
Perdebatan kartu tipis membuat Princess lelah, Princess bersandar pada sandaran sofa. Dengan mata yang terpejam.
Van menatap Princess yang kelelahan pun tersenyum. Van beranjak dari duduk nya, mendekat ke arah Princess.
Van duduk disebelah Princess, menatap wajah cantik Princess yang kelelahan.
"Ano aku ingin makan ikan bakar"
"Hemm"
"Kamu bisa makan di warung Ano???"
"Hemmm"
"Baiklah aku tunjukan warung yang biasa nya aku makan dengan Ayah ku"
Princess membuka mata nya mantap Van yang sedang menatap nya. Princess menatap mata elang Vang yang membuat semua orang takut tapi tidak dengan Princess.
"Ayo"
Van bangun dari duduk nya, lalu mengulurkan tangan kepada Princess. Princess menatap Van yang mengulurkan tangan.
Princess merai tangan Van, lalu Van menggenggam tangan Princess dengan erat. Mereka berdua keluar dari ruangan Van.
Van dan Princess menjadi pusat perhatian orang yang mereka lewati. Van yang terkenal kaku kini bersikap manis dengan perempuan, yang dikenal dengan calon Istri Van.
Van dengan Princess berjalan ke arah parkiran mobil, Van membuka pintu untuk Princess. Jika biasa nya Van yang akan membuka kan pintu kini berganti dengan Van membuka pintu untuk Princess.
Van berlari kecil ke samping mobil nya, Van masuk kedalam mobil nya lalu melajukan mobil nya. Membela jalan yang padat.
"Dimana tempat nya???"
Princess menunjukan jalan dimana warung yang dia dan Ayah nya sering kunjungi jika ingin makan Ikan bakar.
20 Menit perjalanan menuju warung yang Princess maksud. Warung makan kecil tidak ada kata mewah, Van menatap warung itu lalu melihat Princess yang berbinar saat ini.
"Ano ayo kita turu!!! Apa kamu bisa makan ditempat seperti ini Ano???"
"Hemm"
"Kamu jangan memaksa Ano, kalau kamu tidak bisa makan disini. Biar aku yang turun kamu disini, aku makan di kantor saja. Setelan dari sini kamu baru cari makan yang sesuai dengan lidah kamu"
Princess berceloteh panjang lebar. Princess merasa bawa Van tidak bisa makan ditempat yang seperti ini.
"Kamu yakin ingin makanan yang beli di sini prin???"
"Kenapa??? Makanan disini enak tau"
"Yah sudah aku masuk dulu, kamu di sini"
Princess keluar dari dalam mobil, masuk kedalam warung kecil yang ada didepan nya. Mata binar yang terlihat dimata Princess.
"Apa dia tidak sakit perut makan disini???"
"Sudahlah kalau Princess sakit perut aku rata kan saja warung kecil ini"
Van berceloteh setelah kepergian Princess, Van menatap sekeliling yang memang berjejer warung kecil yang menyediakan banyak makanan.
Van yang dari kecil selalu dimanjakan dengan kemewahan, makan saja dengan sendok garpu emas.
Van merasa makanan disini tidak bersih, padahal sama saja, mau di resto atau warung, pemilik akan menyediakan makan yang higienis.
__ADS_1
30 menit berlalu, Princess keluar dari warung makan dengan menenteng dua kantung plastik ditangan nya. Raut bahagia terpancar di wajah nya.
Princess masuk kedalam mobil, lalu menaruh dua kantung kresek di kursi belakang. Princess menatap Van yang menatap nya.
"Kenapa???"
"Apa makanan nya bersih??? Apakah makanan nya tidak membuat sakit perut???"
"Hahahaha, Kamu ini aneh aneh saja Ano. Yah jelas tidak"
"Aku membeli 4 Ano, Dua ikan bakar dan satu lagi Ayam bakar"
"Buat apa kamu membeli banyak makanan???"
"Satu untuk Roy, satu lagi untuk Puspa sekertaris kamu"
"Satu lagi untuk siapa??"
"Kamu, kalau kamu tidak mau biar manti aku makan sendiri"
Van menatap Princess tidak percaya. " Baik lah ayo kita kembali ke kantor"
Van melajukan mobil nya kembali ke kantor, dengan Princess yang bolak balik menatap ke belakang dengan binar di wajah nya.
