PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
PERANG


__ADS_3

"Tunggu, aku akan kembali"


Bhuk.. Bhuk .. Brak


Dorr .. Dor.. Dorr


Phak.. Bruk


Princess pergi dengan Roy yang ada didepan nya dan ada dua pengawal yang menjaga Princess dibelakang, gaun yang panjang membuat Princess susah untuk bergerak, dia hanya fokus pada langka kaki nya.


"Roy siapa mereka???"


"Musuh bebuyutan tuan muda nona"


"Kalian tau semua ini akan terjadi???"


"Iya nona"


"Lihat saja aku akan membalas Van sudah merusak kebahagiaan"


"Mari sini nona lewat sini"


Princess berbalik menatap dua pengawal yang khusus untuk menjaga Princess. "Kalian berdua carikan aku baju yang cocok untuk membatu tuan kalian"


"Tapi nona"


"Pergi atau aku tembak kalian di sini"


Para pengawal menatap Roy seakan meminta ijin kepada asisten pribadi tuan muda mereka. Mereka tidak mau salah langkah karena taruhan nya nyawa mereka sendiri. Roy menganggukkan kepalanya, setelah itu para pengawal pergi dari sana.


Roy membawa Princess ke kamar hotel yang tadi nya di tempati Van, Di sana sudah ada Yuvi yang sedang duduk di tepi ranjang. Yuvi yang mendengar pintu dibuka segera mengambil senjata yang ada dibalik gaun panjang nya.


"Yuvi"


"Princess"


"Kenapa kamu ada di sini???"


"Menunggu pengawal mengambil baju untuk ku, aku akan membantu Mommy dan Aunty"


"Baik kita tunggu bersama, aku juga menunggu baju ganti"

__ADS_1


Tok tok tok


"Jangan keluar nona, dia bukan pengawal yang kalian suru datang. Kalian diam jangan bersuara"


Roy melihat layar ponsel nya yang langsung terhubung dengan CCTV tersembunyi yang ada di samping pintu, dugaan Roy benar yang ada didepan pintu bukan anak buah yang pergi mengambil baju untuk nona muda nya.


Sedangkan anak buah Van yang ingin kembali ke kamar nona muda nya melihat ada musuh didepan pintu mereka bersembunyi. Karena yang mereka incar istri tuan muda nya.


"Kita disini saja sampai mereka pergi, di sana ada tuan Roy pasti dia melakukan sesuatu untuk mengecoh lawan"


Di dalam kamar Roy berjalan ke arah almari yang ada di sana, menyibak baju baju Van setelah baju tersibak Roy menekan bagian dalam almari dan dinding yang ada di sisi almari terbuka.


"Nona mari kita masuk, mereka seperti nya ingin mendobrak pintu"


Dan benar saja pintu terdengar didobrak dari luar, Princess dan Yuvi beranjak dari duduk nya berjalan ke arah ruang rahasia. mereka bertiga masuk ke dalam ruangan rahasia, Roy menutup dinding itu dengan menggunakan kode yang ada di ponsel nya.


Saat dinding baru tertutup pintu kamar terbuka dengan sangat kasar, ada 10 musuh masuk ke dalam kamar mereka mencari ke segala penjuru kamar tapi tidak menemukan siapa pun yang ada di dalam kamar.


Setelah tidak menemukan yang mereka cari, mereka semua keluar dari kamar hotel. Mereka memasuki Lift untuk naik ke lantai atas dimana kamar pribadi Van di hotel.


Setelah memastikan semua aman Roy keluar dan anak buah Van datang membawa baju ganti untuk Princess dan Yuvi.


"Tuan"


Para pengawal memberikan paper bag yang mereka bawa kepada Princess dan Yuvi menerima pakaian yang akan mereka gunakan. Mereka berdua masuk kedalam walk in closet.


Beberapa menit mereka sudah mengganti baju mereka berdua. Mereka keluar yang melihat Roy sudah memegang pisau yang sangat banyak.


"Nona bawa ini, dan apa kalian sudah memakai pelindung didalam baju kalian???"


