
Princess melihat kucing yang ingin dia bawa ke mansion, kucing Yuda sejenis Rogdoll berbulu panjang dan mata biru.
"Ano, apa boleh aku memelihara kucing di mansion kamu???"
"Itu Mansion kita"
"Jadi apa boleh???" Princess menunjukan puppy eyes nya, yang membuat Van tidak bisa menolak.
"Hemm"
"Terima kasih Ano"
Princess kembali melihat kucing yang ada di belakang rumah mewah dengan berbinar. "Ayah aku mau yang putih saja"
"Baik lah nak"
"Sayang"
Pipi Princess merona merah, orang yang ada di sana tersenyum melihat kemanisan Van apalagi panggilan sayang.
Membuat para tetua gemas sendiri dengan tingkah Van yang tidak perna mereka lihat selain wajah datar dan dingin nya.
"Kenapa???" Princess menghilangkan kegugupan nya dengan tidak menghadap ke arah Van yang memanggil.
"Apa kucing itu lebih menarik dari pada aku???"
"Gemmm, iya"
"Kamu tidak boleh membawa ke mansion, kalau begitu sayang"
Princess langsung menghadap ke arah Van, Princess menatap nya dengan kesal. "Kamu yah tadi bilang boleh sekarang tidak boleh mau kamu apa???"
"Aku tidak mau diduakan Prin"
"Siapa yang menduakan kamu????"
"Kamu"
"Aku???" Princess menunjuk dirinya sendiri
"Mendua dengan siapa???"
"Dengan dia" Van menunjuk empat kucing yang sedang anteng dikandang mereka masing masing.
Semua orang ternganga melihat tingkah Van yang sungguh diluar dugaan. Van yang terkenal dingin kini bersikap konyol cemburu dengan kucing.
"Gemmm, Ano"
"Kenapa???"
"Ayo kita pulang saja dari pada rumah ayah yang roboh, mending mansion kamu yang aku roboh kan"
"Kalau kamu roboh kan aku akan membeli lagi"
"Ayo kita pulang Ano Sa-ya-ng" Princess menekan kata sayang diakhir ucapan nya.
"Baik lah pulang tanpa membawa dia kan"
"Tidak, Ayo pulang"
Semua orang terkekeh melihat tingkah Van yang konyol, termasuk Roy yang mengikuti kemana saja Van pergi.
"Ayah aku pulang dulu, karena Van kayaknya lagi tidak sehat ayah"
"Kamu bawa dia ke rumah sakit sayang" Ucap Yuda yang terlihat khawatir
"Tidak perlu ayah, karena dokter tidak akan bisa menyembuhkan nya"
"Yah bawa saja dia pulang ke mansion kalian, kurung dia nak" Aura tau benar sikap Van yang sangat mirip dengan Jonie selalu cemburu.
"Ah iya mommy dia lebih baik aku kurung di mansion"
__ADS_1
"Roy ayo kita pulang lebih dulu, tuan mu ini bermasalah"
"Apa sih sayang, aku tidak sakit, aku baik baik saja"
"Semua kami pulang dulu"
"Hati hati nak" Maharani terkekeh.
"Aura lihat dia seperti daddy nya"
"Ibu benar, Kalau aku lihat lebih dari daddy nya bu"
Dua wanita beda usia itu terkekeh melihat Van dan Princess. Setelah kepergian Van dan juga Princess keluarga Van dan Ayah Princess mengobrol santai di rumah Yuda.
Sedangkan Princess sekarang sudah cemberut didalam mobil. Karena tidak jadi membawa pulang kucing yang dia ingin kan.
"Sayang kamu kenapa???"
Princess yang duduk di kursi penumpang pun membuang muka keluar jendela. Seakan diluar lebih menarik dari pada yang didalam mobil.
Apalagi sekarang Roy menjadi penonton di kursi belakang, karena tadi Princess masuk ke kursi samping pengemudi
Jelas Van masuk kedalam sisi mobil jadilah Van yang membawa mobil. Roy duduk dibelakang menyaksikan nona dan tuan nya drama.
"Pusing juga punya pasangan, apalagi lagi ngambek gini" Batin Roy
Princess tidak menggubris panggilan Van sejak tadi, Princess bersikap tuli mendadak. Van yang tidak di cuekin Princess pun bingung harus bagaimana.
"Kamu Diam Ano"
Princess mengatakan tanpa menoleh ke arah Van yang ada disamping nya, Princess sangat kesal karana sikap Van yang menurut nya berlebihan.
