
"Kakekkk...!!!" Pekik Ella yang baru keluar dari dalam lift melihat Yuda berjalan kearah ruang keluarga.
Ella berlari kearah Yuda yang sudah merentangkan tangannya bersiap untuk memeluk cucu perempuan nya, yang selama ini selalu menempel kepada Yuda.
Princess yang ada di dapur mendengar teriakkan Ella memanggil kakek nya, Princess mematikan kompor yang menyalah. Princess berbalik dia berjalan keluar dari dapur, dia melihat Yuda sudah ada di ruang tamu dengan memeluk Ella dalam pelukan nya.
"Ayah.."
"Princess, anak ayah.."
Princess mendekat kearah Yuda, Ella melepas pelukan nya dari Yuda kini berganti Princess yang memeluk Yuda dengan sangat erat, dia sangat beruntung Yuda mau datang ke Mansion nya.
"Ayah akan tinggal di sini kan??" Princess langsung bertanya kepada Yuda.
"Iyah, menantu kamu membujuk Ayah" Yuda mengatakan yang sebenarnya kepada Princess
Princess menatap Aula yang ada di samping Yuda, Princess memegang tangan Aula dengan lembut. "Terima kasih nak"
"Mi, kenapa Mami berterima kasih?? Ini sudah tugas Aula"
Princess memeluk Aula dengan sayang, dia tidak menyangka kalau menantu nya bisa membawa pulang Yuda yang selama ini dia berusaha mengajak Ayan nya tinggal bareng tidak perna mau. "Mami sangat bersyukur punya menantu seperti kamu nak yang mau menerima keluarga Arion"
"Mi, harus dong!! Karena Arion ada karena keluarga" Aula membalas pelukan Princess dengan tidak kalah erat.
Princess melepas pelukannya dari Aula, dia mengajak Ayah dan anak anak nya duduk di sofa ruang keluarga. "Kalian duduk di sini dulu, Mami mau lanjutin masak untuk makan siang" Princess meninggalkan ruang keluarga berjalan kearah dapur untuk menyelesaikan masakannya yang sempat tertunda.
Arion, Ella dan Aula mengobrol dengan Yuda, Yuda sendiri semakin membuat Arion kalah telak, dengan kejahilan Yuda. Yuda juga menanyakan di mana Arvin.
"Ar sedang tidak ada di Mansion kek, dia ada jam kuliah mungkin sebentar lagi pulang" Arion menyahut sebelum mulut ember sang adik akan mengatakan kalau Arvin tengah ada Misi dari Papi nya.
Yuda sangat melarang cucu nya terlibat di dunia bawah, menjadikan Semua keluarga menyembunyikan kalau kini jabatan sudah berpindah tangan kepada Arion kakak tertua Ella dan juga Arvin.
Yuda menanyakan soal kuliah mereka apa berjalan lancar atau ada kendala, Yuda terkadang khawatir berlebihan dengan cucu nya, apa lagi Ella cucu perempuan satu satu nya.
"El, kapan kamu mau ajak Yoga bertemu dengan kakek" setelah menanyakan Arvin kini giliran Yuda menanyakan Yoga cucu menantu nya yang selalu mau mendengarkan cerita Yuda.
"Kenapa kakek mencari Yoga di sini kan ada Rion!!"
"Ah iya Kakek lupa kalau punya cucu laki laki"
Yuda kembali menjahili Arion, terlihat Arion menggerutu di Sofa samping Ella. Sedangkan Aula dan Ella sudah terkekeh melihat Arion menggerutu dengan kesal.
__ADS_1
"Bagaimana bisa dengan Yoga ingan dengan cucu nya sendiri lupa!! Sungguh keajaiban apa ini" Arion terus menggerutu
Saat asik menggoda Arion suara berat mengalikan mereka yang ada di ruang tamu, mereka menatap Van yang tengah berjalan mendekat kearah ruang keluarga. "Ayah.. Kapan Ayah datang???"
"Barusan nak"
"Ayah sudah berubah pikiran kan Yah??"
"Iyah sudah nak, menantu mu membujuk Ayah"
"Memang menantu ku patut di banggakan Yah"
Van duduk di samping Yuda, Yuda menatap menantu nya dengan pandangan yang sulit di artikan, Yuda ingin bertanya tapi takut terlalu ikut campur urusan keluarga anak dan menantu nya.
