PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
DUGAAN PRINCESS HAMIL


__ADS_3

Jonie kembali ke mansion utama karena permintaan Princess karena dia merasa sudah sangat baik dan perut nya juga sudah tidak lagi merasa sakit, Princess juga tidak mengeluarkan keringat dingin lagi seperti tadi, wajah pucat nya kini sudah menghilang menjadikan wajah Princess segar kembali.


Jonie memarkirkan mobil nya di halaman depan Mansion, Dia keluar begitupun dengan Aura dan Princess yang keluar dari dalam mobil mereka berdua masuk kedalam Mansion. Mereka semakin masuk dan masih melihat Maharani yang tega duduk cemas di sofa dengan memegang ponsel nya.


"Bu"


Maharani mendongak menatap siapa yang datang dan memanggilnya, Maharani bangun dari duduk nya mendekat ke arah Princess dan Aura yang mendekat ke Arah Maharani. "Kenapa kalian kembali???"


"Grandma Maafkan Princess sudah membuat Grandma khawatir" Princess menunduk dengan meminta maaf kepada Maharani.


"Maaf untuk apa nak???"


"Princess sudah tidak merasakan sakit lagi Grandma"


"Apa benar nak?? Jangan ditahan sayang"


"Tidak Grandma!! Aku sudah sangat membaik"


"Yah sudah kamu masuk ke kamar yah istirahat!!"


"Iya Ma"


"Aura mengantar Princess dulu bu"


"Iyah Nak"


Mereka berdua berjalan ke arah Lift untuk ke lantai tiga dimana kamar Van berada, Perempuan cantik itu masuk ke dalam lift. Sedangkan Maharani menatap Putra nya ada di seberang meja.


"Apa dia benar benar baik Jon???"


"Aku juga tidak tau bu"


"Sangat aneh Bu, tiba tiba dia merintih saat dipertengahan jalan dia bilang sudah tidak sakit!! Apa benar yang ibu katakan kalau Princess Hamil"


Maharani tenga asik membahas Princess tanpa mereka tau kalau sedari tadi mereka diawasi oleh penyusup yang ada di mansion utama. Dan tentu saja itu diketahui oleh Aura yang sudah kembali dari lantai tiga, tanpa dia tau kalau Aura tenga mengambil senjata yang selalu menemani nya kemana saja di pergi.


Syut jlep


Aahhh.


Pisau kecil itu menancap tepat di kening penyusup yang sedari tadi menguping pembicaraan Jonie dan Maharani, Sedangkan Jonie dan Maharani yang mendengar pekikan di sekitar mereka pun mencari sumber suara yang tidak jauh dari mereka ada tembok pembatas ruang makan dan ruang keluarga.


Dan mereka juga ada orang yang tergeletak di lantai dengan pisau sangat kecil menancap di kening nya, Jonie dan Maharani tau siapa pemilik pisau itu, pisau yang Aura dan Laudya yang punya ada ukiran Nama di Pisau mereka. Yang pasti ukiran nama Laudya dan Maura di pisau itu dan yang bisa menggunakan pisau kecil itu hanya Aura dan Laudya.


Aura mendekat ke arah Jonie dan Maharani seolah tidak terjadi apa pun baru saja. "Ada apa sayang??

__ADS_1


"Dia menguping pembicaraan kalian berdua"


"Kamu sangat jeli sayang!! Tidak heran selama ini kamu menjadi Queen yang selalu di sanjung anak buah kamu"


"Kalian saja yang tengah fokus dengan Princess sampai tidak.menyadari ada musuh disekitar kalian"


"Yah sudah jangan bahas orang yang tidak penting!! Kita bahas Princesa saja"


"Kenapa Bu??"


"Aku menduga kalau dia hamil Au"


"Ibu tau dari mana??"


"Tingkah nya sanga aneh, tidak seperti biasanya"


"Aku juga merasa begitu Bu"


Mereka bertiga kembali membahas Princess sedangkan Princess sendiri tenga tidur karena dia ingin beristirahat karena badan nya sangat capek dan lemas.


