PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
KACAU


__ADS_3

Setelah menyandang gelar nama Alexander kini Princess akan merayakan pesta pernikahan yang akan dilakukan sebentar lagi.


Princess kembali ke kamar hotel untuk berganti pakaian, yang tadi nya kebaya sekarang akan diganti dengan Gaun.


Princess tidak kembali ke kamar hotel sendiri melainkan dengan Van yang selalu mengikuti kemana saja Princess pergi.


Saat Van sedang fokus menatap Istrinya yang di make up lagi gaya rambut juga akan dirubah, dering ponsel mengalikan Van. Van menatap layar ponsel nya melihat siapa yang menghubungi nya.


Van mengangkat telpon setelah melihat nama yang ada dilayar ponsel nya. "Hemm"


.......


"Lakukan apa saja jangan sampai mereka bisa keluar"


.......


Van memutuskan sambungan telpon secara sepihak lalu, kembali menatap Princess. Princess sendiri menatap Van melalui kaca yang ada didepan nya, sedakan bertanya ada apa.


"Kamu harus siap sayang, gunakan pakaian apa yang aku berikan kepada mu tadi???"


"Kenapa ini hari pernikahan kita Ano"


"Maafkan aku, ini diluar kendali sayang"


Princess menghela napas mendengar apa yang baru saja Van katakan, disaat menikah saja masih ada yang mengganggu.


"Apa sudah selesai???"


"Sudah nona"


"tinggalkan kami"


MUA meninggalkan Van dan Princess didalam kamar berdua, MUA tidak berani membantah. Dia keluar kamar dengan dua teman nya yang lain.


Princess duduk dipangkuan Van, Van memeluk pinggang Princess yang duduk pangkuan nya, Princess menatap mata elang Van dengan sangat tajam begitupun dengan Van yang sama melakukan nya.


"Aku bisa melindungi diri ku sendiri Ano"


"Kamu bawa simpan dengan baik apa yang aku berikan tadi"


"Iya" Princess mengalungkan tangan nya dileher Van, tidak ada lagi malu malu yang selama ini Princess tunjukan. Kebersamaan nya dengan Van selam ini membuat nya berani kepada Van.


"Target nya kamu sayang"


"Dan aku yang akan membuat mereka tunduk bawah kaki kamu"


"Sayang apa boleh aku mencicipi sedikit saja, aku belum perna merasakan"


"Tidak aku sudah di make up, kamu akan menghancurkan make up ku"


Saat Van ingin membujuk Princess terdengar suara pintu yang dibuka secara kasar, Van dan Princess terkejut dengan suara pintu yang bertabrakan dengan dinding.


Mereka berdua menoleh ke arah pintu yang ternyata Aura dan Laudya yang menatap layang kepada Van dan Princess.


"Kalian ditungguin malah bermesraan disini"


Van dan Princess langsung memisahkan diri masing masing, setelah itu Princess masuk kedalam ruang ganti membawa gaun yang akan digunakan.


Sedangkan Van duduk di sofa yang ada di sana, para ibu menghela napas melihat anak dan menantu nya. "Sudah tidak sabar kamu Van"


"Gem"

__ADS_1


"Kami hanya membahas penyerangan mungkin akan terjadi"


"Hah di mana, kenapa bisa bukan kah penjagaan sangat ketat. Kamu kok masih santai disini???"


"Kamu tau dari mana???"


"Sudah dari beberapa hari yang lalu saat Yuvi menangkap penyusup di markas"


"Di mansion juga ada dua pelayan dan dua pengawal"


"Dan kamu bersikap santai Van, kamu gila nak"


"Mereka muda diatasi Mom"


Dua wanita yang ada di dalam kamar hotel itu menghela napas lelah dengan Van yang selalu saja meremehkan lawan.


"Kamu tidak ingat malam itu, kalau bukan menantu mommy kamu belum menikah sekarang"


"Mereka menargetkan Princess untuk mengalahkan aku, dan bukan itu saja mereka juga ingin bertemu langsung dengan Axelo, Dav, dan menantu Aunty.


" Hah?????"


"Menantu Aunty???"


"Siapa nak???"


"El"


Ceklek.


Saat ingin melanjutkan bertanya dengan Van, Laudya urungkan karena Princess yang keluar dari dalam ruang ganti. Van menatap Princess sanga lelah.


