
Princess dan Van pulang membawa kabar bahagia, Princess terus mengucap syukur atas kehamilannya meskipun tidak kembar tapi Princess dan Van sangat sangat bahagia mendengar kalau Princess tenga hamil muda.
Van masuk ke dalam gerbang yang menjulang tinggi Mansion utama, Van memarkirkan mobil nya di halaman luas Mansion. Van keluar begitupun dengan Princess yang tenga berbinar dan terlihat sangat jelas di wajahnya.
Mereka berdua masuk ke dalam Mansion utama yang di tinggali oleh para orang tua, Mereka masuk ke dalam ruang keluarga. Di ruang keluarga sudah ada Aura, Maharani sedangkan Jonie sedang pergi ke kantor karena ada pertemuan dengan klien penting tapi Van tidak mau ke kantor menjadikan Jonie yang menggantikan Van.
Tentu saja Jonie menggerutu dengan Putra nya karena masa tua nya yang ingin dia habiskan bermanja malah harus terus meeting dengan klain di kantor.
Meninggalkan Jonie yang kesal dengan Van, kini Van dengan Princess terus tersenyum dengan menyapa kedua wanita cantik beda usia yang duduk di sofa ruang keluarga.
"Sayang kalian sudah pulang???"
"Sudah Mom"
"Bagaimana hasil nya nak apa bisa kamu hamil kembar???"
"Aku sudah hamil Mom"
"Apa????"
"Iyah"
Aura bangun dari duduk nya setelah itu mendekat ke arah Princess memeluk mencium menantu nya dengan sangat sayang, Aura sangat sangat bahagia mendengar menantu nya tenga hamil.
Begitupun Maharani yang kini sudah bangun dari duduk nya mendekat ke arah Princess yang di peluk Aura mertua nya. "Oh aku akhir nya mempunyai cicit dari anak nakal ini Aura"
"Iya bu, Ibu punya cicit"
"Selamat cucu ku kesayangan Grandma"
"Terima kasih Grandma"
Maharani memeluk Princess dengan sayang menyalurkan rasa sayang kepada cucu menantu nya, setelah itu mendekat ke arah Van yang ada di samping Princess.
"Kamu anak nakal jaga baik baik cicit ku, sampai terjadi sesuatu aku akan memukuli mu dengan tongkat ajaibku"
"Iyah Grandma"
"Bagus dan turuti semua kemauan cucu ku mengerti kamu???"
"Di mengerti"
__ADS_1
"Bagus!!! Au kamu beri wejangan lagi kepada anak nakal ini"
"Iyah Bu"
Setelah itu Maharani langsung menghubungi Jonie, Adik ipar nya dan juga Yuda Ayah dari Princess untuk datang ke Mansion utama. Setelah menghubungi keluarga nya Aura menatap menantu dan Anak nya yang tengah duduk di sofa seberang nya.
Aura kembali memberi wejangan kepada putra dan menantu, agar nanti saat melahirkan ibu dan anak selamat. Princess dengan Van mendengarkan apa yang dikatakan Aura, mereka berdua mendengarkan tanpa menyela dan memahami semua yang di katakan Aura.
Aura memberi wejangan panjang kali lebar tapi tak membuat Van dan Princess mengeluh lelah atau bosan mendengar apa yang dikatakan oleh Aura. Aura menghentikan perkataan nya saat mendengar suara yang memanggil nya Aura menoleh ke arah sumber suara dan melihat Luwis dan Laudya tengah berjalan mendekat ke arahnya dengan senyum yang ada dibibir nya.
"Ada apa kak?? Apa ibu merepotkan kakak" Canda Laudya yang suka sekali membuat ibu mertua nya kesal.
"Anak kurang ajar mana ada Ibu merepotkan Aura"
"Hehehe jangan marah marah bu nanti cepat tua"
"Au untuk aku hanya punya satu menantu seperti adik mu kalau banyak sudah di depan pintu neraka aku"
Semua orang tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Maharani. "Sudah jangan dengarkan Laudya"
"Aku punya kabar baik"
"Apa kak???"
"Cucu??? Princess hamil???"
"Iyah Lau"
"Ahhhhh!!!"
Laudya mendekat ke arah Aura lalu memegang ke dua tangan Aura lalu mereka berdua melompat lompat seperti anak kecil. Maharani hanya bisa menghela napas melihat ke dua menantu nya yang tidak sadar umur.
