PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
PURA-PURA


__ADS_3

Dua minggu berlalu di mana Sherly masuk rumah sakit dia sudah ada di Mansion utama sejak dua hari yang lalu, Sherly banyak diam sejak di rumah sakit. Jika sebelum terluka dia masih bisa bercanda, tertawa, bermain, kali ini Sherly hanya diam duduk sendiri di ruang keluarga.


Jika ada yang mendekat dia akan menghindari nya, jika ada yang bertanya dia tidak akan menjawab hanya diam atau malah pergi begitu saja, setiap makan akan ada yang mengantar makanan nya ke lantai dua kamar nya.


Dia banyak menyendiri dan tidak bergaul dengan siapa saja termasuk dengan Mommy dan Daddy nya, Ella benar-benar frustasi dan bingung bagaimana dia bisa dekat lagi dengan putri semata wayang nya.


Princess dan Van yang mendengar kalau Sherly terluka segera pulang ke Mansion utama untuk melihat Cucu nya yang kini tidak mengingat siapa saja. Dada Princess bergejolak mendengar kabar tentang cucu kesayangan nya.


Van dan Princess langsung terbang untuk kembali ke kota mengunjungi Cucu mereka yang kini keadaan nya sudah membaik hanya saja dia tidak mau bergaul dengan penghuni Mansion.


Sherly hanya menghabiskan waktu nya di dalam kamar bermain boneka yang di berikan Van saat Sherly dengan ke dua orang tua nya ingin kembali ke Mansion utama.


Van dan Princess sudah sampai di Mansion utama bawahan nya yang melihat Nyonya dan Tuan besar nya mereka menunduk hormat. Princess dan Van tidak lagi berpakaian sederhana seperti dia ada di kampung.


Mereka berdua tidak datang bersama dengan Roy, karena Roy sudah terbang lebih dulu saat mendengar kabar Nona kecil nya terluka. Roy tidak kembali ke Mansion utama melainkan langsung menuju Markas Leon King.


Princess masuk ke dalam Mansion Van dan Princess di sambut hangat oleh anak dan cucu nya termasuk. Tidak dengan Sherly yang masih ada di dalam kamar nya yang asik dengan boneka nya.


"Selamat siang Mi..!!"


"Selamat Siang menantu ku yang bandel!!!" Princess memeluk Aula dan Felisa yang menyambutnya dengan sangat senang.


"Selamat datang Mi..!!" Tripel memeluk Princess dengan Arion dan Arvin dengan sayang berbeda dengan Ella yang menyesal.


"Selamat datang Mi" Yoga mendekat dan memeluk Mertua nya dengan rasa bersalah, Princess yang tau menepuk punggung Menantu nya dengan lembut.


Princess duduk dengan anak dan menantu nya di ruang keluarga, mereka membahas Sherly yang berubah 360 Drajat. Tidak ada suara, tawa, canda di dalam diri Sherly, dia hanya diam dan murung di kamar nya


Sesekali dia akan membaca buku yang ada di atas meja belajar nya, tapi dia tidak akan keluar kalau tidak merasa bosan dengan apa yang dia lakukan di dalam kamar nya.


Princess dan Van yang mendengar apa yang di katakan oleh anak dan menantu nya merasa aneh, bagaimana bisa dalam waktu satu malam Sherly bisa berubah menjadi sangat dingin.

__ADS_1


Yah memang Sherly berubah sejak ada di rumah sakit setelah sadar dari pengaruh obat, sampai perubahan itu dia bawa pulang ke Mansion utama.


"Mami akan melihat Sherly dulu!! Mami ingin melihat keadaanya dan ingin tau apa yang menyebabkan Sherly berubah"


Princess beranjak dari duduk nya berjalan ke arah lift untuk naik ke lantai dua dimana kamar cucu nya berada sedangkan Van dia masih duduk di ruang keluarga dengan anak dan menantu nya.


Mereka membahas tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini yang mereka selalu saja mendapat serangan yang tidak terduga seperti terlukanya Sherly dan Vero yang hanya Lecet karena saat itu dia dengan sigap melawan serangan dadakan yang di tujukan kepada dirinya.


