PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
BERKUMPUL


__ADS_3

Setelah makan malam semua keluarga berkumpul di ruang keluarga, mereka membicarakan pernikahan Van dengan Princess.


Selain membicarakan pernikahan mereka juga menceritakan masa kecil anak anak mereka yang membuat para orang tua gemas.


Mereka juga bercanda tertawa menikmati waktu yang ada dengan berkumpul bersama keluarga, apalagi sebentar lagi acara pernikahan di adakan membuat para orang tua tidak menyangka kalau anak anak sudah tumbuh dewasa.


"Van kecil itu sangat manja kepada Grandma nya"


"Ah iya aku jadi ingat saat kamu tidak sengaja menumpahkan air ikan yang ada di aquarium Van, dia langsung mengadukan kakak pada ibu"


"Iya iya ibu langsung menarik telinga ku sampai rasanya terlepas dari tempat nya"


Semua orang tertawa mendengar cerita Van kecil yang sangat manis berbeda dengan sekarang yang sangat dingin dan tak kenal ampun.


"Itu dulu saat Van masih seusia 3 tahun dan sekarang sudah 28 tahun"


"Dan wajah nya sudah tidak menggemaskan seperti dulu. Sekarang seperti kulkas yang berjalan"


"Iya seperti daddy nya dan juga Uncle nya sangat menyebalkan mereka bertiga"


"Kami salah lagi" ucap Jonie dengan Luwis bersama


"Karena kalian daddy dan uncle nya"


"Baik ibu negara yang saya cintai" ucap Jonie dan Luwis bersama.


Semua orang yang ada di sana tertawa melihat ketidak berdaya nya Jonie dan luwis saat menghadapi istri masing masing.


Van yang melihat Princess tertawa dengan cerita masa kecil nya, Van merasa sangat senang dan bahagia, Princes duduk dengan Ayah nya. Yang ada di sebrang meja yang ada diruang keluarga.


Van terus menatap Princess yang tertawa lepas, tawa yang belum perna dia lihat selama ini. Dan sekarang dia melepas tawa nya.


"Bukan hanya Ano saja yang dingin Mom"


"Lalu siapa lagi, ada ini sih Yuvi. Dia kalau di kampus sama saja dengan Ano"


"Gadis nakal ini, kamu menuruni sifat daddy mu, Aunty buang juga nih ke laut"


Yuvi mengerucutkan bibir nya dengan raut kesal nya, saat mendengar candaan dari Aunty nya. Mereka keluarga tidak ada yang merasakan sakit hati atau marah atas candaan yang dilontarkan.


Semua orang kembali tertawa melihat raut wajah kesal Yuvi. Yuvi memang sama dengan Van kalau ada di luar mansion. Bak kulkas berjalan.


Kalau di dalam mansion apa lagi bertemu dengan Van hilang sudah dewasa Yuvi, dia akan manja, jahil, dan sangat cerewet.


"Sudah, jangan bahas kedua ank kita yang berwajah datar ini. Kita bahas masalah pernikahan yang akan segera berlangsung" Aura menghentikan tawa perkumpulan orang yang ada di ruang keluarga.


Pembicaraan mereka mulai serius, dimana persiapan pernikahan Princess dengan Van yang tinggal beberapa hari lagi.


"Besok aku dan Ano akan fitting gaun mom"


"Biar mommy suru mereka datang ke mansion nak"

__ADS_1


"Kalian jangan keluar sebelum menikah, kalau kata orang tua pamali"


"Yah benar itu nak, biar mommy kalian saja yang mengatur" ucap Maharani.


Van dan Princess saling tatap, Van meminta persetujuan Princess begitupun dengan Princess. Mereka tidak ingin mengambil keputusan secara sepihak.


Princess menganggukkan kepalan nya, sedangkan Van tersenyum melihat anggukan Princess. "Terserah mommy saja"


"Harus ini juga demi kebaikan kalian berdua"


Obrolan mereka berlanjut sampai mereka tidak menyadari kalau orang yang mereka bicarakan sedang tidur pulas bersandar di lengan kekar Ayah nya.


Pembahasan mereka berhenti ketika Van menghentikan pembahasan pernikahan, saat melihat Princess yang sudah tertidur bersandar di lengan kekar Yuda.


