
Setelah kepergian Jonie dan Aura Princess melaka masuk gedung tinggi dimana dia mencari ilmu selama ini, Banyak yang melihat Princess dengan tatapan heran di setiap orang yang dia lewati.
Mungkin mereka heran dengan kedatangan Princess yang diantar mobil mewah, dan hanya orang kaya yang bisa memiliki mobil itu. Dengan harga fantastis, yah hari ini Princess di atar mobil Rolls-Royce Phantom.
Princess yang terkenal dengan kesederhanaan nya, apa lagi dengan dia berkerja di cafe part time sekarang di antar mobil mewah, mereka jelas bertanya tanya siapa yang mengantar Princess.
Disaat Princess ingin memasuki kelas, rambut Princess ditarik hingga kepala Princess ikut terhuyung kebelakang.
" Hay, miskin. Aku lihat kamu tadi datang tidak memakai motor butut kamu, tapi aku lihat kamu di antar mobil mewah apa kamu di antar om om yah" ucap Lina.
Haha Hahaha". Lusi dan Lidia teman teman Lina tiga L sih tukang bullying di kampus. satu angkatan dengan Princess.
Princess meringis sakit, kulit kepalanya yang terasa perih. Princess yang geram akhirnya memutar tubuh lalu menendang kaki Lina hingga terjatuh. Princess yang tidak terima dengan perlakuan Lina, Princess membalas dengan menjambak rambut Lina.
Lusi yang tidak terima Lina ditarik rambutnya mendekat ingin menarik rambut Princess sebelum tangan Lina sampai memegang rambut Princess sudah dulu menendang kaki Lusi sampai terjatuh, apa lagi jatuhnya sangat tidak elegan sekali. Lina jatuh tengkurap, dengan kaki terangkat keduanya, tangan yang ke depan sehingga merasakan nyeri di dadanya yang terbentur lantai.
Tidak terima kedua teman nya berakhir mengenaskan Lidia, Lidia bersiap akan menendang Princess siapa sangka Princess menghindar sebelum sampai kaki Lidia menyentuh tubuh nya. Kini Lidia berakhir lebih mengenaskan dari kedua teman nya karena Lidia menabrak tong sampah yang ada tidak jauh dibelakang Princess tadi berdiri, duduk sebelah sampah, isi sampah yang tumpa ke kepala Lidia.
" Ahhhhhhh, sialan "
" Gaes, serang cewek kurang ajar ini bersama " Pekik Lidia.
Mereka bertiga berdiri ingin menyerang Princess bersamaan, tapi dengan gerakan cepat Princess menghindar jadilah mereka bertiga berpelukan, seperti film Teletubbies.
Hahahahaha ....
mahasiswa, dan mahasiswi yang ada di sana tertawa bersama melihat pelaku bullying berakhir mengenaskan apalagi dengan pelukan.
Tiba tiba suara laki laki datang menghampiri mereka berempat, dosen datang dengan wajah garangnya. Menyuruh empat orang yang bertengkar itu datang ke ruangan dekan.
Mereka bertiga berjalan mendahului Princess, Princess dengan santai nya mengikuti dari belakang, dengan gaya santai seperti tidak ada masalah yang barusan terjadi.
Mereka berempat masuk ditemani dosen yang memanggilnya tadi. Princess dengan tatapan tenang, berbeda dengan para gadis itu yang sudah mengubah raut wajahnya menjadi seperti mereka yang dibully. Sungguh sangat menyebalkan dihadapan Princess.
"Saya sudah memanggil wali kalian untuk datang kemari !!" ucap dekan.
Tidak lama wali tiga L datang bersama, mereka melihat keadaan putri mereka yang sangat menyedikan.
__ADS_1
"Ada apa ini pak, kenapa putri kami babak belur seperti itu ??" tanya Doni orang tua Lidia
"Mereka bertengkar" Wibowo ketua Dekan.
"Saya tidak terima, anak saya di buat babak belur seperti ini". Ucap Lucky orang tua Lina
"Yah niat ingin mencari ilmu apa ingin menjadi preman di kampus !!" ucap Devan orang tua Lusi
"Keluarkan saja anak yang sok jagoan dari kampus". pekik doni
Tiga L memutar balikan fakta,jika mereka yang di bully. Wibowo menyuruh cek cctv yang ada didepan kelas Princess, Jelas itu membuat tiga L ketakutan.