Sedang kan penyusup tadi sudah dikirim anak buah mereka ke markas mereka dan sudah di peti oleh anak buah Aura, Aura tidak menyuruh nya tapi Anak buah Aura mengerti Musuh tidak ada yang ada di Mansion nya yang sudah puluhan taun dia tinggali.


Saat tenga asik membahas Princess Van pulang dengan sanga tergopoh gopoh mendapat telpon kalau Princess sakit perut. Van mendekat ke arah ruang tamu, di sana ada Aura, Maharani dan juga Jonie yang bercanda tawa.


"Dimana Princess???"


"Dikamar nya sayang"


Van berlari ke arau Lift, Van masuk ke dalam Lift ke lantai tiga dimana kamar dan kamar Princess. Van keluar dari dalam Lift berlari ke arah pintu nya.


Ceklek..


Van membuka pintu kamar nya dan benar saja Princess tengah tertidur saat tadi sempat merintih ke sekian dan keringat dingin jaga keluar. Van mendekat ke arah Princess yang tengah tertidur sangat lah nyenyak.


"Sayang kamu membuat ku takut" Dengan mengusap lembut rambut Princess, Van takut kalau Princess terbangun dari tidur nyenyak nya.


Setelah melihat keadaan Princess Van kembali turun menemui kedua orang tua nya dan juga Grandma nya yang. Van mendekat ke arah mereka yang tanga serius membicarakan sesuatu.


"Apa yang kalian bicarakan???"


"Tentang Princess Van"


"Kenapa dengan nya???"


"Kami menduga kamu akan menjadi seorang Ayah"

__ADS_1


"Maksud Mommy???"


"Kamu ini bodoh sekali Ano!! Percuma kedua orang tua mu dulu menyekolahkan kamu tinggi tinggi"


Maharani geram dengan cucu laki laki nya yang biasan selalu pintar dalam segala hal tapi kini mendadak menjadi bodoh dan entah kemana kepintaran nya selama ini.


"Gimana???"


"Seperti nya dia hamil nak"


"Maksud Mommy Princess???"


"Iyah Nak"


"Princess hamil"


"Masih dugaan!! Jika benar hamil aku salut dengan kamu boy satu tembak sudah jadi"


Plak ..


Aish.


"Sakit Mom"


"Jangan bicara aneh aneh"


"Kan memang kenyataan kalau bukan karena kita yang mengajari Van dia tidak akan bisa malam pertaman"


Van menghela napas mendengar apa yang dikatakan Daddy yang yang memang benar ada nya jika bukan karena Daddy dan Mommy nya yang mengajari nya dan Princess mana jadi dia membobol Princess.


"Mom apa Princess baik baik saja???"


Aura menceritakan semua kepada Van tanpa ada yang kurang atau melebihi apa yang terjadi, Van juga merasa aneh dengan Princess akhir akhir ini dan Van juga menceritakan semua keanehan Princess saat ada di Mansion mereka berdua.


Ke dua orang tua Van mengira kalau Princess tenga hamil muda begitupun dengan Maharani yang sedari tadi diam mendengar Cerita cucu laki laki nya. "Seperti nya memang benar kalau dia sedang hamil" Maharani berucap saat ke menantu dan anak nya diam menatap Van yang ada di seberang meja mereka.


Van yang tengah duduk disebelah Maharani Grandma nya yang selalu memanjakan nya, dalam segalah hal apa saja. Van yang mendengar apa yang dikatakan Grandma nya sangat bahagia dia berharap kalau Princess benar benar Hamil.


"Kenapa kamu Diam Van???"


"Tidak Mom, aku merasa bahagia sekali"


"Mommy berdua agar apa yang kita duga benar menantu Mommy sedang hamil"


"Amin" Ucap semua orang yang ada di ruang keluarga.

__ADS_1


Mereka kembali membahas Princess, Aura dan Maharani banyak memberi wejangan untuk Van yang belum mengerti soal anak atau mengurus Anak. Van sendiri mendengarkan apa yang di katakan dua perempuan berbeda usia yang ada di depan dan samping nya.


Sedangkan Jonie terlihat sanga bahagia dia sebentar lagi akan punya cucu dari menantu nya, Apalagi Istri nya juga sanga bahagia diraut wajah nya. Kebahagian yang mereka semua nanti Princes hamil.


__ADS_2