
Di Mansion AP Matahari saja belum bersinar sudah di hebohkan dengan Princess yang ingin makan pizza di jam 5 pagi. Van sangat bingung mendengar permintaan Princess yang membuat nya pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak Princess merengek, menangis, di ruang keluarga ingin pergi dari Mansion karena ingin mencari pizza sendiri.
Princess sudah kembali ke Mansion nya sendiri setelah memberi kabar baik untuk keluarga nya, Sudah Dua hari Van dan Princess kembali ke Mansion nya sendiri. Dan ini juga yang membuat Van bingung harus meninta bantaun kepada siapa agar Princess mengerti kalau pizza di jam 5 subuh belum ada yang buka atau ada yang mejual.
"Sayang dengarkan aku ini masih subuh dimana kamu akan mencari nya???"
"Aku akan tetap mencari nya!!"
Saat Princess tenga marah karena Van tidak memberikan ijin untuk mencari pizza di jam 5 pagi, salah satu pelayan datang menghampiri Van dan Princess.
"Maaf tuan muda, kalau Nona mau saya bisa membuat pizza untuk Nona???"
"Apa kamu bisa membuat pizza??"
"Bisa Nona Muda"
"Baik lah kamu saja yang buat"
"Iyah Nona Mohon di tunggu"
"Iya, dan terima kasih bu"
"Sama sama Nona"
Van merasa lega karena Princess mau di buatkan Pizza oleh salah satu pelayan di Mansion, kalau tidak Princess akan mencari pizza di jam 5 pagi. "Ya ampun anak ku masih di dalam saja menyiksa Papi nya bagaimana nanti saat keluar" Batin Van
"Ano ayo gendong aku!!! Aku mau ke kamar ingin lanjut tidur"
"Baik tuan putri"
Van menuruti kemauan Princess untuk menggendong Princess ala bridal style, Van berjalan ke arah lift dengan menggendong Princess, dia masuk ke dalam lift.
Van dan Princess keluar dari dalam lift, dia berjalan ke arah kamar nya dengan Princess, princess membuka pintu kamar nya setelah itu Van dan Princess masuk ke dalam kamar, Van menutup pintu kamar menggunakan kaki nya.
Van menurunkan Princess di atas ranjang king size nya dengan sangat hat hati, karena Van takut menyakiti anak nya yang ada di dalam perut Princess, sedangkan Princess merasa sangat bahagia diperlakukan manis oleh Van.
"Ano"
"Iyah sayang"
"Kamu cinta engga sama aku???"
"Cinta lebih dari cinta kepada diri aku sendiri!!"
__ADS_1
"Ala modus kamu Ano!!"
"Aku tidak modus!! Aku sangat mencintai dan menyayangi kamu seperti aku mencintai Mommy, kamu perempuan ke dua setelah Mommy"
"Benarkah itu Ano???"
"Aku juga mencintai kamu, tapi terkadang aku juga kesal dengan kamu"
"Itu hal wajar sayang, dalam rumah tangga tidak ada yang berjalan mulus. Pasti ada lika liku penghalang jalan rumah tangga!! Jika kita bisa melewati rintangan itu pasti kita akan selalu menemukan jalan keluar dari setiap rintangan"
"Kamu sangat dewasa!! Apa Mommy yang mengajarkan kamu???"
"Tentu Mommy dan Daddy"
"Emm sungguh manis sekali kamu Ano"
Setelah pembicaraan Van dengan Princess kini Princess sudah tertidur diperlukan Van, Van mengusap lembut kepala Princess dia menatap Istrinya yang sangat nyaman ada di pelukan nya.
"Aku sangat mencintai kamu lebih dari apa pun sayang"
Setelah mengatakan itu Van menyusul Princess untuk tidur, dengan Van yang memeluk Princess di pelukan nya.
Meninggalkan Princess dan Van yang kembali tidur di jam setengah 6 pagi, di mansion lain Yuvi baru pulang dari markas, dia begitu sangat mengantuk eh malah di kejutkan dengan penjaga yang tenga memakai sarung putih yang menutupi separuh badan nya dan ada di balik pohon hias yang ada di taman depan Mansion Luwis.