"Roy, kamu jangan diam saja cari cara biar Princess mau bicara dengan ku"
"Tuan bawa saja Mecky pulang"
"Kucing putih tadi yang kamu maksud Roy"
"Iyah tuan"
"Roy kamu yang membujuknya"
Roy membuang nafas kasar, bagai mana bisa Nona muda nya dia yang membujuk. Kalau sampai berhasil bisa bahaya untuk dirinya.
"Kalau nona mau bicara bisa di ledakan kepala ku" Batin Roy
"Roy cepat"
"Gemmm, Nona. Apa nona ingin Macky pulang bersama kita???"
"Iyah bawa dia untuk ku Roy"
"Sayang kamu mau bicara dengan Roy, tapi tidak mau bicara dengan ku"
"Roy kamu berani bicara dengan nona mu, Aku akan meledakan kepala mu itu nanti"
Roy membuang nafas nya berulang kali. " Tuan muda yang ingin saya menanyakan, sekarang apalagi taun"
"Aannnnooo"
Van dan Roy terkejut mendengar teriakan Princess yang melengking didalam mobil. Mereka berdua mengusap telinga mereka.
Princess menatap Van yang terlihat mengerikan dimata Roy dan Van. Dada naik turun, hidung kembang kempis, dan mata yang memerah.
"Kepala mu yang akan aku ledakan Ano"
"Glek" Ano menelan silva nya susa paya, mendengar apa yang diucapkan Princess
"Sayang maafkan aku"
Roy yang melihat seorang ketua mafia kejam tunduk di hadapan calon istrinya. Roy menahan tawa melihat raut Van yang tidak perna dia lihat.
__ADS_1
"Kamu sebaik nya diam Ano dan jangan bicara kepalaku pusing"
"Ayo kita ke rumah sakit"
"Pulang"
"Tapi"
"Pu-la-ng Ano"
Van pun mengikuti apa yang Princess inginkan pulang ke mansion Van. Roy yang melihat hanya bisa menahan tawa.
Roy masih sayang dengan nyawa nya, dia tidak mau kepalan nya di ledakan oleh Van. Roy bener benar menahan tawa sampai wajah nya memerah.
Van memasukan mobil nya kedalam gerbang mansion nya. Princess turun dari mobil tanpa menunggu Van membuka kan pintu mobil
Van yang melihat itu segera menyusul Princess yang benar benar marah. Roy yang melihat nya hanya menghela nafas kasar.
"Roy"
Roy menoleh saat ada suara yang memanggilnya dari arah belakang. Roy yang baru keluar dari dalam mobil pun menoleh ke arah sumber suara.
"Iya Tuan muda"
"Carikan Princess dua anak kucing"
"Baik tuan muda"
Setelah mengatakan itu Van masuk kedalam mansion, masuk kedalam lift naik ke lantai atas dimana kamar nya berada.
Van keluar dari lift melangka lebar ke arah pintu kamar nya. Van membuka pintu lalu masuk kedalam tidak menemukan Princess ada dikamar.
Saat Van ingin keluar kamar, Van mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Van mengurung kan niat nya untuk keluar kamar.
Van menunggu Princess ditepian ranjang, dengan mengotak atik benda pipi nya. Melihat foto foto yang tadi Aura kirim.
Ceklek...
Van mengalikan pandangan nya ke arah Princess yang baru keluar dari kamar mandi, bersamaan dengan deringan ponsel dari telpon genggam Van.
Van melihat siap yang menghubunginya. Setelah tahu Van mengangkat telpon nya. "Hello"
"Aku akan kebawa"
Van mematikan sambungan telponnya lalu beranjak dari duduk nya melangka meninggalkan kamar nya.
Van memasuki lift turun kebawa, Van mendapatkan telpon dari Roy yang sudah mendapatkan pesanan nya
Van keluar dari lift berjalan keluar mansion, dimana Roy dan kucing pesanan nya berada. "Cepat sekali kamu mendapatkan nya"
"Karena saya sedia payung sebelum hujan tuan muda"
"Mana???"
Roy memberikan dua anak kucing yang berbulu lebat dan panjang mata biru yang membuat kucing itu terlihat sangat menggemaskan.
Van membawa dua kucing itu masuk ke dalam mansion, Van melangka ke arah lift mansion. Saat pintu terbuka terlihat Princess ada didalam Lift.
"Prin lihat ini untuk kamu"
Princess menatap dua kucing menggemaskan yang dibawa Van. " Kenapa kamu memberikan nya kepada ku???"
"Ini untuk permintaan maafkan ku"
"Baik aku maafkan kamu Ano"
"Aku akan memberinya nama Princess dan Rivano"
"Apa???"
"Kamu tidak setuju Ano???"
__ADS_1
"Baiklah sayang terserah kamu saja"
Van memilih Diam dari pada Princess mengeluarkan tanduknya. Mafia kejam takut dengan calon istrinya.