PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
WANITA GILA


__ADS_3

Lala bersenandung melewati lorong lorong rumah sakit yang sudah mulai sepi karena hari sudah sangat larut, tapi Lala belum bisa merasa ngantuk. Dadanya terasa berdebat saat Aura menyuruh nya untuk menikah dengan Putranya, dia akan menjadi Nona muda Alexander. kata lain di dalam mimpinya wkwkwkwwk.


Dia duduk di bangku taman dengan cahya temaram, dia menatap cincin yang ada di jari manisnya. "Van ku yang tampan, kamu akan menjadi milikku sebentar lagi tunggu beberapa jam lagi, setelah aku mendapatkan kamu aku akan menyingkirkan Princess" Lirih Lala dengan memandang cincin yang dia pakai.


Sedangkan di ruangan tripel Van sudah mengeram ingin menambak kepalanya sampai terbelah. Princess kini sungguh kecewa dengan Lala orang yang sudah diberikan kesempatan kedua malah dia berbuat lebih nekat.


Saat tripel berusia lima bulan, Princess melihat dia sengaja menjatuhkan dirinya di atas pangkuan Van yang tengah duduk di ruang tamu, meskipun Van langsung mendorongnya tapi Princess tau kalau Lala sengaja. Van murka dia menodongkan senjata nya yang selalu tersimpan rapi di kantong dalam jas nya. saat Van ingin menembak Lala Princess menghalangi nya dengan dalil ada tripel di dalam box bayi.


Van sangat murka saat itu sulit untuk dikendalikan karena Van sudah tau apa isi otak Lala, Van kembali mengingat kejadian di mana di pernikahan Yuvi kalah itu dia juga dengan sengaja menjatuhkan dirinya kepada Van. Princess yang mendengar cerita Van juga merasa geram tapi dia tahan dan memberikan kesempatan kedua untuk Lala.


Van sangat marah sampai satu bulan Van tidak pulang ke Mansion, karena rasa kesalnya terhadap Princess yang mengira kalau Princess tidak mencintainya lagi.


Van kembali pulang saat mendengar Princess sakit dan di rawat di rumah sakit, dia mendengar dari Eva kalau Princess selama ini jarang makan dan jarang tidur dia selalu menunggu nya pulang di teras depan sampai malam, kadang sampai larut malam. Van sangat menyesal karena sudah membuat Princesa sampai masuk rumah sakit.


Van dengan sangat terpaksa menerima keputusan Princess yang memberikan Lala kesempatan kedua, Princess berharap Lala akan berubah. Tapi siapa sangka kalau dia malah semakin menjadi.


Meninggalkan cerita Van dan Princess yang sudah berlalu kini kembali ke cerita dimana Van sangat geram dengan Lala. dengan Princess tidak berani menatap Van yang ada di depannya.


"Maaf Pi"


Van yang mendengar suara serak yang keluar dari bibir Princess, dia menghela napas. "Mi, ini bukan salah kamu, dia saja yang tidak tau terima kasih"


"Jika waktu itu aku mendengarkan kamu tripel tidak akan ada di sini Pi"


Van mendekat karah Princess lalu duduk di samping Princess, dia memeluk Princess dengan sayang, agar Princess tidak merasa bersalah. "Jangan salahkan diri kamu Mi, kita akan balas besok rasa sakit tripel kepada bajingan kecil yang sudah menyakiti tripel"


"Yah Pi, aku akan buat dia tau siapa Mami yang dia anggap bodoh ini"


"Mangkanya Papi kan sudah sering katakan jangan terlalu baik dengan seseorang"


"Mami hanya kasihana Pi, karena Mami dulu juga orang yang serba kurang"


"Lain kali jangan terlalu percaya orang Mi"


"Iyah Pi"


Setelah obrolan mereka, Van mendekatkan wajahnya kearah Princess, Van mengikis jarak di antara mereka berdua. Hembusan napas Van menyapu kulit wajah Princess. "Mami, Papi"


"Aish, anak ini menggangu saja"


Plak..


"Mii"


"Diam Pi"


Mereka berdua di kejutkan oleh Ella yang bangun dari tidurnya, Ella menatap kedua orang tua nya dengan wajah polosnya. "Apa yang Mami dan Papi lakukan???"


