
Princess menatap pantulan dirinya di kaca besar yang ada di dalam walk in closet, dia mengusap perut buncit dengan lembut. Van yang melihat istrinya tengah ada di depan kaca dengan mengusap perut nya, dia mendekat ke arah Princess.
Van memeluk Princess dari belakang dengan tangan Van memegang tangan Princess, Princess tersenyum melihat tingkah suami nya. "Kamu terlihat sangat cantik sayang, apa anak kita perempuan lagi??" Van menatap Princess melalui kaca yang ada di depan nya dan Princess.
"Emm.. Kalau kata orang jaman dulu di lihat dari perut nya Pi"
"Kenapa dengan perut nya Mi??".
"Kalau bulat itu perempuan, kalau agak lonjong laki-laki"
"Bener kah???"
"Kata nya Pi, Mami kan juga enggak tau, yang Mami tau sekarang Mami ingin makan"
Van terkekeh mendengar kalau istrinya ingin makan, sejak hamil Princess dengan anak dan menantu nya suka sekali makan. Sampai tubuh ramping mereka kini sudah mengambang bersama, Van sangat senang karena Princess dengan tiga perempuan lain nya tidak memikirkan dirinya sendiri melainkan juga memikirkan anak-anak mereka yang ada di dalam kandungan mereka.
Sheett...
Princess yang mengeluh lapar kini tiba-tiba merasa kalau perut nya sangat sakit, Van yang melihat Princess memegang perut nya dengan kesakitan. "Mi, kenapa??"
"Perut aku sakit Pii"
"Apa jangan-jangan kamu mau lahiran Mi"
Van menggendong istrinya ala Bridal style berjalan keluar dari dalam walk in closet yang masih terbuka, Van menatap Princess yang kesakitan di gendongan nya.
"Mi, kamu kuat buka pintu nya??" pintu kamar yang tertutup membuat Van bingung disaat seperti ini.
"Kuat Pi" Princess memutar gagang pintu kamar, pintu kamar terbuka, Van langsung keluar dari dalam kamar.
Van berjalan ke arah Lift yang ada di lantai tiga, Van melihat putra nya yang ingin masuk ke dalam lift. "Boy.."
Arion menoleh ke belakang melihat Papi nya yang terlihat panik, dengan menggendong Maminya yang terlihat ke sakitan. "Pi, apa Mami akan melahirkan??"
"Iyah, cepat masuk"
Arion menekan tombol lift, setelah lift terbuka Arion dan Van yang menggendong Princess masuk ke dalam lift, Arion menekan tombol satu yang artinya lantai satu Mansion.
"Mi, Mami pasti kuat Mi, jangan memejamkan mata Mi" Van menatap Princess yang sudah ingin memejamkan mata nya.
__ADS_1
Arion menoleh ke arah Mami nya yang sudah memejamkan matanya, dengan bersamaan pintu lift terbuka. Arion dan Van segera keluar dari dalam lift. "Mi, Mami"
Tidak ada sahutan dari Princess yang membuat dua pria beda usia itu semakin panik, apa lagi di usia Princess yang sudah tidak muda lagi. Walau masih terlihat muda tapi usia tidak bisa berbohong.
Van memasukan Princess ke dalam mobil yang ada di kursi penumpang, setelah itu Van ikut masuk dengan Arion yang akan membawa mobil untuk ke rumah sakit. Arion sesekali menatap Princess dari kaca depan yang langsung bisa melihat ke belakang.
Tiga puluh menit Arion sudah memasukan mobil nya di rumah sakit, Arion menghentikan mobil nya di depan pintu masuk Rumah sakit. Van keluar dari dalam mobil dengan menggendong Princess di gendongannya.
Van masuk dengan Princess Arion memarkirkan mobil nya di parkiran rumah sakit, Arion keluar dari dalam mobil berlari ke arah gedung rumah sakit di mana Van dan Princess masuk ke dalam.
...****************...
Beberapa jam kemudian...
