
Princess yang masih memeluk tubuh kekar Van merasa sangat nyaman, Princess seakan engan untuk melepas pelukan nya.
Van yang merasa kan pelukan Princess semakin erat, kembali memejamkan mata nya yang memang masih sangat berat untuk membuka mata nya.
Sedangkan dilantai satu keluarga nya sudah menunggu Van dan Princess untuk sarapan, malah mereka tak kunjung bangun.
"Mom, Aunty. Aku bisa telat masuk kampus gara gara kebo"
"Kamu makan saja dulu"
"Apa tidak apa Aunty???"
"Tidak apa apa sayang makan saja nak"
"Baik lah Aunty"
Yuvi mengambil sandwich yang ada di piring nya lalu memakan sandwich itu dengan lapa, tidak lupa dengan susu coklat kesukaan nya.
Setelah semua habis Yuvi beranjak dari duduk nya. "Aku pergi dulu yah semua nya" Yuvi mencium tangan para orang tua yang ada dimeja makan setelah itu Yuvi melangka keluar mansion.
"Aku tinggal saja Princess, dia juga mungkin tidak kuliah"
Yuvi masuk kedalam mobil yang ada di halaman mansion Van, dia melajukan mobil nya meninggalkan halaman luas mansion.
Didalam Mansion para tetua sudah bosan menunggu Van dan Princess yang tidak turun turun.
"Kenapa mereka belum turun dad???"
"Daddy tidak tau mom"
"Coba ayo kita lihat apa yang mereka lakukan sampai belum turun"
"Kamu dengan Laudya saja, aku malas melihat wajah putra mu pagi pagi mom"
"Selalu saja sama anak tidak ada akur akurnya"
Aura dan Laudya beranjak dari duduk nya, meninggalkan ruang makan. Dimeja makan hanya ada Jonie dan Luwis yang sedang membahas pekerjaan.
Sedangkan di dalam kamar, Princess menggeliat karena perutnya yang lapar. "Ehmmm"
"Ano aku lapar ingin minum susu"
"Hemm tunggu lima menit lagi sayang"
"Mau nya sekarang Ano"
Van memaksa membuka mata nya yang masih terasa sangat berat. Van menggosok mata nya pelan agar mengurangi rasa kantuk nya.
"Tunggu disini jangan kemana mana, aku akan mengambilkan susu ke lantai bawah"
"Hemm, terima kasih Ano"
Ano bangun dari tidur nya yang melangka keluar kamar untuk pergi ke dapur mengambil susu untuk Princess.
Saat Van membuka pintu kamar nya. "Astaga Van"
Van yang sebenar nya terkejut, rasa terkejutnya dia sembunyikan di wajah datar nya. Dua wanita cantik itu mengusap dada mereka.
"Kamu mengejutkan saja"
"Kalian kenapa ada disini??"
__ADS_1
"Ingin mengguyur kalian berdua karena tidak turun turun"
"Kalian belum menikah tau"
"Princess sedang sakit sebaiknya Mommy dan Aunty tidak mengganggu nya"
Huuff
"Mommy tau kalau Princess sakit Van, dia juga butuh makan dan minum obat sayang"
"Ini mau mengambil susu untuk dia mom"
"Hanya susu nak???"
"Hemmm"
"Apa kamu bangkrut nak??? Sampai memberi calon istri mu hanya susu!!!!"
"Dia setiap pagi hanya minum susu mom"
Aura dan Laudya mengangguk anggukan kepala mereka. paham dengan kebiasaan Princess yang hanya minum susu setiap pagi.
"Ah baik lah cepat ambil susu nya, lalu kamu juga sarapan sayang"
"Hemmm"
Kedua wanita cantik yang tak lagi muda itu pun meninggalkan Van yang masih berdiri didepan pintu kamar nya.
"Ano, kenapa lama sekali"
Van menengok kebelakang dimana Princess jalan mendekat ke arah nya. "Sayang stop"
Princess berhenti di tempat nya, bingung dengan Van yang tiba tiba menyuruh nya berhenti begitu saja.
