PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
BURUNG DALAM SANGKAR


__ADS_3

"Gimana kak, tampan kan dia???" tanya Bulan saat mereka sudah sampai Mansion Van, Bulan dan Bintang langsung ke Mansion Van setelah pulang kuliah, karena Mommy dan Daddy yang menitipkan mereka kepada Van dan Princess selama Yuvi dan El ada perjalanan bisnis.


"Siapa yang tampan sayang?? Suara lembut terdengar oleh ketiga gadis cantik yang tengah duduk di sofa ruang keluarga.


Mereka menoleh kearah sumber suara, mereka melihat Wanita cantik yang tengah mendekat kearah mereka bertiga. " Kenapa diam??? apa kalian tidak mau membagi nya dengan Mami???"


"Mami terlalu tua untuk ikut" Goda Bulan menatap Princess yang duduk di samping Ella.


"Kamu saja yang bilang Mami tua, padahal Mami masih terlihat seperti tujuh belas tahun" Princess mengibaskan rambut panjang nya.


"Kalau Mami terlihat seperti tujuh belas tahun berarti kita ini terlihat seperti bayi Mi???" tanya Ella yang menatap Princess dengan pandangan bertanya apa lagi wajah polosnya serasa Princess ingin menampol anak nya.


"Iyah Kalian Bayi besar, pembuat hura huru"


"Kebalik Mi, yang benar Huru Hara".


"Apa sudah di ganti??? Sejak kapan di ganti???" tanya Princess dengan wajah yang sangat polos.


"Mi, pukul Mami dosa kagak Mi??" Bintang yang sedari diam, menyahut dengan tiada ada beban.


"Kamu mau pukul Mami yang cantik tiada obat ini iyah?? Mami aduhin Papi"


"Sudah lah Mi, kami hanya membahas cogan yang satu tingkat di atas kami" jelas Ella yang kesal dengan drama Mami nya


"Lebih tampan siapa?? Papi atau dia??" tanya Princess kepada putrinya.


"Jelas tampan dia dong Mi, dia masih muda" Ella senyum senyum membayangkan wajah tampan Yoga yang tapi sempet liat muka nya dari deket.


"Sayang Mi, udah punya tunangan"


"Emm, Masih tunangan belum nikah"


"Kenapa Mi???"


"Nikah saja terkadang bisa pisah apalagi cuma tunangan!!"


"Yah Mi, orang dia nya kasar bangat sama tunangannya kayak dijodohin gitu Mi"


"Diantara kalian bertiga siapa yang suka sama dia"


"Itu" Bulan dan Bintang kompak nunjuk Ella yang kini Ella malah ternganga melihat adik sepupu nya yang sangat kompak menunjuk dirinya.


Ella mendengus melihat itu, padahal yang sedari tadi muji Bintang tapi saat kayak gini dirinya yang menjadi tumbal. "Aku tidak suka Mi".

__ADS_1


"Apa dia lebih tampan Papi sebenarnya???" Goda Princess dengan mantap putrinya.


Ella memutar bola mata nya malas melihat Mami nya yang enggak perna berhenti bilang Kalau Papi nya tampan, padahal menurut Ella Papinya tampan tapi masih tampan Yoga. "Masih tampan Yoga Mi" Lirih Ella


Mereka terus membandingkan Yoga dengan Van sampai mereka berempat tertidur di ruang keluarga sampai Sore, Van yang baru pulang kantor melihat putri dan keponakan berserta istrinya malah tidur di Sofa ruang keluarga.


Van memilih untuk tidak mengganggu mereka berempat yang tengah terlelap, Van masuk dalam lift untuk naik kelantai tiga dimana kamar nya.


Setelah setengah jam berlalu Van kembali turun untuk melihat anak, keponakan dan juga istrinya, Apa sudah bangun apa belum. Van keluar dari dalam lift dia berjalan mendekat kearah sofa ruang keluarga. "Ternyata kalian belum bangun"


"Mi, bangun sayang udah sangat sore" Van membangunkan Istrinya terlebih dahulu.


"Emmm.. Pi kamu sudah sangat tampan" ucap Princess dengan suara serak khas orang bangun tidur


"Iyah,,, Ayo bangun. Aku mau bangunin anak anak anak dulu"


"Iyah Pi"


Van mendekat kearah Ella, dia membangunkan putri semata wayang nya, setelah itu Bulan dan bintang. Van menyuruh mereka naik untuk bersih bersih karena hari sudah semakin sore.


...****************...