"Ghemmm... Papi ingim meniup mata Mami yang kelilipan"


"Lilipan??"


"Ah iya sayang, kenapa kamu bangun???"


"Atu ingin minum cucu Mi"


"Baiklah nak Mommy akan buatkan untuk kamu"

__ADS_1


Ella kembali merebahkan dirinya menunggu Princess membuat Susu untuk nya, itu lah Ellah kenapa dia lebih berisi dari kakak nya karena dia sangat suka menium susu saat terbangun dari tidurnya, itu pun porsinya lebih banyak dari sang kakak walau sama sama terbangun ingin susu.


Princess memberi susu yang sudah di buat untuk Ella yang sudah menunggunya, Princess duduk di samping ranjang Ella dia menepuk pantat sang anak agar dia kembali tidur. Setelah tidur Van dan Princess memutuskan untuk tidur sebelum mereka besok akan bermain main dengan Bajingan kecil.


...****************...


Hari sudah mulai siang, Princess, Van, Aura dan Jonie sudah ada di Markas, sedangkan tripel bersama dengan Roy dan dua teman Van, Axelo dan Dav, sedangkan El dan Yuvi sedang ada di Markas karena dia ingin melihat hal apa yang akan di lakukan kakak nya terhadap pengasuh Rion yang tidak tau diri.


Sedangkan Lala baru sampai di depan gerbang Markas, dia dihadang oleh dua penjaga yang ingin masuk kedalam. "Maaf Nona, ada siapa dan ingin mencari siapa???"


"Saya Lala calon istri Van"


Penjaga yang menghalangi Lala menatap Lala dengan mengejek, pasalnya Van tidak akan mungkin menyukai perempuan angku yang ada di depan mereka, apa lagi Queen sudah sangat sempurna untuk tuan mereka.


"Apa anda sedang menghalu Nona?? Anda jangan mangada ngada karena Queen akan marah jika kamu salah berbicara"


"Queen?? Siapa Queen??"


"Jelas saja istri tuan muda Van, Nona muda Princess"


"Ohh, jadi dia di panggil Queen" dia berbicara dengan nada mengejek.


"Dengarkan saya, saya di suru Nyonya besar Aura datang kesini, kalau tidak percaya telpon Ibu mertua ku"


Salah satu penjaga menghubungi Aura yang tengah ada di dalam Markas bersama suami, anak dan menantu nya. Penjaga mengatakan kalau ada perempuan yang mengaku calon mantu Aura, Aura tertawa, setelah itu menyuru mereka untuk mengantar nya kehadapanya.


Aura dengan yang lain ada di Aula Markas menunggu Lala menantu nya yang akan dia kirim ke neraka, karena sudah menyakiti cucu kesayangannya. Aura memang sudah mencurigai Lala saat dia memanggil Hesti dan Lailu yang selama ini tidak terlihat membuat ula, apalagi dia juga mendengar Lala perna ingin Van tembak saat tripel.berusia lima bulan.


Dan kecurigaan nya benar saat dia dan Princess sudah mendengar sendiri dari mulut busuk nya kalau dia sudah mencampur obat kedalam cemilan tripel saat sebelum Princess mengambil cemilan untuk tripel.


Sedangkan kini Lala sudah masuk kedalam gerbang tinggi dan koko di depan nya apa lagi gaya klasik, dia menatap kagum halaman luas Markas, belum lagi ada taman yang indah, saat dia tengah mengaggumi, terdengar suara permpuan dari belakangnya.


Laudya menatap Lala dengan sinis dia. "Dia berharpa menjadi menantu keluarga Alexander, sungguh bermimpi terlalu tinggi" Batin Laudya lalu melangka masuk kedalam dengan menggandeng Luwis.


"Itu yang di maksud kakak yang membuat cucu kita di rumah sakit?"


"Iyah Dad, itu karena kebaikan Princess"


"Kamu tidak tau saja menantu kamu itu sunggu polos dan baik"


"Iyah seperti nya aku dan Kak Aura harus mengajarinya menjadi sedikit kejam"


"Hufff,, terserah kalian berdua"


Lauday dan Luwis masuk kedalam Aula dengan senyum yang mengambang, karena akan menyaksikan bagaimana pertenjukan yang akan di mulai. "Apa kalian sudah tidak sabar???"