"Kenapa Yah??"
"Apa cucu ku ikut dalam perkumpulan bawah tanah??" Yuda meski ragu dia tatap bertanya.
"Ayah mereka sudah dewasa, mereka akan menggantikan ku sebagai ketua"
"Ayah hanya khawatir mereka kenapa napa nak" Akhirnya Yuda mengatakan apa yang ada di dalam pikiran nya.
"Mereka akan baik baik saja Ayah selama ada aku dan Princess, Ayah jangan cemaskan apa pun mereka anak anak yang kuat"
Yuda menatap menantu nya dengan pandangan lelah dia tidak bisa mempercayai menantu nya dan putrinya dia benar benar sulit untuk mengingat bagaimana bahaya nya di dunia bawah.
"Yah jangan khawatir, kami akan menjaga cucu jelek Ayah" kini Van mencoba menceritakan suasana dia tau kalau Ayah mertua nya sulit percaya dengan dirinya dan Princess.
"Papi, apa apaan di kau mengatakan kami jelek" Ella protes dengan Van, Arion dan Ella tidak terima kalau mereka di bilang jelek padahal di luar banyak yang memuji mereka tampan dan Cantik.
"Kalian merasa rupanya" Van mengejek putra putrinya yang tidak jauh dari nya.
"Merasa kami anak anak Papi" kini Arion yang menyahut dan menatap kesal Van.
"Ah Papi lupa kalau punya anak anak laknat seperti kalian" Van semakin gencar menggoda Rion dan Ella.
"Dasar tua bangka sialan" ucap Ella dan Arion bersama.
Yuda dan Aula tertawa melihat perdebatan anak dan ayah itu, mereka tau waktu nya berdebat, waktu serius. Apa lagi Van meskipun datar dia masih bisa banyak bicara jika dengan keluarga nya
"Siapa yang tua???" Van bertanya dengan satu alis terangkat
__ADS_1
"Papi.." Ella dan Arion menjawab dengan kompak
"Tapi Papi enggak merasa" Van masih dengan gaya cool dan santai nya.
"Bodoh Amat" Ella dengan Rion masih sayang kompak, menyahuti perkataan Van
"Yah kalau kalian enggak bodoh mana mau kalian sekolah dan kini kuliah"
Ella dan Rion mendengus mendengar perkataan Van yang kini sudah tersenyum mengejek Ella dan Princess sampai mereka mendengar suara penguasa Mansion.
Yah Princess memanggil keluarganya untuk makan siang bersama di meja makan, tentu saja mereka akan langsung patuh sebelum badai ada di dalam Mansion.
"Kenapa kalian lama sekali?? Princess menatap Anak, menantu, suami dan Ayah nya yang tengah berjalan mendekat.
"Itu semua gara gara Papi Mi, Papi mengatakan kami bodoh dan jelek" Ella mengadukan Van yang telah mengatainya dengan sang kakak.
"Mana buktinya Papi mengatakan kalian jelek dan bodoh" Van membela dirinya di depan Princess
"Ada Aula dan Kakek saksinya"
"Bisa saja kalian menyogok mereka untuk mengatakan kebohongan" Van masih berkelit untuk membela diri nya.
"Lihat Mi, Papi berkelit"
"Mana ada Papi berkelit??"
"Sudah kalian selalu saja, bikin pusing Mami"
"Gara gara Papi"
"Gara gara kalian"
Brakkkk....
Princess menggebrak meja makan seketika anak anak dan Van diam menatap Princess ngeri, Princess menatap tajam kedua anak nya dan juga suami nya. "Diam dan Makan"
"Iyah Mi" Dengan patuh Ayah dan anak itu diam menunggu Princess mengambilkan makanan untuk mereka semua.
Setelah mereka mendapatkan makanan mereka, mereka mulai makan dengan Van, Ella dan Ario saling aduh mata seakan mereka beradu kembali lewat tatapan mereka.
Princess yang melihat itu mendengus malas melihat anak dan Ayah nya saling aduh mata. "Makan atau Mami congkel mata kalian"
__ADS_1
Deg...
Van dan Anak anak langsung menunduk makan dengan tanpa ada nya adu muluh dan juga aduh mata.