Van hanya bisa tersenyum melihat tingkah Princess, Van merasa Princess gadis apa ada nya, yang tidak seperti gadis lain nya. Yang selalu memperlihat kan kan kepura puraan nya.
Akhirnya Mobil Van memasuki area kantor, Princess sudah mengambil makanan yang dia taruh di kursi belakang.
Saat mobil berhenti, Princess langsung turun dari dalam mobil. Van yang melihat hanya geleng geleng melihat kelakuan Princess.
"Pelan pelan Prin nanti kamu jatuh"
"Ayo"
"Kamu harus coba Ano"
"Sedikit saja"
"Baik lah Ano"
Mereka berdua masuk kedalam kantor, dengan Van yang menggandeng tangan Princess dan satu tangan lagi membawa makanan yang Princess beli.
Saat ingin memasuki lift mereka berpapasan dengan Roy yang ingin keluar kantor membeli makanan.
"Roy"
"Iyah nona, ada apa???"
Van memberikan kantung plastik yang dia bawa tadi kepada Roy. " Ambil satu untuk kamu dan satu lagi berikan sama sekertaris Ano"
Roy menatap Van. Van hanya mengangguk kan kepalan nya. " Kamu pilih aja mau ayam atau ikan"
"Baik terima kasih nona"
"Iya sama sama"
Roy dengan Puspa memang telat untuk pergi makan siang, karena Van yang memberi pekerjaan kepada mereka sangat banyak.
Van mau hari ini selesai, dan Roy baru selesai menyelesaikan pekerjaan nya. Berbeda dengan Puspa yang masih sangat sibuk dimeja nya.
"Ano kamu jangan keterlaluan dengan mereka"
__ADS_1
"Hemmm"
Mereka berjalan ke ruangan Van yang Roy masih mengikuti langka tuan muda nya dengan calon nona muda nya.
Roy tersenyum melihat interaksi kedua nya, Van benar benar melupakan rasa sakit yang perna dia rasakan setelah dikhianati oleh Sinta.
Van dan Princess masuk kedalam ruangan nya setelah Roy membuka pintu nya, baru Roy menyusul masuk.
"Nona ini makanan nya mau ditaruh dimana???"
"Taru di meja sana saja"
Roy menaruh makanan dimeja depan sofa, setelah itu Roy undur diri. Roy meninggalkan ruangan Van dengan menenteng satu kantung kresek.
Princess membuka makanan yang dibeli tadi dengan semangat, Van hanya mantap Princess disebelah nya.
"Ano ayo coba ikan bakar ini"
Princess makan dengan menggunakan tangan nya, dia memberikan menyuapkan nya kepada Van.
"Aaakkk"
Van menatap Princess tidak percaya makan dengan tangan nya. "ini tadi kamu tau sendiri Ano kalau aku cuci tangan jangan takut tangan aku kotor"
Van dengan perasaan tidak yakin mulai memakan makanan yang disuap kan Princess. Van mengunyah nya dengan pelan.
"Ternyata rasanya tidak terlalu buruk"
"Kan aku sudah bilang Ano dari tadi"
"Kamu apa habis makan dua porsi?"
"Tidak satu lagi aku mau membagi nya dengan kamu, kamu mau yang mana ayam atau ikan???"
"Ayam saja"
Princess membuka satu kotak yang isinnya Ayam bakar. Princess kembali menyuapkan makana nya dia buka untuk Van.
Van menerima suapan itu dengan perasaan yang sangat senang, perasaan yang tidak perna ada disaat bersama Sinta.
"Ini suapan terakhir"
"Hemm"
Setelah selesai menyuapi Van, kini berganti Princess makan makanan nya sendiri. Princess memakan dengan lahap.
Van melihat ada nasi yang ada disudut bibir Princess, Van membersikan dengan Tisu yang ada dimeja nya.
Princess terpaku dengan apa yang Van lakukan, kelakuan Van membuat jantung Princess tidak karu karuan.
"Gemm"
Princess tersadar akan daheman Van, pipi Princess memerah, dia langsung menunduk menghadap makanan nya yang ada dimeja.
"Aku mau makan kamu kembalilah berkerja Ano"
"Hemmm"
Ano kembali ke kursi kebesaran nya dengan perasaan yang sama aneh, jantung nya berdetak lebih kencang.
Van langsung duduk dan memulai pekerjaan yang sempat tertunda tadi.
__ADS_1