"Lama sekali dia"


"Tentu saja Lama, dia sedanga mengaggumi taman depan"


Saat setengah jam mereka menunggu akhirnya Lala masuk kedalam Aula dengan dua penjaga yang ada di depan Markas, mereka meninggalkan Lala di sana sendiri, di Aula banyak anak buah Van, dan yang lain berkumpul mereka akan menyaksikan bagaimana mirisnya orang yang berani menyakiti keturuna Alexander.


Lala mendekat kearah Aura yang tengah duduk di salah satu kursi mewah bersama dengan yang lain, mereka menatap Lala sinis. Lala berjalan penuh percaya diri di depan berjalan mendekat kearah Aura.


"Selamt siang Nyonya besar"


"Hemm"

__ADS_1


"Kamu tau aku sudah menunggu lama"


"Maafkan saya Nyonya besar"


"Hem, untuk apa kedatangan kamu kemari???"


"Ingin menikah dengan tuan muda Van"


Gelak tawa memenuhi Aula, Lala merasa aneh kenapa jawabanya malah di tertawakan oleh banyak orang yang ada di sana. "Kamu jangan bermimpi menjadi menantu Alexander"


"Saya tidak bermimpi Nyonya besar tapi saya mengatakan apa yang Nyonya besar Aura katakan"


"Hahahaha, kamu percaya dengan Aura??? Hahaha dasar bodoh" Laudya tertawa melihat wajah bodoh Lala


"Baron putar rekaman suaranya"


"Baik Nyonya besar"


Rekaman suara diputar, Lala mendengar semua perkataan nya kemari malam setelah keluar dari dalam kamar rawat tripel. Dia tidak menyangka mereka semua tau tentang semua ini dan berpikir dari mana mereka tau. "Kamu bertanya tanya dari mana asal suara kamu????" Laudya bertanya saat rekaman nya sudah berhenti.


"Apa maksud kalian???"


"Maksud kami menyuruh kamu datang kemari karena ingin bermain main dengan kamu"


"Kamu ingin menyingkirkan putra dan putri ku???"


"Tidak Nona muda, saya tidak berani"


"Hahaha" Princess yang sedari tadi memegang cambuk pun berdiri dari samping Van, Princess berjalan medekat kearah Lala yang sudah mundur mundur.


"Kenapa kamu takut?? Kamu kemarin bercelote ingin melenyapkanku??"


"Tidak, saya akan melaporkan kalian kekantor polisi"


"Oh silahkan saja, aku akan menunggu"


Lala menghubungi polisi dan dia mengatakan telah di jebak keluarga Alexander, tentu saja kepolisin yang tau siapa keluarga Alexander tidak mau ikut campur. Dan menyuru Lala untuk meminta Maaf kepada Keluarga mereka setelah itu sambungan telpon terputus.


"Bagaimana sudah selesai?" Princess mengejek Lala yang ada di depan nya.


"Kamu sudah aku beri kesempatan malah kamu menyakiti putra dan putriku!! Aku tidak akan membiarkan putra ku merasakan lagi"


Ctas... cambuk di ayun kan Princess di lantai Markas, semua anggota Leon king merasa ngeri melihat itu.


Ctas Ctas


"Ahh tolong tolong"


Princess mengayunkan cambuknya kepada Lala sektika Lala langsung terjatuh, Princess menatap Lala yang terus mundur. "Kamu wanita gila"


"Hahaha, kamu pikir aku waras?? Sungguh bodoh"


Ctas ctas ..


Lagi lagi Princess mengayunkan cambuknya, Darah segar mengalir di lengan Lala, Lala sudah mengerang kesakitan karena dia terus di cambuk oleh Princess.


Setelah Lala sudah berlumuran darah Princess berhenti, setelah itu membuang cambuknya kesembarang Ara. "Lempar wanita sialan ini ke kandang Peliharan Van"

__ADS_1


"Baik Nona muda"


Lala di masuk kan kandang singa Van yang ada dimarkas tentu saja dalam masih keadaan hidup, teriakan demi terikan terdengar dari kandang singa Van. Setelah semua nya selesai mereka semua kembali ke rumah sakit untuk menemani tripel yang sudah lama di tinggal.


__ADS_2