Van mendekat ke arah nya, tiba tiba Van menggendong Princess ala bridal style. Princess yang terkejut pun mengalungkan tangannya dileher Van.
"Sayang kamu jangan banyak bergerak"
"Ano aku tidak apa apa, tangan ku juga tidak terlalu para"
"Enggak, jangan bergerak. kamu bilang sama aku mau kemana nanti aku yang akan mengantar nya"
"Baik aku ingin turun ke meja makan"
Van langsung menggendong Nisa dengan bridal style, keluar dari dalam kamar. Melangka ke arah lift.
Van benar benar menuruti kemauan Princess, Van menggendong sampai lantai bawah, ke empat orang tua yang masih ada dimeja makan pun bingung dengan Van yang mengendong Princess yang memejam kan mata.
Van langsung mendudukkan Princess dimeja makan, dia membuka mata nya. Dan terkejut saat melihat empat mata menatap nya.
"Pagi semua"
"Pagi sayang"
"Apa ada yang sakit sayang???"
"Jangan ajak Princess bicara sebelum susu nya habis"
Kedua wanita cantik itu diam dan memakan sisa sandwich yang ada di piring mereka berdua. Sedangkan kedua pria hanya menatap Van datar.
"Ano aku sudah selesai, kamu makan dulu saja"
__ADS_1
"Baik lah kamu tunggu di sini jangan kemana mana aku mau minta kopi mata ku berat sekali"
"Hemmm"
"Apa dia semalam tidak tidur tumben sekali minta kopi sepagi ini" Lirih Princess yang masih bisa didengar para orang tua
Jika Aura dan Laudya tersenyum berbeda dengan Jonie dan Luwis yang masih dengan wajah datar nya.
"Sayang"
Princess menoleh ke arah Van yang ada disamping nya. "Sudah"
"Hemmm, aku meminta diantar ke kamar, aku mau sarapan dikamar dengan kamu"
"Kenapa???"
"Luka kamu belum sembuh jadi kamu harus banyak istirahat"
"Ini juga sudah membaik Ano"
"Tidak, kamu tidak boleh banyak gerak dulu. Aku akan jagain kamu di mansion sampai sembuh"
"Siapa yang akan kekantor" Jonie menyahut perkataan Van dengan menatap Van datar.
"Daddy"
"Tidak mau, Daddy mau bermanja dengan Mommy"
"Apa boleh Mom"
"Pergi saja gantikan Van, kan ada meeting enggak bisa diwakili kan Dad"
"Kamu selalu saja menghancurkan rencana Daddy, anak laknat"
"Daddy"
"Gemmm"
"Baik lah aku yang akan pergi ke kantor, dan kamu Boy tunggu pembalasan Daddy"
Van tidak menghiraukan apa yang Jonie ucapakan, karena Van terlalu malas hari ini selain mengantuk dia juga ingin segera tidur berpelukan dengan Princess.
Van menggendong Princess melangka meninggalkan meja makan, menuju lift yang dekat dengan dapur.
Mereka berempat menatap kepergian Van dengan menggendong Princess. Princess mengalungkan tangannya dileher Van.
Van keluar dari dalam lift melangka masuk kedalam kamar nya, Princess yang ada di gendongan Van. Diturun kan Van sangat pelan dan hati hati.
"Sayang aku mau mandi dulu kamu disini yah???"
"Iyah Ano"
Van melangka masuk kedalam kamar mandi,setengah jam berlalu Van sudah mandi dan sudah mengganti pakaian saat ada di rumah.
"Ani aku juga mau mandi"
Van langsung menggendong Princess masuk kedalam kamar mandi, mendudukkan Princess di bak mandi.
"Aku keluar jika sudah panggilan ku yah"
"Hemm"
__ADS_1
Princess mandi dengan sangat hati hati karena luka nya belum mengering, rasa peri yang pertama kali Princess rasakan.
Setelah 40 menit Princess sudah sangat rapi, mendekat ke arah Van yang sibuk dengan laptop nya. Van menoleh ke arah Princess lalu mencium kening Princess.