
Dua hari berlalu sejak Nisa pulang dari rumah sakit, kini pasangan tanpa status itu menjalan kan aktifitas masing masing.
Princess pergi kuliah diantar sopir yang Dion sediakan dengan dua pengawal untuk Princess. Van juga pergi kekantor karena pekerjaan yang sangat banyak setelah dua hari menemani Princess di mansion.
Aura dan Maharani sudah kembali ke mansion utama. Mereka ingin menyambut kepulangan Jonie yang baru dari LA melihat cabang yang di sana.
Princess yang tidak bisa dengan pengawal pun merasa risih apalagi orang yang melihat Princess mereka menatap dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kalian berdua menjauh lah sedikit"
"Maaf nona, tapi tuan muda menyuruh kami mengikuti kemana pun nona pergi"
"Tadi disini tuan kalian tidak ada"
"Tapi tuan pasti akan tau kalau kami tidak mengikuti nona"
"Apa dia seorang cenayang, sehingga dia tau apa pun yang aku dan kalian tau"
"Tuan pasti sudah menyiapkan pengawal bayangan nona"
Princess dengan kesal melanjutkan langka nya menuju kelas nya yang sebentar lagi akan dimulai. Princess tidak mau telat karena harus berdebat dengan pengawal nya.
Van yang mendapat laporan dari anak buah nya kalau Princess sedang kesal, membuat Van tersenyum. Bagai mana raut kesal nya yang terlihat lucu.
Van berkutat dengan dokumen dimeja nya, melihat sangat serius. Van yang sangat serius tidak menyadari ada seseorang yang masuk kedalam ruangannya.
"Maaf tuan muda"
Van mendongak melihat siapa yang datang keruangan nya tanpa mengetuk pintu dulu.
" Saya sudah mengetuk berkali kali tuan, tapi tidak ada sahutan jadi-"
"Ada apa???"
"Diluar ada nyonya Susi"
Van yang mengenal nama itu pun melepaskan kacamata baca nya. Sebelum menyuruh sekertaris nya untuk menyuruh nya memanggil Susi
"Kenapa???"
"Dimana putri ku??"
"Di gerbang neraka"
"Lepaskan dia Van"
"Tutup mulut mu itu, jangan memanggil nama ku"
"Kenapa, selama ini aku juga memanggil nama mu saja. Karena kamu kekasih putri ku"
"Tapi sekarang aku bukan kekasih anak mu yang sialan itu"
"Tutup mulut mu Van" Bentak Susi
Van berdiri dari duduk nya melangka ke arah Susi yang berdiri di depan meja nya. Van melangka dengan menatap tajam Susi.
Van semakin mendekat ke arah Susi, ucapan Susi tertahan saat Van sudah lebih dulu mencengkram ke dua sisi pipi Susi.
"Siapa kamu yang berani membentak ku, Kamu datang kesini membentak ku sama saja akan menghantarkan nyawa mu yang tidak berarti ini kepada ku"
Susi gemetar saat mendengar apa yang Van katakan, Susi Lupa kalau Van berdarah dingin. Susi berani karena selama ini Van menjalin kasih dengan Sinta putrinya.
"Kamu ingin menemani putri mu digerbang neraka ternyata"
Susi terus mencoba melepas kan cengkraman tangan Van di kedua pipi nya. Mata Susi yang sudah memerah dan pipi yang terasa sakit.
__ADS_1
Van melepaskan dengan kasar sehingga membuat Susi jatuh ke hamparan keras. Van menatap Susi semakin tajam, bukan merasa kasihan dengan Susi yang terjatuh Van melangka ke kursi kebesaran nya
Van menekan telpon yang ada dimeja nya yang langsung terhubung dengan sekretarisnya. Van menyuruh Sekretarisnya memanggil Security didepan untuk menyeret Susi.
Tidak lama sambungan terputus ada yang mengetuk pintu Van, sekertaris nya masuk dengan dua security.
"Seret ****** ini keluar kantor ku"
"Baik tuan muda"
Dua security itu menyeret Susi dengan kasar karena Susi yang terus memberontak dan berteriak.
Berbeda dengan Princess yang sudah selesai dengan jam kuliah nya. Hari ini jam kuliah hanya dua mata pelajaran, satu mata pelajaran dosen nya tidak datang.
Princess duduk di taman kampus, dengan pengawal yang masih setia dengan mengikuti Princess kemana pun Princess pergi.