Sedangkan Princess kini sudah ada di depan pintu kamar Sherly, Princess mengetuk pintu kamar Sherly tiga kali. Tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar.


Princess membuka perlahan pintu kamar yang tidak terkunci, Princess masuk ke dalam kamar dia melihat kalau Sherly tengah sibuk dengan buku yang ada di atas meja di depan nya.


"Sherly..!!"


Sherly yang mendengar suara Princess menoleh tanpa mengeluarkan suaranya hanya menatap Princess dengan mata polos nya. princess menutup pintu dan mengunci pintu kamar Sherly.


"Kamu lagi apa Sayang??" pertanyaan Princess yang to the poin tanpa bertanya apa Sherly ingat dengan nya atau tidak.


"Kamu masih ingin berpura-pura dengan Nenek yang sudah merawat kamu sejak kecil hingga Nenek dan Kakek memutuskan untuk meninggalkan kamu dengan para saudara kamu" ucapan Princess membuat Sherly terkejut bagaimana bisa Nenek nya tau kalau dia hanya berpura-pura lupa ingatan.


Princess melihat kediaman Sherly menunjukan kalau dia memang tidak hilang ingatan tapi hanya pura-pura dan entah kenapa dia melakukan itu, anak sekecil Sherly bisa mengelabuhi dokter dan para orang tua nya.


"Kenapa kamu terkejut Nenek tau?? Tenang saja Nenek tidak akan memberi tau siapapun termasuk Kakek yang mungkin juga tau kalau kamu hanya pura-pura sayang" lirih Princess yang sangat pelan takut kalau kamar Sherly tidak kedap suara.


"Kenapa Nenek bisa tau?? Bahakan Mommy dan Daddy saja percaya kalau aku lupa ingatan" Lirih Sherly.


"Karena kamu cucu Nenek!! Jadi Nenek tau kalau cucu Nenek yang cantik ini hanya mengelabuhi semua orang"


"Apa Nenek Cenayang??"


"Hahaha.. Kamu aneh-aneh saja sih"

__ADS_1


Princess mengajak Sherly duduk di tepi ranjang yang sangat luas yang ada di dalam kamar Sherly, Princess selalu saja bersikap lembut kepada Cucu-cucu nya apa lagi dengan Sherly yang membutuhkan kesabaran dan kelembutan Lebih.


"Apa yang membuat kamu memutuskan untuk mengelabuhi semua orang tua??"


"Sherly benci dengan Mommy yang egois dan Daddy yang tidak berani dengan Mommy"


Sherly menceritakan semua yang terjadi di rumah sakit tentang Uncle yang menasehati Ella, Mimi nya menasehati Ella semua orang menasehati Ella tapi tidak satu orang pun yang mampu membuat Ella sadar.


Princesa mendengarkan semua yang di ceritakan oleh cucu nya dengan tanpa memotong dengan detail karena dia tidak mau kalau sampai salah mengartikan.


"Jadi kamu pura-pura belum sadar hanya ingin tau kalau Mommy kamu menyesal atau tidak begitu maksud kamu sayang??"


"Iyah Nek.."


Princess benar-benar kecewa dengan Ella yang sudah sangat berubah sejak Sherly di culik. "Apa yang harus aku lakukan agar Ella sadar" Batin Princess dengan mengusap lembu kepala Sherly.


"Kenapa Nenek diam saja?? Apa Nenek marah dengan Sherly??"


"No sayang!! Nenek hanya tidak percaya kenapa Mommy kamu menjadi seperti itu"


"Entah lah Mommy sangat egois bukan Nek"


"Iyah kamu yang sabar saja dan lanjutkan Akting kamu sayang"


"Apa Nenek tidak Marah??"


"Untuk Sherly yang berbohong"


"Tidak untuk Apa Nenek marah sayang"


Princess memeluk cucu nya dengan sayang, dia ingin tau kalau dia memang sangat sayang dan cinta kepada Cucu-cucu nya.

__ADS_1


__ADS_2