PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
FLASHBACK


__ADS_3

Ervan dengan sangat cool masuk ke dalam Mansion utama, Ervan menatap bangunan yang masih sama di saat dirinya dulu bermain di sini bersama dengan Dev, El dan Axelo.


Princess menyambut Ervan di ruang tamu bersama keluarga yang lain, Ervan menatap Princess yang tengah tersenyum dengan nya. senyum yang sangat manis dan mampu membuat Ervan terpesona.


"Sayang jangan tersenyum dengan kecoa sawah itu"


"Dia dosen ku Ano jadi harus rama menyambut nya sayang"


"Ah tentu kamu anak didik ku yang pandai"


Maharani menghentikan pembicaraan mereka dengan mempersilahkan Ervan duduk di sofa yang ada di ruang tamu. "Terima kasih Grandma"


Grandma, tentu saja Ervan memanggilnya Grandma karena dia dulu nya sangat dekat dengan keluarga Alexander sama seperti ketiga teman Van yang lain, yang sudah di anggap cucu oleh Maharani.


Ervan duduk di salah satu sofa yang ada di sana, tanpa ada nya rasa takut kepada mereka, Ervan yakin mereka tidak akan menyakiti nya di Mansion utama.


Kecanggungan malanda orang yang ada di sana, tidak ada yang berbicara sampai Maharani memecahkan keheningan yang melanda. "Er, kenapa kamu menjadi dosen di kampus Princess?? Aku lihat perusahaan kamu semakin maju pesat???"


"Karena aku mengejar cinta ku"


"Kamu sudah ada perempuan yang kamu suka???"


"Ada Grandma"


"Siapa nak?? Kamu tidak mau mengenalkan sama Grandma"


"Princess"


Semua orang tidak percaya kepada Ervan yang terang terangan mengatakan kalau dia menyukai Princess di tengah-tengah keluarga nya. "Dia istri Van, Er"


"Lalu kenapa Grandma, mungkin saja Princess akan bosan dengan sih datar"


"Er, Grandma mohon sama kamu lupakan ke salah pahaman yang terjadi di antara kamu dan Van"


"Aku sudah melupakan nya"


"Lalu kenapa kamu tidak kembali dekat dengan Van, Er???"

__ADS_1


"Aku malas saja punya Van"


Maharani tau kalau Ervan masih saja menyimpan sakit karena ke salah pahaman antara Van dengan dirinya. Maharani menatap Ervan yang tengah menatap Princess dengan tatapan biasa saja tidak ada tatapan cinta.


Maharani tau tidak mungkin Ervan mencintai Princess, Ervan hanya kagum dengan Princess dan dia menyadari itu tapi dia memang sengaja untuk membuat Van kesal dan marah, entah apa tujuan nya di melakukan itu.


Kecanggungan kembali melanda semua orang yang ada di ruang tamu, sampai jam makan malam. Maharani mengajak anak, mantu dan cucu nya untuk ke meja makan, Maharani juga tidak melupakan Ervan, dia juga mengajak Ervan untuk keruang makan.


Van sedari tadi diam karena dia di wanti wanti Princess tidak membuat keributan setelah pembicaraan kecil Van dengan Ervan saat di ruang tamu.


Mereka semua duduk di kursi yang ada di meja makan, Maharani sebagai tetua duduk di ujung yang lain ada di samping kanan dan kirinya. Maharani dan yang lain makan malam tanpa ada nya pembicaraan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu saja.


Setelah makan malam mereka semua kembali ke ruang tamu, tidak malam mereka duduk di ruang tamu ketiga sahabat Van datang, mereka tidak ikut makam malam karena banyak nya pekerjaan di kantor.


"Selamat malam semua"


El, Dav, dan Axelo berjalan mendekat ke arah kumpulan orang yang duduk di sofa ruang tamu, saat semkin dekat mereka melihat Ervan yang ada di samping Yuvi. tentu saja El langsung memisahkan jarak diantara mereka berdua, dengan duduk di tenga tengah tengah mereka.


Kedatangan Ervan ke mansion utama jelas saja menjadi pertanyaan besar buat para pria tampan yang kini sudah duduk dengan Maharani. "Kenapa orang hutan ada di sini Grandma???"


"Ngapain gue terpesona sama cicak rowo kalau di sini ada bidadari"


El, Dav dan Axelo menatap Ervan bingung, mereka mengira kalau Ervan sedang mabuk. Mana ada di Mansion utama ada Bidadari yang ada malaikat pencabut nyawa. "Elo mabuk??"


"Gue enggak mabuk"


"Lalu apa kalau enggak mabuk??? Ngelantur???"


