
Sesuai janji Yoga kepada Ella kalau dia akan membuat Wilona di depak dari Mansion Laudra dan kini sudah terjadi, Yoga menunjukan semua bukti yang membuat Wilona tidak bisa mengelak lagi. "Ma, aku tidak mungkin melakukan itu semua" Lirih Wilona yang sudah menangis di depan Lusia.
"Aku sudah melihat semua buktinya, kamu buka lagi ja****ng kamu perempuan Murahan yang mengobral tubuh kamu seperti dagangan" pekik Lusia.
"Ma, ini semua karangan Yoga agar tidak mau menikah dengan ku Ma" Wilona masih mencari muka di depan Lusia.
"Kamu jangan memanggil ku Mama, kamu bukan anak ku"
"Beny.." pekik Lusia yang menggelegar di Mansion Laudra.
Beny yang baru sampai di Mansion pun terkejut bukan main karena mendengar ibu dari sahabat nya memanggil nya dengan berteriak, Beny segara masuk kedalam Mansion untuk menemui ibu dan Sahabat nya.
"Ma, ada yang bisa saya bantu"
"Seret wanita ular ini dari Mansion ku"
"Baik lah Ma"
Beny menyeret Wilona dengan kasar, tentu saja karena selama ini dia tidak menyukai Wilona yang sok berkuasa di Mansion Laudra, apa lagi selalu membuat benalu untuk Yoga.
"Mampus kagak elo" ejek Yoga
"Sialan, elo pasti ikut juga membuat gue keluar dari sini" pekik Wilona
"Kalau iya kenapa?? Gue lebih suka pendamping Yoga si Ella"
"Oh elo suka sama sih Ella, iyah perempuan sok polos itu??" pekik Wilona semakin keras karena dia semakin benci dengan Ella
Di depan Mansion sudah ada anggota lain untuk membawa Wilona sebagai makanan empuk anggot yang lain, yang ingin asoy asoy tanpa keluar dari Markas.
"Bawa dia ke Markas"
"Baik tuan"
Mereka memasukan Wilona ke dalam mobil dengan paksa karena Wilona terus memberontak ingin di lepaskan, Wilona berteriak tanpa henti, dengan sangat terpaksa Wilona di pukul sampai pingsan.
Setelah Yoga memberi bukti kepada Lusia kini Yoga ada di Mansion Van yang ingin mengutarakan maksud nya datang ke Mansion nya dan memenuhi janjinya kepada Ella.
Van menatap Yoga yang ada di depan nya dengan sangat tajam, Yoga tidak merasa takut, apa lagi tidak jadi mengutarakan tujuan nya datang ke Mansion Van untuk menemui ke dua orang tua Ella.
"Om, tan saya datang ke sini untuk melamar Ella menjadi istri saya"
"Kemana orang tua kamu??"
"Saya akan mengajak ke dua orang tua saya kalau saya sudah mendapat restu dari anda"
"Apa kamu sudah mengurus tunangan kamu??"
"Sudah Om"
__ADS_1
"Bawa orang tua kamu kamari nanti malam"
"Apa itu tanda nya Om dan tante merestui saya??"
"Hemm"
"Baik lah kalau begitu saya pamit pulang dan nanti malam akan membawa ke dua orang tua saya kemari Om, tan"
"Hemm"
Yoga pulang dengan perasaan bahagia karena dia sudah mendapat restu kedua orang tua Ella, dia sebentar lagi akan mendapatkan Ella yang dia cintai. "Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini" Lirih Yoga di dalam mobilnya.
Setelah setengah jam perjalanan Yoga sudah memasukkan mobil mewah nya kedalam gerbang yang menjulang tinggi Mansion nya.
Yoga keluar dari dalam mobil dengan perasaan bahagia, Yoga memasuki Mansion mencari Mama nya memberi tahu kalau dia ingin melamar Ella sebagai istrinya.
"Ma"
Lusia menoleh kebelakang melihat putranya tengah berjalan kearah nya dengan wajah yang sangat bahagia. "Kenapa nak??"