Para penjaga yang mendengar teriakan Nona muda mereka pun segera mendekat, karena mereka tau tadi Yuvi baru pulang di antar oleh salah satu anak buah yang ada di markas. Karena saking mengantuk nya sampai Yuvi tidak bisa membawa mobil nya sendiri, menjadikan Yuvi meminta antar.
"Ada Apa nona muda???"
"Di sana ada hantu tolong usir"
Yuvi menutup mata nya dengan satu telapak tangga nya, dan satu lagi menunjuk arah dimana dia melihat penjaga yang sedang memakai sarung putih di balik pohon hias menjadikan penjaga itu hanya terlihat separuh badan nya saja ,dia menjawab pertanyaan salah satu penjaga yang ada di Mansion.
"Di mana Nona"
"Di Sana"
"Tidak ada apa pun di sana Nona"
Yuvi membuka telapak tangan nya secara perlahan takut jika dirinya melihat nya kembali dan Saat membuka mata nya betapa terkejut nya Yuvi penjaga yang ada di depan nya masih memakai sarung sampai ke kepalan nya dan hanya menyisakan cela sedikit untuk ke dua mata nya melihat.
"Yuvi langsung jatuh pingsan"
"Astaga"
__ADS_1
"Ayo bawa Nona masuk ke dalam Mansion"
Salah satu penjaga membawa Yuvi masuk ke dalam mansion, saat sampai di ruang tamu dia melihat Luwis turun dari lantai dua Mansion nya.
"Maaf tuan Nona muda pingsan"
"Kenapa dia pingsan??? Tumben sekali dia pingsan??"
"Saya tidak tau tuan tadi Nona muda menjerit lalu pingsan"
"Mungkin dia terlalu kelelahan!! Apa dia baru pulang???"
"Iya tuan"
Luwis mendekat ke arah penjaga dan mengambil alih putrinya dari penjaga mansion nya, setelah itu Luwis membawa Yuvi naik ke lantai atas menggunakan lift, dia keluar dari dalam lift berjalan ke arah kamar putrinya.
Luwis masuk ke dalam kamar putrinya setelah itu mendekat ke arah ranjang putrinya, Luwis menidurkan Yuvi di atas ranjang, setelah itu dia melepas sepatu yang Yuvi gunakan sebelum menyelimuti Yuvi.
Setelah itu Luwis keluar dari kamar Yuvi dia berjalan ke arah tangga menuruni anak tanga satu persatu untuk ke lantai dua, niat awal ingin berlari pagi mengelilingi Mansion dia urungkan karena melihat putrinya pingsan dan entah apa yang membuat nya pingsan. Selama hidup 22 tahun Yuvi tidak perna pingsan hari ini dia pingsan dan membuat Luwis keheranan apa yang membuat putri nya pingsan.
Ceklek....
"Kenapa Dad???"
"Yuvi pingsan"
"Hah!!! Apa Daddy bercanda???"
"Tidak Mom, kalau Mommy tidak percaya tanyakan saja sama Robby orang kepercayaan Mommy dari pada Daddy"
"Apa dia yang membawa nya Dad???"
"Hemm"
"Apa Yuvi baik baik saja Dad???"
"Sangat baik Mom, hanya pingsan"
"Syukurlah"
Setelah membahas Yuvi Laudya meninggalkan kamar nya ingin ke dapur untuk membuat sarapan yang sangat di sukai Luwis sejak mereka menikah sampai hari ini, Nasi goreng seafood dan ada telur mata sapi nya.
Laudya juga menyiapkan makanan lain untuk diri nya yang tidak terbiasa makan berat, menjadikan Laudya hanya akan memakan buah atau Roti. Berbeda saat berkumpul dengan keluarga Laudya akan memaksa untuk sarapan berat. semua keluarga tau dan membuat makanan khusus untuk Laudya tapi dia akan makan yang sama dengan keluarga nya. Laudya sangat menghargai Maharani sebagai ibu mertua nya dia tidak mau di anggap spesial oleh keluarga yang lain. Walau itu tidak akan perna terjadi karena selama ini Aura juga memanjakan Laudya sampai usia mereka tidak muda Lagi.
__ADS_1