Princess menatap telpon genggam nya, bermain di sosial media nya. "Apa aku ke kantor Van saja yah??" Batin Van
"Hey kalian berdua, ayo antar kan aku kekantor Ano"
"Apa maksud Anda tuan muda Van nona???"
"Hemmm, siapa lagi kalau bukan dia???"
"Tapi antar kan aku mengambil uang dulu, untuk membeli makan siang"
"Baik nona"
Princess beranjak dari duduk nya melangka menuju parkiran dimana mobil yang dia pakai tadi pagi ke kampus.
pengawal membuka kan pintu mobil untuk Princess, dan satu lagi sudah masuk ke dalam mobil. Setelah Princess masuk pengawal tadi masuk ke dalam mobil.
Mereka mengantar Princess mengambil uang terlebih dahulu. Mereka memberhentikan mobil nya saat melihat mesin untuk menarik uang.
Princess turun dengan ditemani satu pengawal. pengawal berada di luar menunggu Princess yang mengambil uang.
Princess sudah diajarkan Van bagai mana mengambil uang yang ada didalam kartu tipis yang Van berikan.
"Sudah non??"
"Sudah, langsung ke kantor Ano saja"
"nona tidak jadi membeli makan siang???"
"Tidak nanti saja saat sudah di kantor Van"
Princess masuk kedalam mobil, pengawal membela jalan yang sangat padat dihari ini. Princess memilih untuk bermain telpon genggam nya.
Princess keluar mobil saat mobil sudah berhenti diparkiran kantor, pengawal Princess masih mengikuti langka Princess.
Princess melangka masuk ke dalam kantor, dengan di ikuti pengawal. Princess bertanya di resepsionis lobby bawa.
"Mbak aku ingin bertemu dengan Ano, emm maksud ku Van"
"Apa sudah memiliki janji???"
"Tidak"
"Maaf tidak bisa mbak kalau belum ada janji"
"Yah bilang saja Princess Manofo ingin bertemu"
"Tapi-"
Sebelum Winda menyelesaikan kata katanya Roy menyela ucapan nya. "Nona"
__ADS_1
Princess menoleh saat mendengar ada yang bersuara, pengawal yang melihat Roy pun menunduk hormat.
"Kenapa Nona ada disini???"
"Aku ingin bertemu dengan Ano, kata dia tidak bisa karena belum ada janji" Princess menunjuk Winda
"Kenapa Nona tidak langsung naik, kalau ingin bertemu tuan muda???"
"Aku takut dia tidak ada di ruangannya, mangkanya aku bertanya di sini"
"Mari saya antar nona"
Roy menyuruh Winda memperhatikan Princess dan mengingat nya. "ingat betul betul dia calon Istri tuan muda Van, Jika kamu melakukan kesalahan dan tuan muda mendengar, kepala mu menjadi taruhan nya.
" Mari nona"
Roy mengantar Princess ke ruangan Van. Hanya Roy yang berjalan dengan Princess kedua pengawal tadi sudah Roy suruh pulang ke Mansion.
Tok ..tok.. Tok...
Roy membuka pintu ruangan Van. Van yang sedang menatap komputer nya menoleh saat pintu ruangan nya dibuka.
"Maaf tuan muda ada nona Princess"
Princess masuk kedalam ruangan Van, Roy meninggal kan mereka berdua didalam ruangan Van.
"Ano"
"Hemm"
"Ini" Princess menyodorkan kartu tipis itu kepda Van.
"Kenapa kamu kembalikan???"
"Ano kamu pasti salah memberi kartu ini"
Van mengangkat satu alis nya mendengar ucapan Princess. "Kenapa??"
"Uang nya lebih ada 1M Ano"
"Itu uang belanja kamu satu bulan"
Princess ternganga ditempat dengan mata melotot, Princess terkejut dengan uang belanja.
"Itu untuk berapa tahun Ano???"
"Satu bulan"
"Apa??? Ano kamu tidak lagi sakit kan, atau kamu itu lagi ngelantur"
"Tidak"
Princess kembali ternganga mendengar ucapan Van.
"Lalu satu kartu nya lagi juga Ano apa kamu tidak salah???"
"Tidak"
"Buat apa aku uang begitu banyak Ano???"
"Buat belanja keperluan mansion dan jajan kamu di kampus"
"Uang jajan aku, itu berapa tahun tidak akan habis Ano"
Princess dengan Van berdebat masalah kartu tipis yang saldonya buat Princess tidak main main.
__ADS_1
Menurut Princess uang belanja nya bisa dibuat belanja seumur hidup nya dengan Ayah nya.