
"Boy, apa kamu tidak ingin mengajak calon istri kamu datang ke mansion utama???"
"Aku akan datang sabtu besok dad" ucap Van
"Baiklah, daddy sudah membantu mu hari ini jangan ganggu mommy mu saat datang nanti!!"
"Kalau tuan Alex tidak ingat biar aku ingatkan, istri daddy mommy ku. Wajar kalau aku manja dengan nya tuan Alex!!!!" ucap Van dengan mengejek Jonie
"Daddy, tidak akan membiarkan kamu mencuri mommy dari daddy". ucap Jonie setelah itu Jonie meninggalkan ruangan anak nya
Princess hanya diam menatap Van yang fokus dengan laptop didepannya. Princess tak ingin mengganggu waktu Van yang sedang sibuk dengan berbagi berkas yang menumpuk dan laptopnya. Princess memilih memainkan handphone nya melihat lihat sosial medianya.
Suara ketukan membuyarkan konsentrasi Van, dan mengalihkan tatapan Princess yang awalnya fokus pada layar handphone nya sekarang menatap pintu, menunggu siapa yang datang.
"Maaf, tuan mengganggu. Diluar ada nona Sinta yang ingin bertemu dengan anda??"
"Suru pergi bilang aku sedang tidak bisa diganggu oleh siapa pun" tegas Van
Sekertaris Van belum menjawab, pintu ruangan itu kembali dibuka oleh seseorang. Perempuan berpakaian seksi, masuk kedalam ruangan Van.
"Sayang sesibuk apa kamu sampai tak ingin bertemu dengan ku???" Sinta mendekat ke arah Van. Yah yang membuka pintu tadi Sinta mantan kekasih Van yang meninggalkan Van demi pria lain.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan!!" ucap sekertaris Van
Princess menatap Sinta yang sudah mendekat ke arah Van, tapi Van tak menghiraukan Sinta. Dengan tidak tau dirinya Sinta mengalungkan tangannya dileher Van.
"Maaf anda siapa yah???" tanya Princess saat Sinta ingin mencium pipi Van
Sinta yang merasa ada orang lain yang ada di ruangan itu pun menatap Princess dengan pandangan tidak suka.
"Kamu yang siapa??? Berani mengganggu waktu ku dengan Van!!!" ucap Sinta
Princess menatap Sinta dengan alis yang terangkat sebelah. Princess senyum mengejek ke arah Sinta.
"Kamu yang mengganggu kebersamaan kami tante!!!" ucap Princess dengan mengejek Sinta
"Kurang ajar kamu!!!!" pekik Sinta yang berjalan mendekat ke arah Princess
Van menatap Sinta yang mendekat ke arah Princess dengan senyum mengejek. Van seakan sudah tau apa yang akan terjadi.
"Tante, stop. Jangan dekat dekat, aku malu melihat pepaya tante yang ingin keluar" ucap Princess yang sudah berdiri dengan padangan mengejek.
"Tante memakai pakaian kurang bahan, apa tante tidak malu dengan umur???" Princess masih terus melontarkan kata kata pedas yang membuat Sinta naik pitam.
"Kamu siapa yang berani menghina saya???" pekik Sinta
"Saya??" Princess menunjuk dirinya sendiri."Saya, tunangan Ano". Ucap Princess
Sinta terkejut, siapa sangka Van yang disebut pria dingin dan tak tersentuh, setelah putus dengan Sinta Van menemukan Gadis muda yang mungkin umurnya dibawa nya jauh.
"Ano??? Siapa Ano???"
"RIVANO ALEXANDER tan-te!!!" Princess menekankan kata tanta diakhir kalimat.
"Hahahaha, Ano!!!! Kamu memanggilnya Ano??? Yang bisa memanggilnya Ano hanya grandma Van!!!" ejek Sinta seakan tau segalanya tentang
"Sayang, liat tante ini berkata aku tidak bisa memanggil kamu Ano!!!"
Van mendekat, lalu memeluk pinggang ramping Princess, lalu mencium kening Princess.
"Jangan dengarkan dia, kamu bisa memanggil aku sesuka mu" ucap Van dengan menyingkirkan rambut yang menutupi pelipis Princess.
"Apa apaan ini Van, kamu menduakan aku dengan perempuan ini??? Apa yang kamu lihat dari nya???"
" Mendua kamu bilang, kita sudah selesai lama sialan!!!" pekik Van
Bukan hanya Sinta yang terkejut tapi juga Princess yang ada disebelahnya. Princess baru tau kemarahan seorang Van ternyata mengerikan, wajah yang memerah, urat urat terlihat.
__ADS_1
tanpa banyak kata lagi Van menggendong Princess keluar dari ruang kerja nya. Princess yang terkejut pun hanya bisa mengalungkan tangan nya dileher Van.
"Heh, brengsek!!!!!" Lirih Princess yang takut didengar karyawan Van. Bukan takut kepada mereka melainkan takut nama Van jelek dimata karyawan nya.
"Hemmm"
"Siapa perempuan tadi??? Kekasih kamu??? Atau mantan kamu???"
"Kenapa??? Kamu cemburu???"
"Sialan!!!!! Bukan nya cemburu aku hanya takut dicabik cabik sama perempuan tadi".
"Tidak akan ada yang berani menyentuh mu selama aku masih ada disisi kamu"
"Sudah diam, kamu selalu membawaku kedalam masalah sialan mu itu"
Van tetap menggendong Princess ala bridal style, tanpa menghiraukan padangan iri, kagum, dari karyawan nya.