"Kenapa kalian tidur di ruang makan???" tanya Van di selah mengunyah makanan


"Itu anak Papi suka sama keturunan Laundra" Princess menyahut dengan senyum menggoda kepada putrinya.


Sedangkan Ella yang kembali menjadi tumbal Mami nya, mendengus malas menatap Mami dan Papi nya. Ella tidak menghiraukan dia melanjutkan makan nya.


"Siapa sih dingin dan kaku itu??" Tanya Van


"Hey.. tuan Van yang terhormat. Anda tidak berkaca?? Apa kaca di walk in closet hancur??" ejek Ella


"Tapi Papi tidak sekaku dia" Van membela dirinya sendiri


"Sama saja tuan Van yang terhormat" Van sangat terkejut karena bukan hanya Ella melainkan tripel, twin dan Istrinya ikut kompak untuk mengolok nya


"Kalian mau buat Papi jantungan terus ketemu Malaikat iyah???" kesal Van yang enggak ada di pihak nya.


"Ala kalau kalah mah sudah biasa mendrama" ejek Bulan yang memang dekat dengan Van.


Van menggerutu mendengar keponakannya semakin mengejeknya, Van kembali makan sampai makanan nya habis. Setelah semua nya selesai Van mulai bertanya kembali tentang yang tadi sempat menjadi perdebatan.


"Papi kasih tau, Kalau Yoga itu bagikan burung dalam sangkar" Van memberi tahu putrinya

__ADS_1


"Apa maksud Papi??" Semua juga bingung dengan apa yang di katakan oleh Van, mereka fokus menatap Van.


"Yoga putra Laudra, dia laki laki dingin dan kaku, hampir sama dengan Ar dan Rion, dia se-...." Van ingin melanjutkan kata katanya tapi sudah keduluan Ar dan Rion menyela.


"Papi mau cerita enggak??? Kompak Ar dan Rion


"Jangan di selah Papi mau cerita" Kesal Van


"Baik lah Pi"


"Dia hidup bagaikan di dalam sangkar, semua nya serba diatur. dia punta tunangan namanya Wilona Acelia, Mama dan Papa nya sudah menjodohkan mereka, tapi Yoga selalu menolak"


"Yang di maksud dalam sangkar gimana Pi???" tanya Ella sangat penasaran.


"Seperti yang Papi bilang mulai dari hal sekecil apa pun Yoga akan di atur oleh Mama nya, dia hanya boleh pergi kekantor dan kampus, jika ingin pergi, Wilona harus iku beserta"


Van mulai menceritakan semua tentang yang dia ketahui tentang keluarga Laudra yang sangat berbeda dengan keluarga lain nya yang akan membebaskan anak anak nya.


Semua anak anak nya mendengar apa yang di jelaskan oleh Van tanpa menyela, karena mereka ingin tau semua tentang Yoga, Papi nya juga menyarankan agar Ella tidak menyukai Yoga, karena dia tidak akan dia gapai kalau ada Wilona yang selalu di dekatnya bagaikan body guard bagai Yoga.


"Pi, tapi Yoga sangat kasar dengan ondel ondel itu Pi" Bintang memberi tau apa yang dia lihat dengan kedua saudaranya.


"Dia hanya bersikap kasar kepada orang yang mengganggu nya, jadi Papi mohon jauhi dia" Lirih Van


"Tapi kenapa Pi???" Tanya Ella yang menatap Van sudah beranjak dari duduk nya.


"Papi sudah jelaskan, kalau kamu mau mendapatkan banyak rintangan yang ada termasuk restu orang tua Yoga, kamu tidak akan kamu dapatkan selagi Wilona masih ada di Mansion Laudra.


Van mengajak Princess meninggalkan meja makan, karena Van ingin bermanja dengan Sang Istri yang akhir akhir ini belum sempat bermanja karena banyak nya pekerjaan.


Arion menatap Adik nya yang tengah menunduk, begitupun dengan Arvin yang juga menatap Adik nya dengan pandangan yang sulit di artikan." tenang saja kamu akan mendapatkan siapa pun yang kamu Queen" ucap Arvin.


"Aku tidak menyukai nya kak" Lirih Ella


"Jangan membohongi diri kamu, kalau kamu memang tertarik dengan nya" ucap Arion.


"Kak"


"Naik lalu istirahat, kamu juga twin"


"Hemmm"


Twin dengan Ella masuk ke dalam lift untuk naik kelantai tiga, sedangkan Ar dan Rion tengah membahas hal lain yang ada di dalam Markas.

__ADS_1


__ADS_2