"Aku ingin melamar Ella menjadi istriku"
"Ella siapa??"
"Putri tuan Van Alexander"
"Apa kamu yakin dengan dia??"
"Baik lah nak besok kita kesana"
"Tuan Alex ingin kita kesana nanti malam Ma"
"Kenapa dadakan sekali"
"Aku baru saja pulang dari Mansion tuan Alex, beliau menyuruh ku membawa kedua orang tau ku datang nanti Malam"
"Papa masih ada di luar negeri nak"
"Tidak apa nanti kita mengatak yang sebenarnya,.Yoga yakin mereka akan mengerti"
Setelah Yoga mengatakan ingin melamar Ella, kini ibu dan anak itu pergi untuk membeli barang yang akan di bawa ke Mansion Van, terlihat jelas kebahagiaan Yoga.
...****************...
Yoga menatap Ella yang begitu sangat cantik dengan balutan dress putih yang melekat di tubuh Ella, Yoga menatap Ella tanpa berkedip membuta Ella menjadi salah tingkah.
Mereka makam malam tanpa ada nya pembicaraan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang terdengar, dengan Ella yang curi curi pandang kepada Yoga, begitupun dengan Yoga yang juga curi curi pandang dengan Ella.
Mereka menyelesaikan makan malam, kini Van mengajak Lusia dengan Yoga untuk keruang keluarga yang tidak jauh dari meja makan. Mereka duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
__ADS_1
"Maaf tuan dan Nyonya Alex kedatangan saya ke mari untuk melamar putri anda"
"Jangan terlalu formal Nyonya"
"Apa anda merestui hubungan anak anda dengan putri saya??"
"Yah saya merestui nya tuan Alex"
"Apa anda yakin?? Karena saya tidak mau kalau anak saya menderita karena tidak mendapat restu"
"Saya merestuinya Nyonya"
"Bagaimana dengan tunangan Yoga??"
"Dia sudah di urus"
"Dimana Tuan Laudra???"
"Suami saya ada di luar negeri tuan, jadi tidak bisa ikut kemari"
Yoga memasangkan cincin yang dia beli dengan Lusia tadi siang, mereka hanya tukar cincin setelah itu mereka akan menikah dua minggu lagi tepat nya tripel akan menikah dengan bersama sama.
Yoga dan Lusia menyetujui untuk menikahkan mereka bersama sama dengan kakak mereka, setelah lamaran dadakan itu Yoga mengajak Ella untuk keluar Mansion, untuk membicarakan tentang mereka berdua.
Yoga duduk di teras Mansion bersama Ella mereka menatap langit yang malam hari ini sangat cerah dan indah dengan banyak nya bintang yang menghiasi langit.
"Kak, apa benar kamu mau menikah dengan kakak???"
"Kenapa tidak??"
"Aku tidak mau kakak merasa keberatan menuruti Papi"
"Tidak aku tidak keberatan sama sekali"
"Emmm, baik lah"
"Kamu nanti mau honeymoon kemana??"
"Terserah kakak saja mau kemana"
Mereka terus mengobrol ringan dengan banyak yang mereka bahas, Ella tampak bahagia di wajah nya. Ella sangat senang akhir nya penantian nya tidak sia sia untuk mendapatkan Yoga.
"Kak, aku enggak nyangka kalau aku bisa mendapatkan kakak"
"Haha kamu pikir apa mendapatkan sayang"
"Haha yah juga yah kakak"
Mereka tertawa bersama, bercanda tawa sesekali Yoga menggombal i Ella terlihat Ella kedua pipinya merona merah. Sedangkan Yoga merasa kecanduan melihat wajah Ella yang memerah karena malu malu.
__ADS_1
Yoga juga meminta Maaf karena Papa nya tidak datang, mereka tadi juga sempat melakukan video call di saat Yoga dan Ella bertukar cincin, Papa Yoga juga meminta Maaf tidak dapat ikut ke acara penting anak nya yang sangat dadakan.
Van dan Princess memaklumi nya karena memang mereka juga salah karena langsung menyuruh Yoga datang dengan kedua orang tua nya.