"Emang di sini ada Bidadari tak bersayap"


"Wah gila ini orang-orangan sawah" El menatap Ervan yang ada di samping nya ngeri.


"Sudah-sudah kalian diam jangan berdebat yang tidak penting" Maharani melerai cucu nya untuk tidak berdebat karena dia pusing sendiri.


Ervan pamit pulang setelah Maharani melerai perdebatan cucu nya termasuk Ervan, Ervan mencium kening Maharani dengan sayang menyalurkan rasa sayang nya kepada Maharani, walau rasa sakit kepada keluarga Alexander masih ada, dia tetap menghargai Maharani sebagai tetua.


Ervan meninggalkan ruang tamu Mansion utama berjalan ke arah pintu Mansion, Di sana sudah ada Devan yang menunggu nya di luar Mobil, Devan saat melihat tuan muda nya sudah keluar dari Mansion utama dengan selamat merasa sangat lega, dia membukakan pintu untuk Ervan.

__ADS_1


Ervan masuk ke dalam mobil nya setelah itu baru Devan yang masuk ke dalam mobil, Devan melajukan mobil nya meninggalkan halaman luas Mansion. "Apa anda baik baik saja tuan muda??" Devan melihat tuan muda nya yang terlihat murung saat keluar dari dalam Mansion.


"Aku sangat baik jangan khawatir Dev"


"Tapi anda terlihat murung tuan muda"


"Aku hanya ingat bagaimana dulu kami bercanda tawa di Mansion utama Dev"


"Kalau tuan rindu kenapa tuan pulang lebih awal??"


"Aku teringat dimana Van tidak membantu Mommy saat Mommy tertembak Dev"


"Apa tuan muda tidak mau mencari tau tentang kejadian naas itu lagi tuan muda??"


Ervan mengingat waktu itu .....


Flashback...


Gudang senjata di serang perkumpulan mafia yang terkenal licik dan juga sombong, saat itu di mana Mommy nya Ervan waktu nya berkeliling gudang setelah Aura Mommy Van yang berkeliling. Kejayaan Leon king yang yang turun temurun banyak Mafia yang ingin menggulingkan Leon king.


Malam semakin sangat larut Lidia Mommy Ervan yang merasa sudah mengunci semua pintu dan yang ada di gudang pun pulang ke Mansion nya. Saat dalam perjalanan pulang Lidia mendapat telpon jika gudang senjata di serang setelah senjata baru Leon king di buat.


Lidia menghubungi anggota inti dari Leon king, setelah itu dia bergegas kembali ke gudang senjata dia hanya memantau dari jauh belum turun dari mobil nya menunggu yang lain datang, karena yang dia lihat tidak ada pertempuran di gudang, dia hanya melihat beberapa orang penjaga yang ada didepan gudang.


Tapi yang Lidia lihat ternyata bukan anggota Leon king, orang orang itu adalah anak buah dari baja hitam yang menunggu ke datangan anggota Leon king. Tidak lama Lidia memantau dari jauh Jonie, luwis, Laudya, dan Aura berserta Van datang bersama.


Mereka semua mendekat ke arah gudang bersama anggota lain Leon king, saat mereka sampai langsung banyak anak buah Baja hitam menyerang mereka semua. Malam itu terjadinya perang besar antara Leon king dan Baja hitam banyak anggota Leon king yang gugur dan Perkumpulan Mafia Baja hitam juga hanya tinggal Nama saja.


Sebelum perang itu di menangkan Oleh Leon king, di mana kejadian yang menewaskan Lidia Mommy Ervan, Ervan yang datang terlambat karena suatu urusan dia melihat lautan mayat yang tergeletak di tanah, tapi pertempuran masih terjadi. Ervan membantu yang lain untuk membabat habis musuh.


Saat ingin mendekat ke arah Van dia sedang berhadapan dengan Habib ketua Baja hitam yang selalu meresahkan, Saat Van ingin menembak Habib malah peluru yang terlepas mengenai Lidia yang tiba tiba berada di depan Habib.


Dan semua itu di saksikan Ervan yang berjalan ke arah Van berniat membantu Van tapi melihat ibu nya tertembak membuat Ervan syok dan tak terkendali dia menembaki semua musuh yang tersisa dengan membabi buta, setelah Habib yang ingin melarikan diri pun langsung Ervan di tepat di kepala belakang nya.


Setelah kejadian itu Ervan membenci Van dan berpikir kalau Van punya dendam tersendiri untuk Lidia Mommy Ervan, padahal kenyataan nya dia ingin melenyapkan Habib, malah Lidia yang tertembak. Lidia tidak ada di tempat.


Flashback off...

__ADS_1


__ADS_2