Van mendekat ke arah Princess yang sangat nyaman tidur bersandaran di lengan Yuda. "Pantas saja dia tidak ikut bersuara, ternyata dia sudah tertidur"


"Boleh saya membawa nya ke kamar???"


"Silahkan nak"


Van menggendong Princess ke arah lift, Van masuk ke dalam lift. Semua orang melihat Van sampai pintu lift tertutup baru mereka melanjutkan pembicaraan.


"Dia sudah menemukan pawang nya"


"Ibu benar, saat dengan gadis sialan itu saja sifat nya tidak begini bu"


"Cucu kesayangan ku, dia tidak pantas bersanding dengan wanita ular itu. bagaiman dengan Dia Ra???"


"Hanya itu???"


"Tidak tapi mengirim ke klub terbesar, untuk di jadikan alat"


"Apa yakin dia tidak akan kembali??"


"Aku tidak tahu bu"


"Ibu tidak mau dia mengganggu cucuku lagi"


"Aku akan pantau bu"


Yuda yang tidak mengerti pun tidak bersuara sama sekali, begitupun dengan para suami dari Laudya dan Aura.


Luwis dan Jonie tahu tapi mereka tidak ingin ikut campur dalam kasus yang tidak terlalu berbahaya untuk keluarga nya. Jika wanita itu berulah lagi sudah dipastikan akan dikirim ke neraka oleh dua orang pria yang sedang menyimak.


Aura melihat Yuda yang sedang kebingungan di tempat duduk nya. "Pak Yuda pasti bingung yah dengan apa yang kami bicarakan"


"Ini membahas manatan Van"


"Ah iyah Au"


"Kalau boleh tau kenapa di kirim ke luar negeri???"

__ADS_1


"Karena dia membuat ula di kehidupan putra ku pak"


Mereka mengganti topik untuk dibicarakan, sampai tidak menyadari kalau sudah sangat malam. Mereka menyudahi berkumpul mereka.


Semua yang ada di ruang keluarga meninggalkan ruang keluarga pergi ke kamar mereka masing masing, begitu pun dengan Yuda yang sudah di siapkan kamar untuk nya.


Sedang kan Van menatap langit malam di balkon kamar nya, dengan menghisap batang nikotin di jari nya. Entah apa yang membuat Van tidak tidur malah memandang langit yang penuh dengan bintang.


"Apa aku mengajak nya untuk ke negara ..." Batin Van


Van yang melamun tidak menyadari jika Princess berkali kali memanggil nya dibelakang nya, Princess yang kesal pun mendekat ke arah Van yang telanjang dada.


Princess memeluk Van dari belakang, Princess dengan nakal nya mengusap lembut roti sobek milik Van.


Ehmmmm...


Lengkungan Van saat merasakan tangan Princess yang nakal terus meraba perut nya. "Sayang apa yang ingin kamu lakukan????"


"Apa???"


"Kamu ingin menguji kejantanan ku sebelum resmi????"


"Tidak"


"Lalu apa ini sayang" Dengan suara serak dan berat menahan sesuatu.


"Mengusap perut kamu!!!"


"Sungguh sayang. Aku laki laki normal"


"Aku tidak mengatakan kamu tidak normal sayang"


"Princess aku bisa membuat kamu hamil sekarang juga"


Princess menghentikan pergerakan nya yang ada diperut Van. Princess menghadap Van yang mata nya sudah sayu.


"Ano kamu jangan aneh aneh yah aku enggak mau melakukan sebelum kita menikah"


Van menghela napas mendengar apa yang Princess katakan pada nya sungguh menguji kesabaran Rivano Alexander.


"Ayo tidur Ano, besok aku ingin memasak untuk keluarga kita. Mumpung mereka berkumpul"


"Kenapa kamu bangun sayang????"


"Kamu tidak memeluk ku Ano"


Akhirnya Van menggendong Princess masuk kedalam kamar mereka, Van menidurkan Princess sebelum Van iku membaringkan dirinya disamping Princess.


Van memeluk tubuh Princess begitu pun dengan Princess yang memeluk tubuh Van dengan sangat erat. dan Princess menyembunyikan wajah nya di dada bidang Van.


Van tidak lama Princesa tidur Van juga ikut menyusul Princess kedalam mimpi, melupakan segala sesuatu yang belum terjadi.

__ADS_1


__ADS_2