
Setelah Princess di pinda ke ruang rawat inap, Van tidak perna meninggalkan Princess kalau tidak panggilan alam wkwkwk.
Van selalu memegang tangan Princess dan tidak perna melepaskan nya kalau Princess mengatakan kalau tangan nya merasa kebas.
"Sayang"
"Aku enggak mau kamu kayak kemarin"
"Kenapa???"
"Kamu harus tetap ada disamping kamu dan aku mau pastikan kalau kamu enggak akan buat aku menggila sayang"
"Iya tapi tangan aku sakit Ano"
Van menghela napas mendengar apa yang dikatakan Princess kepada nya. Van mengala dia yakin Princess enggak akan ninggalin dia lagi seperti kemarin.
"Sayang"
"Hemm"
"Kamu setelah ini enggak boleh ikut aku dalam bahaya!!"
"Iyah Ano sayang kamu sudah mengatakan dari dua hari yang lalu"
"Aku enggak bosan baut ingetin kamu"
"Aku yang bosan mendengar nya Ano"
Van menatap Princess yang tenga menatap nya dengan mata indah nya, mata yang sempat tertutup tidak ingin bangun sekarang terbuka. Van menatap dalam mata Princess seakan dia takut mata itu akan kembali terpejam.
"Sayang"
"Hemm" Van menyahut tapi tetap menatap mata indah Princess
"Kamu tidak ke kantor???"
"Enggak"
"Kenapa???"
"Memastikan kamu tidak memejamkan mata indah kamu sayang"
"Aku sudah tidak apa apa Ano"
"Aku enggak mau, mulai sekarang aku enggak mau tinggalin kamu sendiri"
"Kamu jangan berlebihan Ano, Aku sudah sehat"
"Kamu juga berlebihan sayang"
"Kenapa aku???"
"kamu menunggu aku menangis baru kamu bangun"
"Aku kapan membuat kamu menangis???"
"Saat kamu dinyatakan meninggal sayang, itu membuat aku sangat sakit, terpuruk, ingin meratakan rumah sakit ini dengan tanah dan membunuh semua dokter dan perawat yang bekerja di sini" Van mengatakan dengan air mata yang kembali menetes karena mengingat empat hari yang lalu saat Princess dinyatakan meninggal.
Princess mengusap air mata Van yang menetes, Van menggenggam tangan Princess lalu Van mencium tangan Princess dangan sangat sayang.
"Apa aku mati Ano"
__ADS_1
"Jangan katakan itu sayang"
Princess tersenyum menatap Van yang masih menggenggam tangan nya. Princess tau dibalik sifat kejam nya ada kelembutan di balik semua kekejaman nya.
"Jangan bicara yang membuat aku kembal ingat dengan kejadian itu sayang"
"Lalu kamu mau bicara apa??"
"Kita bahas malam pertama yang belum kita lakukan sayang"
Pipi Princess memerah mendengar apa yang Van katakan, Van yang melihat pipi Princess memerah semakin ingin menggoda Princess.
"Kenapa kamu diam saja sayang"
"Apa?? Lalu aku harus menjawab apa??"
"Yah kamu bilang apa gitu sayang, kan aku juga mau merasakan malam pertama!!! Kata mommy dan Daddy indah dan enak sayang"
"Kenapa Mommy dan Daddy bilang begitu???"
"Karena anak nakal ini kemarin bertanya kepada kami bagaimana cara nya malam pertama!!!"
Bukan Van yang menjawab tapi Jonie dan Aura yang baru saja ingin masuk dan mendengar pembicaraan Van dan Princess.
Pipi Princess semakin memerah mendengar apa yang dikatakan mertua nya kalau Van menanyakan privasi kepada Aura dan Jonie.
"Rugi badan gede enggak tau caranya enak enak"
"Sudahlah Dad berhenti meledek ku"
"Kenapa?? Kamu malu Princesa tau??? Atau jangan jangan pusaka mu tidak bisa digunakan???"
"Kenapa saling pandang??? Mau mommy congkel mata kalian???"
"Tidak Mom"
Princess terkekeh melihat Van dan Jonie yang sama sama tidak membantah perkataan Aura, Jonie yang sangat bucin sama Aura jelas saja menjadikan Jonie tidak berani kepada Aura.
Van melihat Princess yang terkekeh membuat Van merasa sangat gemas dengan Princess, Van mendekat ke arah Princess, Van menciumi wajah Princess.
