah tau istrinya sejak hamil sifat bar bar nya keluar malah ngilang"


Van yang baru sampai di Halaman Mansion utama merasakan ada nya getaran, Van merasa ada nya gempa. Padahal itu semua ula istrinya sendiri yang bangun dari tidur tidak ada dirinya.


Van masuk ke dalam Mansion dengan sangat santai, saat sudah sampai di ruang keluarga dia bingung dengan tatapan para orang tua yang seakan ingin memakan nya hidup hidup, jelas saja itu membuat Van merasa ngeri.


"Kenapa"


"Annnoooooooooooo" Sebelum Semua orang menjawab pertanyaan Van, mereka semua mendengar teriakan Princess dari lantai tiga


"Astaga"


Semua orang terkejut dengan suara Princess yang lebih keras lagi, mereka bertanya tanya menggunakan apa Princess berteriak sampai suara nya menggelegar di Mansion utama.


"Cepat kamu samperin istri kamu jangan sampai Mansion roboh Ano"Maharani merasa ngeri mendengar Princess berteriak dia membayangkan kalau Mansion peninggalan orang tua nya roboh


Van berlari ke arah lift, Van masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai Tiga di mana kamar nya dengan Princess, Van keluar dari dalam lift berjalan ke arah kamar nya tapi sebelum dia masuk ke dalam kamar Princess keluar membawa toa yang entah dari mana Princess dapatkan.


" Aan-"


Sebelum melanjutkan berteriak Princess melihat Van yang tenga berdiri menatap Princess dengan bingung. "Sayang kamu ada di sana???"


"Kenapa??? Apa ada yang kamu inginkan???"


"Aku ingin berduaan dengan kamu"


"Aku tadi adi meeting mendadak sayang"


"Hemm, tapi sekarang sudah selesaikan Ano???"


.


"Sudah, ayo aku temani kamu"


"Baik lah Ayo, aku merasa sepi di sini Ano bawaan nya ingin kamu temani terus"


Van yang tau Princess dalam mood yang naik turun tidak bisa menyalahkan Princess yang terus berteriak dari tadi, Meski begitu keluarga nya tidak ada yang mengunjing Princess, karena sebelum Princess ada Aura dan Laudya yang dulu menggemparkan Mansion.


Apalagi Maharani semakin gemas dengan Van saat istrinya mencari tak kunjung ada, Maharani takut kalau Princess akan kelelahan karena mencari Van cucu kesayangannya.


Maharani sangat sayang kepada cucu nya melebihi anak nya sendiri, itu yang membuat Yuvi selalu menjadikan Maharani tameng saat Laudya mengamuk. Dan tentu saja Laudya yang akan kena omel Maharani karena sudah marah marah dengan Yuvi

__ADS_1


__ADS_2