Van dan Arion bisa bernapas lega karena Princess sudah melahirkan anak ke empat mereka dengan tindakan operasi, Van dan Arion menatap Princesa yang masih memejamkan mata nya di ranjang rumah sakit.
"Mi, kamu harus cepat bangun kamu lihat kita mendapat dua anak lagi"
Arion diam menatap Mami nya yang belum membuka mata nya. "Pi, ini gara-gara Papi yang selalu menggempur Mami"
"Lho kok salah Papi?? Kan ini rejeki yang di beri tuhan kepada Mami dan Papi"
"Sudah lah Pii aku lelah dengan Papi yang tidak mau mengakui kesalahan Papi" Arion beranjak dari duduk nya mendekat ke arah Princess, lalu mencium kening Princess.
"Ada suara enggak ada orang"
Van mendengus mendengar jawaban sang putra yang memang selalu saja membuat Van kesal, walau begitu Van tetap akan menjadi tameng untuk anak-anak nya di saat mereka tengah ada masalah.
Arion melangkah meninggalkan Van dan Princess di ruang rawat Princess, Arion ingin memberi kabar adik dan juga istrinya kalau Mami nya sudah melahirkan twin.
Sedangkan Van dengan setia menatap istrinya yang kini sudah mulai menggerakkan mata nya, terlihat bulu mata yang lentik milik Princess bergerak. "Mi, Mami" Van memanggil sang istri yang masih belum membuka mata nya.
Princess perlahan membuka ke dua mata indah nya, mata yang selalu mampu membuat Van merasa tenang dan nyaman. "Pi.." Lirih Princess dengan menatap Van yang ada di samping nya.
"Iyah Mi"
"Di mana anak kita??"
"Di dalam ruang bayi, suster bilang kalau kamu sudah bangun twin akan di antar ke sini"
__ADS_1
"Twin??"
"Iyah Mi, kamu melahirkan anak kembar lagi"
"Bukan kah dokter mengatakan kalau hanya ada satu??"
"Kemungkinan mereka berbagi kantung Mi"
"Kantung apa Pi??"
"Apa yah Mi, kantung apa lupa Papi, Mi.. Sudah lah yang penting kamu dan Twin sehat"
"Mereka perempuan atau laki-laki???"
"Dua perempuan"
"Papi sudah memberi nama untuk mereka??? Lalu apa Papi sudah memberi tahu Mommy dam Daddy, terus Ayah, Uncle dan Aunty???"
"Sayang kamu tenang dulu dong sayang!! Aku sudah memberi tahu para orang tua kalau kamu sudah melahirkan anak kembar, Arion baru pulang akan memberi tahu adik dan juga Istrinya kalau kamu sudah melahirkan sayang"
Jika di rumah sakit Van dan Princess berdebat masalah nama anak di Mansion Van anak dan menantu nya tengah heboh dengan kabar kalau Mami mereka sudah melahirkan.
"Apa kamu tidak mengada-ngada sayang kalau Mami melahirkan Baby Twin???" Aula kembali bertanya kalau adik ipar nya kembar.
"Sudah lah aku lelah mengatakan nya sayang!! Kamu sudah bertanya sedari tadi"
"Baik lah baik lah Sayang, anak nya perempuan atau laki-laki??"
"Perempuan"
Sedangkan adik-adik nya menatap Aula malas karena mereka sedari tadi sudah ingin bertanya malah di serobot terus sama Aula. "Kak, kami juga ingin bertanya diam dulu napa" Ella yang sudah kesal dengan kakak ipar nya.
"Baik lah aku akan diam" Aula cengengesan
"Apa Mami baik-baik saja kak??"
"Bayi nya mirip siapa kak???"
"Terus nama mereka siapa kak??"
__ADS_1
"Mami dan bayi nya sehat, kalau mirip siapa mirip Papi semua, nama belum di beri nama" Arion menjawab semua pertanyaan adik nya dengan malas.
Anak dan menantu Van dan Princesa kini bersiap untuk ke rumah sakit melihat Mami mereka dan juga adik mereka yang baru lahir.