Sedangkan Luwis memilih duduk di sofa dekat dengan Maharani, Dia mencium tangan Maharani dan pipi Maharani. "Kita sudah punya anak anak Bu"
"Iyah nak"
"Bu aku sangat senang Ibu punya cicit dan aku punya Cucu, dan sebentar lagi Yuvi akan juga menyusul Van"
"Semoga keluarga kita selalu dilindungi dari orang orang jahat nak" Dengan mengusap sudut mata nya yang tanpa terasa meneteskan air mata nya
"Aku juga berharap begitu bu, cukup aku dan kak Jonie yang perna merasakan kehilangan saudara saudaraku" Batin Luwis mengingat pembunuhan berantai yang terjadi saat diri nya dan Jonie baru berusia 15 tahun.
__ADS_1
Saat Luwis dengan Maharani mengingat ke jadian perih yang puluhan tahun yang lalu, Lamunan mereka pudar saat mendengar suara lembut dua perempuan cantik, yang kini sudah menatap Luwis dan Maharani.
"Bu, Wis kami akan punya cucu"
"Haha Kakak tidak pantas jadi Nenek"
"Tidak masalah kamu mengejek ku sekarang aku tidak akan membalas karena aku sedang bahagia"
"Kebahagian apa yang membuat kamu begitu sangat bahagia samapi Luwis kau bebaskan sayang"
Semua orang menoleh ke arah sumber suara, Mereka Melihat Jonie dan Yuda sedang berjalan ke arah mereka yang ada di ruang keluarga. "Apa kalian janjian???"
"Kami bertemu di depan sayang"
Aura mengangguk anggukan kepala nya, Sedangkan Yuda Dan Jonie duduk di sofa yang kosong di sana, mereka menatap Aura dan Laudya yang masih bergandengan tangan, bukan lebih tepat nya mereka saling menggenggam tangan satu sama lain.
"Kenapa dengan kalian???"
"Kami sedang bahagia??"
"Kenapa???"
"Princess hamil"
"Princess hamil???"
"Iyah Pak, Putri kita mengandung"
Yuda bangun dari duduk nya mendekat ke arah Princess dia memeluk putrinya lalu mencium kening Princess dengan kasih sayang, setelah itu Yuda mendekat ke arah Van. "Selamat Nak"
"Terima kasih yah"
Yuda menepuk pundak Van memberi semangat dan dukungan kepada menantu nya yang dulu dia takuti sekarang Yuda tidak takut lagi dengan menantu nya, karena selama ini Van menunjukkan perhatiaan nya kasih sayang nya kepada Princess dan Yuda sebagai Ayah mertua nya.
Setelah menepuk pundak Van, Yuda kembali duduk di sofa dekat dengan Jonie. "Apa bener Mom??? Anak kamu sekali tembak goll???"
"Daddy"
"Heheh Maaf sayang keceplosan"
Van yang mendengar perkataan Jonie memutar bola mata nya malas, begitupun dengan yang lain, kebahagian mereka sangat lengkap apa lagi Yuvi sebentar lagi akan menikah dengan El. Mereka saling becanda tawa sampai akhir nya pelayan datang memberi tahu kalau masakan padang nya sudah jadi.
__ADS_1
Maharani mengajak semua keluarga nya masuk ke dalam, karena sudah waktu nya makan siang dan juga makanan pesanan Princess sudah jadi. Princess dengan sangat senang pun begitu semangat menuju meja makan dengan menggandeng tangan Van dengan mengayunkan nya seperti anak kecil.
Semua keluarga berkumpul hari ini, hanya menyisakan Yuvi dan El mereka ber dua sedang mempersiapkan pernikahan mereka berdua. Semua keluarga makan siang dengan bercanda tawa mereka sangat bahagia mendengar kehamilan Princess yang begitu sangat cepat. Keinginan mereka untuk menjadi nenek dan kakak akan segera terwujud. Apalagi Maharani yang ingin menimang cicit sungguh kebahagiaan yang Maharani inginkan. Di usia nya yang tidak muda lagi setelah banyak berjuang akhirnya keluarga nya bahagia walau masih banyak rintangan yang harus di hadapi keluarga nya.