"Sayang kamu terlihat semakin cantik" Laudya dan Aura memuji Princess yang semakin terlihat sangat cantik.


"Sayang apa kamu mau pakai gaun itu???"


"Lalu aku harus pakai gaun yang mana Ano"


"Sebaik nya kamu turun Van dan ajak Princess sebelum para tamu keburu pulang"


"Sayang kamu sudah memakai apa yang aku beri tadi???"


"Sudah Ano, semua nya sudah siap"


"Tetap di sisi ku atau diantara mommy dan aunty"


Van dan Princess keluar dari dalam kamar hotel begitupun dengan Laudya dan Aura yang mengikuti Van dan Princess dibelakang mereka.


"Mom, Aunty hati hati"


Laudya dan Aura sudah mengantungi pisau kecil yang memang mereka bawa kemana saja, mereka sebagai istri seorang mantan mafia harus bersiap musuh dimana saja.


Mereka berempat masuk kedalam lift untuk turun kelantai satu dimana pesta pernikahan Van dan Princess berlangsung.


Van, Princess, Aura dan Laudya keluar dari dalam lift, mereka berjalan keluar dari dalam lift menuju panggung.


Banyak para undangan yang memberikan selamat kepada Princess dan Van yang sudah di atas panggung.


Dan kini para sahabat Van yang mendekat ke arah pasangan pengantin itu, mereka menyeringai licik saat mendekat. Van yang melihat itu menghembuskan napas kasar.


"Hay kakak ipar. Aku El"

__ADS_1


"Kalau aku Dav"


"Gem kalau kau Axelo"


"Nama kamu siapa???"


"Aku Princess kak"


Princess tersenyum sangat manis kepada para sahabat Van dan itu sukses membuat Van kesal, bukan kepada Princesa melainkan kepada teman teman nya yang menggoda Princess.


"Kalian turun, sebelum aku tendang kalian dari sini"


"Lihat manusia tidak kulkas ini"


"Kalau kamu tidak diperlakukan manis datang sama aku tinggalkan dia, aku siap menerima"


Van membuka jas yang dia pakai, menatap tajam para sahabat nya yang ada didepan Princess. "Yakin kalian mau ada disini???"


"Iya kenapa???"


"Baiklah, ternyata rakitan adik ku akan berguna juga, dan kalian dengan suka rela mencicipi rakitan Yuvi"


Mereka bertiga saling pandang setelah mendengar perkataan Van, Dev dan Axelo mantap El yang kini menatap mereka berdua.


"Sebaik nya kita turu, karena yang aku lihat kemarin rakitan Yuvi kali ini tidak main main"


"Apa itu???"


"Senjata api yang berbeda dari lain, peluru yang akan keluar tiga sekali tembak, dan tanpa ada nya bunyi yang terdengar. Ukuran nya juga berbeda"


"Gemm, kakak ipar kami turun dulu karena sudah sangat lapar"


"Yah benar kami belum lapar eh maksud nya belum makan dari kemarin"


"Sudah yah kakak Ipar selamat bersenang senang"


Mereka bertiga turun dari atas panggung berbarengan dengan suara tembakan yang terdengar.


Para tamu undangan yang memang dari kalangan Mafia dan kolega kerja mengeluarkan senjata mereka masing masing.


Banyak orang masuk dari arah pintu masuk dengan menembak para tamu undangan. Sedangkan para orang tua yang memang sudah siap ditempat mereka.


Dimana pesta pernikahan harus nya membagi rasa bahagia kini harua berjuang untuk hidup, para tamu undangan yang memang tidak bisa belah diri atau senjata di giring anak buah Van untuk menjauh dari tempat dimana baku hatam dan tembakan terjadi.


Past .. Bhuk .. Brak


Roy datang dari arah belakang, Roy yang tadi melihat situasi akhir nya keluar untuk melindungi tuan muda dan nona muda nya.


"Bawa Princesa pergi dari sini"


"Tidak aku akan menemani kamu disini Ano"


"Sayang dengar kamu pergi dari sini" Van berbicara dengan menembaki lawan yang ingin mendekat ke arah nya dan Princess.


"Tunggu, aku akan kembali"


Bhuk.. Bhuk .. Brak


Dorr .. Dor.. Dorr


Phak.. Bruk

__ADS_1


__ADS_2