"Tidak usah dicek cctv nya buat apa kalau jelas jelas anak kami yang babak belur seperti ini" pekik Devan.
"Tapi kami harus tau ke jelasan di sini, Princess itu mahasiswi berprestasi, apalagi dia angkatan terakhir tidak mungkin membuat masalah". ucap wibowo tegas
"Kalau bapak tidak mau mengeluarkan preman ini saya akan lewat jalur hukum". Ucap Doni
"Lebih baik kita cek dulu cctv nya, biar kita tahu siapa yang salah anak kita atau orang lain" ucap lucky tegas
Terdengar suara ketukan di pintu, semua orang menoleh dimana pintu itu dibuka oleh sony dosen yang memanggil tiga L dengan Princess ke ruang dekan.
"Maaf tuan Jonie mengapa anda datang kemari ??" tanya Wibowo.
"Saya datang kemari karena mendengar calon menantuku dirundung". Jonie bersuara dengan dingin dan tegas.
Meskipun Jonie sudah tidak muda lagi tapi terlihat masih sangat hot dimata kaum hawa, apalagi wajah nya yang masih terlihat tampan diusia kepala empat.
"Siapa calon menantu Tuan??" tanya Wibowo.
"Princess, anak dari pak yuda yang ada disebelah saya" ucap Jonie
"Cek cctv sekarang jangan terlalu lama membuang waktu ku disini !!" ucap Jonie tegas
Orang tua tiga L tidak percaya bawa Princess dekat dengan orang yang terpengaruh.mereka melihat cctv yang ada didepan kelas Princess, dengan sangat jelas siapa yang memulai pertengkaran.
"Sudah sangat jelas di sini siapa yang preman" Jonie mantap dion dan devan bergantian.
__ADS_1
"Pak doni saya akan mencabut semua saham yang ada di perusahaan kamu yang hampir bangkrut itu". ucap Jonie dengan tegas
"Dan kamu pak Devan saya akan membatalkan kerjasama kita ". Sambung Jonie.
Wibowo ...
"Kamu tahu kan bagai mana mengurus preman di sini ???"
"Saya tahu pak, sangat tahu!!"
Tidak menghiraukan permohonan maaf dari doni dan devan, Jonie menghampiri Princess lalu membawanya pergi dari ruangan dekan.
"Mari pak Yuda saya antar bapak pulang, setelah itu saya akan mengantar putri bapak ke kantor putra saya". Jonie
"Saya tidak mau merepotkan tuan, saya naik angkot saja". tolak Yuda
"Tolong pak jangan menolak, kita kan sebentar lagi akan menjadi besan". Jonie senyum kepada yuda
Dengan berat hati yuda ikut mobil Jonie, sebenarnya yuda sangat tidak enak karena merepotkan Jonie.
"Yah, apa Ayah marah sama Princess ??" tanya Princess dengan menunduk.
Yuda menoleh kebelakang dimana putri nya duduk sendiri di kursi penumpang." Kenapa Ayah marah sama Princess, Princess tidak salah". ucap Yuda
"Tapi Princess sudah membuat ayah malu tadi di kampus". Lirih Princess yang masih menunduk
"Itu bukan salah kamu nak, senyum karena kamu akan bertemu dengan nak Van". ucap Yuda mengalikan pembicaraan
Princess menatap Jonie dari belakang, dia bertanya tanya siapa yang bilang kalau dia terlibat pertengkaran.
"Kamu kenapa menatap om seperti itu nak ??".
"Emm, kenapa om bisa tau kalau saya dipanggil keruang dekan ???". Tanya Princess
"Itu, kamu lupa siapa calon suami kamu ?? Dia tau segalanya, sebenarnya dia yang menyuruh om datang dia tidak bisa meninggalkan rapat penting". Ucap Jonie
Princess ingin melanjutkan pertanyaan nya, tapi dia urungkan karena mereka sudah sampai di depan rumah yuda.
__ADS_1
"Princess, ayah turun dulu kalau kamu sudah sampai hubungi ayah". Yuda pamit lalu turu dari mobil yuda melambaikan tangan nya.
Jonie melajukan mobil nya meninggalkan rumah yuda, menuju AA Grup. membelah jalan jakarta yang macet.