Sinta terus membuntuti Van dari belakang, Van tau kalau Sinta terus mengikutinya dari belakang.
"Kamu, akan menjadi milik ku lagi Van. Aku memang salah sudah menyianyiakan kamu dengan selingkuh dari kamu". Batin Sinta yang masih mengikuti Van dari belakang.
Van mendudukkan Princess di kursi penumpang, dengan sangat pelan seakan Princess benda yang muda hancur. Lalu Van berlari masuk kedalam mobilnya.
Semua yang dilakukan Van tidak lepas dari pandangan Sinta yang sedari tadi mengikuti Van dan princess.
"Kurang ajar!!!!" pekik Princess
Sinta masuk kedalam mobil nya, mengikuti mobil Van. Sinta ingin tau kemana pergi nya mereka berdua.
Sementara Van dan Princess berdebat didalam mobil mereka.
"Ano"
"Kamu, mau bawa aku kemana lagi???"
"Tidak, aku mau pulang!!!"
"Tidak"
"Pulang"
"Tidak"
"Diam, atau aku cium kamu"
Princess membungkam mulut nya dengan kedua tangan nya. Dengan menatap Van dengan tajam
"Pintar, diam dan jangan banyak Protes" ucap Van tanpa melihat Princess yang sedang menggerutu.
Setelah menempuh perjalanan yang penuh drama, akhirnya mereka sampai di mansion. Van memasukan mobilnya kedalam gerbang yang menjulang tinggi mansion nya.
Van turun diikuti Princess, semua pelayan dan pengawal melihat tuan muda nya memasuki mansion menunduk.
"Ano!!!!"
"Aku lapar" Lirih Princess dengan menunduk malu. Princess memang sangat lapar, sejak tadi di kantor.
Van mendekat, memegang dagu, mengangkat pelan dagu Princess, agar Princess menatapnya. Van menatap manik Princess.
"Tunggu diruang makan, aku akan turun setelah urusan ku selesai" ucap Van Lirih, lembut, dan hangat.
Enta apa yang membuat Van begitu menghangat saat melihat mata Princess.
Van membalikan badan dan naik ke atas, entah kamar nya atau ke ruang kerjanya. Princess dengan patu berjalan ke arah ruang makan.
"Nona, nona mau makan apa??? Biar saya buatkan"
__ADS_1
"apa aja yang bisa aku makan. Karena aku tidak pemilih"
"Baik lah nona, nona tunggu sebentar"
"Apa nona mau makan salad buah???" ina juru masak di mansion Van. Memberi salad nya kepada Princess
"Boleh"
Tidak lama, Van turun dengan setelan rumah nya. Yang membuat Van terlihat begitu mempesona. Princess menatap Van tanpa berkedip.
"Air liur mu menetes"
Suara Van menyadarkan Princess dari tatapan kagum nya. Tanpa sadar Princess mengelap bibirnya.
"Brengsek"
Pelayan yang melihat itu pun sangat senang, hidup tuan muda nya kemabli berwarna setelah kedatangan Princess di hidupnya.
Makanan mulai ditata di meja makan, Princess yang memang sudah sangat lapar. Sudah sangat ingin menyantap makanan yang ada didepannya. Tapi rasa hormatnya akan tuan rumah, yang belum memulai makan.
"Makan lah, jangan hanya dilihat"
"kamu tidak makan???"
Van mengambil makanan nya lalu di menaruhnya di piring makannya. Setelah selesai baru Princess memulai mengambil makanan nya.
Princess dan Van makan dengan tanpa adanya obrolan atau perdebatan.
"Van"
Princess menoleh kebelakang melihat siapa yang datang, mengganggu makan siangnya.
"Van, kamu jangan kayak gini dong"
"pengawal!!!!!!!!!"
beberapa pengawal datang ke ruang makan dengan wajah yang menunduk, takut akan kemarahan Van yang sudah membiarkan Sinta masuk ke dalam mansion.
"Apa saja yang kalian lalukan??? Sehingga pengganggu ini masuk" pekik Van
"Ma-af kan kami tuan muda"
"Seret dia, sebelum kepala kalian aku pecahkan" teriak Van
"Ba-ba-ik Tuan muda"
Sinta diseret keluar mansion, Sinta yang tidak terima memberontak dan berteriak.
"Lepaskan aku sialan"
para pengawal tidak menghiraukan teriakan Sinta.
Van menyudahi makan nya lalu pergi meninggalkan ruang makan. Diikuti Princess di belakang nya.
Saat sudah ada didepan pintu kamarnya Van diam, tidak membuka kamar nya. Berbalik menatap Princess dengan dingin.
"Kamu menginap lah disini, temani aku"
Princess hanya mengangguk. Setelah itu Van membuka pintu kamar nya masuk dan Princess masih mengikuti dibelakang Van.
"Tidurlah, aku akan menyelesaikan pekerjaanku yang belum selesai tadi di kantor".
"Apa boleh aku tidur di ranjang mu???"
"Tidurlah"
Tanpa banyak tanya lagi Princess menaruh tas nya dimeja yang ada dikamar Van, setelah itu Princess masuk ke kamar mandi mencuci tangan dan kakinya. Setelah selesai Princess mulai menaiki ranjang Van lalu tidur. Van duduk di sofa dengan laptop yang didepan nya.
__ADS_1