PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
EGOIS.


__ADS_3

Sherly bermain sendiri di sumber mata air yang ada di samping rumah Princess dengan Van, dia sangat senang bermain di sana. setiap pulang sekolah dia akan bermain di sumber mata air yang ada di samping rumah.


Ella melihat putrinya yang terlihat sangat bahagia dengan kehidupan nya yang baru, tanpa ada senjata hanya ada buku, mainan dan pelajaran ilmu belah diri. Tapi Princess tidak membiarkan cucu nya sama sekali tidak mempelajari senjata, Princess punya cara sendiri mengajari cucu cantik nya.


Dua cucu nya mengambil jalur yang berbeda, Amelia belajar di pondok pesantren sedangkan Sherly memilih hidup sederhana di kampung bersama dengan Nenek dan Kakek nya.


"Lihat dia sangat senang dan tiada lagi terlihat emosi Nak!!" Princess yang sedari tadi juga melihat cucu nya tengah bermain air.


"Mi, apa tidak apa Sherly terus ada di sini?? Apa pendidikan di sini sama dengan di kota??" Ella seakan khawatir dengan pendidikan Sherly jika berada di kampung.


"Jelas saja berbeda nak!! Di kota jelas banyak yang di pelajari mulai dari les bahasa, les privat setiap pelajaran" Princess paham dengan kekhawatiran putri nya.


"Lalu bagaimana kalau Sherly tertinggal Mi"


"Bawa lah dia pulang ke kota!! Mami tidak akan menghalangi kamu nak, dia putri kamu, kamu tau jelas apa yang dia butuhkan"


Ucapan Princess yang menohok di dada Ella, seakan Ella tidak mempercayai Mami nya untuk mendidik Sherly. Sebagai orang tua Ella tidak ingin sampai anak nya tertinggal dengan saudara-saudara nya.


"Mi, apa Mami sakit hati dengan perkataanku?? Bukan maksud Ella u-..." belum selesai Ella mengatakan semua perkataan nya Princess sudah menyela ucapan Ella.


"Mami tidak sakit hati, Mami hanya menuruti kemauan anak Mami!! Kalau anak Mami ingin membawa pulang putrinya apa Mami harus melarang?? Apa Mami harus marah?? Apa Mami harus sakit hati karena putrinya seakan tidak percaya dengan nya?? Nak hidup ini hanya sekali seumur hidup, buat apa kita pusing memikirkan sakit hati!! Mami ini sudah tua tidak ada waktu untuk marah, sakit hati!! Mami melihat anak dan cucu Mami bahagia sudah cukup buat Mami"


Ella merasa bersalah kepada Princess yang selama ini selalu ada untuk nya, sampai rela memberi nyawanya untuk melindungi nya selama hidup. Tapi kini dia dengan muda nya menyakiti hati Mami nya yang sudah jelas Ella tau kalau Mami nya hanya mendukung keputusan nya.


"Mi, Ella minta Maaf"


"Untuk apa??"


"Ella sudah meragukan Mami untuk merawat dan mendidik Sherly"


"Kamu merasa ragu itu sudah sangat wajar nak, Mami tidak marah sama sekali" Princess memang tidak merasa sakit putrinya sendiri meragukan didikan nya. Karena memang dulu dan sekarang sudah jauh sangat berbeda. Hanya dendam yang tidak perna berubah.


"Mi, mungkin Ella harus membawa Sherly pulang, karena di sini Sherly kurang mendapatkan pendidikan!! Apa lagi dia harus les bahasa yang nanti nya untuk bekal di masa depan nya" Ella terus terang kepada Mami nya kalau dia sangat khawatir dengan Sherly yang kurang mendapatkan pendidikan nya.


"Pulang lah, hubungi suami kamu nak"


Van yang sedari tadi ada di balik dinding pembatas teras dengan ruang tamu mendengar semua pembicaraan istri dan anak nya, Van merasa kecewa dengan putrinya yang tidak mempercayai orang tua nya yang selama ini juga mendidik nya dari kecil sampai saat ini menjadi sukses.


Ella segera menghubungi Yoga yang tengah menatap layar laptop di depan nya. Yoga yang merasa kalau ponsel nya bergetar menatap siapa yang menghubungi nya.


Yoga mengangkat telpon dari istrinya yang sudah dua minggu ada di kampung Princess dan Van tinggali. "Hello sayang..!!!"


"Hello Mas"


"Kenapa sayang??"


"Aku ingin membawa Sherly pulang ke kota, aku merasa pendidikan di kampung dan di kota sangat berbeda"


Yoga terdiam mendengar semua yang di katakan oleh Ella yang tidak berdasar, apa yang kurang di kampung, Sherly sekolah, bahasa asing Van dan Princess yang mengajari, belah diri ada Roy yang mengajari, apa lagi yang membuat Ella khawatir.


"Sayang apa kamu sudah yakin??"

__ADS_1


"Kenapa kamu meragukan ku Kak?"


"Bukan begitu maksud ku sayang!! Di sana ada Mami dan Papi yang mengajari Sherly setiap hari, apa lagi yang kurang sayang??"


"Kak, aku ini ibu nya yang tau yang terbaik untuk anak nya!! Aku ingin kembali dan mengajak Sherly"


Yoga tidak lagi bertanya atau membahas yang akan memperkeruh suasana, Yoga menyetujui dan akan menjemput mereka. Yoga langsung memesan tiket penerbangan untuk hari ini.


Sedangkan di kampung, Ella memanggil putrinya yang ada di sumber mata air. "Sherly sayang.."