Princess tertawa karena merasa geli dengan apa yang dilakukan Van kepada nya. "Kamu sudah berani mentertawakan aku jadi aku hukum kamu"
Hhuuuffff
"Ano kamu yah nyebelin"
"Aku tau aku tampan sayang"
Princes memutar mata nya malas sedangkan ke dua orang tua Van terkekeh melihat tingkah menantu dan anak nya. Saat mereka tengah asik bercanda mereka mendengar pintu terbuka, mereka melihat siapa yang datang.
"Pak Yuda"
"Aura, Pak Jonie. Kalian sudah ada di sini???"
"Baru saja datang pak"
Princess yang melihat ayah nya datang pun tersenyum melihat Yuda sehat kembali setelah kemarin jatuh sakit.
"Nak, Ayah bawa kan kamu nasi goreng dengan telur setengah matang"
"Ah kebetulan sekali yah makanan disini tidak enak. Aku mau makan itu saja ayah"
__ADS_1
Yuda memberikan kotak makan yang ada ditangan nya kepada Van yang duduk disamping Princess, Van membuka kotak makan itu yang ad dua kotak makan.
"Yah ini satu nya" Van menyodorkan kotak makan satu lagi kepada Yuda, Van mengira kalau nasi goreng yang satu lagi untuk Yuda.
"Itu kamu makan nak, karena ayah memang sengaja membawa dua nasi goreng"
"Maaf pak, Ra. aku tidak tau kalian ada di sini jadi aku hanya membawa dua saja"
"Tidak apa apa kami sudah sarapan"
Aura tidak bohong sebelum mereka datang memang sudah sarapan, malah mereka juga membawa makanan untuk anak dan menantu nya yang lupa ada didalam mobil.
Aura sudah menyuruh anak buah nya untuk turun mengambil makanan yang ada didalam mobil. Penjagaan Princess memang diperketat oleh Van, karena Van takut kalau ada penyusup yang masuk.
Mereka berlima saling mengobrol ringan kadang diselingi dengan perdebatan antara Van dan Jonie yang tidak mau mengalah dan tentu itu mengundang gelak tawa orang yang ada di sana.
tok tok tok
Ceklek...
"Maaf semua, ini makanan sudah saya ambil"
"Masuk lah Bob taruh dimeja sebelah sana"
"Baik nyonya besar"
Anak buah Van yang dipanggil Bob itu menaruh makanan yang dia ambil dari dalam mobil ke meja belakang Van. Dan setelah itu dia tidak langsung pergi dia mendekat ke arah Van dam membisikkan sesuatu.
Setelah mendengar apa yang Bob katakan Wajah Van berubah sangat datar dan bangun dari duduk nya. "Mom, Dad, Yah aku keluar sebentar"
"Kamu mau kemana nak???"
"Ada yang ingn bertamu"
Jika Yuda percaya kalau memang benar ada tamu berbeda dengan Jonie dan Aura mereka mengerti maksud Van. Princess menatap Van bingung.
"Sayang aku keluar dulu dan semua ada dibawa bantal" ucap Van setelah itu dia mencium kening Princess.
Van meninggalkan ruangan Princess setelah pamit ke orang tua nya dan mertua nya dan juga pamit kepada Princess. Van melangka ke lift yang ada di sana dan anak buah nya mengikuti nya dibelakang Van.
Van keluar dari dalam Lift melangka ke arah pintu masuk rumah sakit. Anak buah Van yang ada dibawa membungkuk saat tuan mudah nya melewati mereka.
"Dimana???"
"Disebelah sana"
"Kamu pantau terus aku enggak mau kalau Ervan sampai masuk"
"Baik tuan muda"
"Apa dia datang sendiri???"
"Tuan Ervan datang dengan tangan kanan nya tuan!!"
Van melihat situasi halaman rumah sakit yang sedikit berbeda, Van merasa bukan hanya Ervan yang datang ke rumah sakit.
"Ketat penjagaan dan pakai pakaian seperti pengunjung rumah sakit"
"Baik tuan muda"
Van setelah memastikan Van kembali masuk kedalam rumah sakit dan menghubungi para sahabat nya untuk datang. Dan itu membuat mereka sangat geram dengan Van bagaimana tidak mereka baru pulang ke rumah jam tiga dini hari dan sekarang harus datang ke rumah sakit lagi karena ada nya Ervan dan orang belum Van tau.
__ADS_1