"Hemm" Setelah itu Princess mengambil pisau itu mereka selipkan disaku baju yang mereka pakai. Setelah semua siap Roy, Princess, Yuvi dan empat pengawal pergi kamar hotel menuju dimana perang berlangsung.


Mereka melihat dari jauh Van sedang bertarung dengan pria yang seperti nya memiliki dendam dimata nya kepada Van. Sedangkan para sahabat Van melawan orang kepercayaan Ervan.


Ervan musuh bebuyutan Van yang mengajak beberapa kumpulan mafia untuk bergabung menyerang Van. Apa lagi orang orang yang ingin tau dan penasaran dengan empat serangkai yang tak kenal ampun.


Semakin dekat mereka mendengar suara erangan, tembakan, pukulan memenuhi lantai bawa hotel.


Princess mendekat ke arah Van yang banyak yang menyerang saat melihat Ervan kena pukulan dari Van. Princess melempari mereka dengan pisau yang sangat kecil kepada musuh yang menyerang Van.


Meskipun Van terlihat biasa tapi Princess sangat tidak terima suami nya dikeroyok. Syett ... jlep ...Ahh

__ADS_1


Syett... Jlep..ahhh


Van dengan Ervan menoleh siapa yang menyerang anak buah Ervan dengan pisau kecil, mereka berdua melihat Princess yang tersenyum untuk Van yang sangat manis membuat Ervan tertegu ditempat melihat Princess yang tersenyum.


"Sayang, pergi dari sini"


Ervan mendengar Van memanggil nya sayang, sekarang Ervan tau siapa istri Van yang selama ini di sembunyikan Van.


Wanita yang ingin Ervan lenyapkan untuk membuat Van terpuruk dan hancur, ternyata sangat cantik dan bisa melindungi diri nya sendiri. Ervan tertarik dengan Princess keinginan untuk membunuh Ervan urungkan, sekarang Ervan ingin Princess menjadi istrinya.


Van menggeram melihat tatapan Ervan dengan ingin. " Ervan jaga mata elo berengsek"


Ervan yang mendengar Van marah dengan dirinya menatap Van dengan senyum miring. " Gue bakal rebut Istri elo dan menjadikan dia istri gue Rivano Alexander"


Past .. Bhug .. Bhug


Bhug.. Brak..


Van menyerang Ervan dengan membabi buta, Van sangat marah mendengar Ervan mengatakan kalau dia ingin merebut Istrinya.


"Gue enggak akan biarin elo merebut Princess dari gue sialan" Van berkata disela pukulan nya kepada Ervan.


Ervan tau sekarang nama wanita cantik yang sekarang sedang bertarung tidak jauh dari Ervan dan Van bertarung.


Princess banyak yang menyerang sekitar sepuluh orang, Princess tidak merasa kewalahan karena Van sudah mempersiapkan lama dan tidak terlalu lama karena Princess memegang sabuk hitam.


Para orang tua Yuda, Luwis dan Jonie membantu para mafia yang mereka undang untuk datang ke acara pernikahan Van dengan Princess.


Kumpulan Mafia yang memang memiliki hubungan baik dengan Leon king. Yang tidak memiliki hungan mereka tidak akan diundang.


Pats pats pats


Bhug bhug brak.


Van yang melihat keahlian istrinya sangat bangga, Van yang terus bertarung dengan Ervan sesekali melirik Princess yang diserang dari segala arah.


Van yang fokus dengan Ervan yang memang kekuatan mereka sama, jadi dengan muda Ervan melawan Princess, Van yang memang sudah yakin dengan Princess sudah tak lagi melirik Princess.


Siapa sangka kepercayaan Van tadi membuat Princess ada maut yang mendekat, Princess yang tega fokus dengan orang orang yang mengelilingi nya tidak menyadari ada orang yang sedang mengincar nyawa nya.


Memang penyerangan ini untuk membunuh Princess agar Van hancur, tidak tau saja kalau ketua mereka merubah pikiran nya untuk membunuh Princess.

__ADS_1


Tapi rencana itu tidak diketahui anak buah nya dan kumpulan mafia yang diajak bersatu. Orang di unjung sedang membidik Princess, saat Princess lenga


Dor..


__ADS_2