Sherly yang mendengar nama nya di panggil mendongak menatap Mommy yang melambaikan tangan nya memanggil nya. "Iyah Mom"


Sherly mendekat ke arah Ella yang berada di samping Princess, Sherly menatap bingung dua perempuan yang begitu berarti di dalam hidup nya salam ini. "Kenapa Mom??"


"Besok Daddy akan menjemput kita dan pulang ke kota sayang"


"Kenapa?? Ada apa??"


"Sayang di sini kamu kurang mendapat pelajaran, pelajaran di sini dan di sekolah lama kamu sangat berbeda nak"


"Tapi Sherly juga di ajari Nenek dan Kakek Mom, lagi pula Sherly betah di sini!!" Sherly tidak mau pulang bersama dengan Mommy nya


"Sherly Mommy tidak mau ada bantahan besok kita kembali dan Mommy akan memasukkan kamu ke sekolah yang lebih bagus dari sekolah lama kamu"


Sherly menatap Mommy nya dengan kesal, mata yang awal nya putih jerni sangat indah kini terlihat sangat menyeramkan, mata Sherly menjadi merah seperti awal datang ke rumah Princess.


Ella menatap putrinya dengan terkejut dia lupa kalau Sherly tidak bisa di paksa atau di tekan, Princess menghela napas lelah melihat cucu nya kembali tidak terkontrol.


"Sherly, kenapa kamu selalu marah dengan Mommy??" Lirih Ella.


"Karena Mommy egois!! Mommy tidak perna mengerti kemauan Sherly" Sherly menatap tajam Ella.


"Karena semua itu demi kebaikan kamu nak, di sini dan di kota sangat berbeda"


"Aku tidak ingin menjadi pintar jika hanya untuk kesenangan, aku tidak mau kuat kalau salah di pergunakan, aku tidak mau mengerti semua yang terjadi kalau aku tidak di mengerti" Sherly mengatakan dengan marah, mata nya semakin memerah.


Princess menarik pelan tangan cucu nya yang dingin, dia menggosok tangan cucu nya agar terasa hangat. Princess menatap mata merah cucu nya dengan perasaan sayang dan kelembutan. "Apa cucu Nenek mau mendengarkan Nenek??"


"Tidak"


"Baik lah kalau tidak mau Nenek tidak akan memaksa"


"Hemmm"


"Nenek mau bilang sama Kakek kalau Nenek tengah sedih kerena Sherly"


"Apa yang akan Nenek katakan"


Princess tau kalau cucu nya tidak mau kalau sampai membuat Nenek nya semakin merasa bersedih. "Lihat tangan Nenek, apa ada warna merah di tangan Nenek??" Princess menunjukan telapak tangan nya.


"Tidak ada!!"

__ADS_1


"Karena tangan ini yang dulu menimang cucu Nenek yang sekarang sudah besar tapi tidak mau mendengarkan ucapan Nenek dan Kakek"


"Maaf Nenek!! Salahkan Mommy yang tidak mengerti Sherly"


"Tidak baik menyalahkan orang tua sayang!! Lihat tangan Nenek" Princess mengarahkan tangan nya di dada nya.


"Apa kamu merasa Nenek tengah sedih??"


"Tidak"


"Kalau begitu lakukan setiap kali kamu merasa marah, kesal, kamu ingat Nenek yang selalu mengajarkan kamu hal-hal yang baik"


Perlahan mata merah itu menjadi warna putih jerni, walau masib ada rasa kecewa, kesal dan marah. Tapi Sherly sudah mulai sedikit tenang terlihat dari mata nya yang sudah kembali putih.


Ella menatap Princess yang mengajarkan hal baik yang langsung di mengerti oleh Sherly, Ella melihat mata Sherly yang langsung berubah mendengar perkataan lembut Princess.


Sherly mengerti tujuan Princess apa, itu lah sebab nya kenapa mata merah itu berubah mejadi kembali jerni. "Jadi harus sabar, tidak boleh kesal dan marah seperti Nenek yang selalu mengajarkan Sherly hal yang positif"


"Emm.. Cucu nenek ternyata pintar"


"Kenapa Nenek tidak perna marah??"


"Untuk apa Nenek marah??"


"Karena kesal!!"


"Kesal dengan apa??"


"Keegoisan seseorang"


"Hahaha.. cucu kecil Nenek sudah tau egois?? Nenek saja tidak tau apa itu egois"


"Bohong"


"Berdosa".


" Nenek berbohong dan berdosa".


"Kalau begitu kasih tau Nenek! Kamu perna lihat Ngapain yang bisa di bilang egois"


Sherly menatap Nenek nya mengingat kembali masa-masa nya bersama dengan Nenek nya, tidak ada sama sekali Sherly melihat Princess egois seperti Mommy nya.


"Kenapa diam???"


"Malas saja menjawab pertanyaan Nenek"


"Emm baik lah cucu Nenek, hari sudah sore mandi sana"


Sherly dengan patuh menuruti apa yang di katakan Princess, Ella merasa jauh selama ini dengan putrinya. Sherly selalu saja menolak saat dirinya menyuruh nya melakukan sesuatu hal.


"Satu hanya satu nak, jangan memaksa!! Jangan perna memaksa, ambil pelan-pelan hati anak semua akan berjalan sesuai dengan kemauan kamu"

__ADS_1


Princess bangun dari duduk nya berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Ella yang tengah memikirkan apa yang di katakan Princess.


__ADS_2