
Ella menatap pantulan diri nya di cermin memutar mutar tubuh nya, menatap gaun yang melekat indah di badan nya. "Ternyata aku sangat cantik" Ella memuji dirinya sendiri.
"Kamu memang sangat cantik sayang, tidak ada yang lebih cantik dari kamu" Yoga yang baru masuk ke dalam walk in closet membenarkan perkataan Ella, kalau memang Ella sangat cantik.
"Kak, apa tidak mempan dengan gombalan kakak" yang masih merajuk dengan Yoga yang tidak membiarkan dirinya beristirahat semalaman.
Yoga mendekat ke arah Ella yang masih di depan cermin kamar Yoga, Yoga memeluk Ella dari belakang menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Istrinya. "Maafkan aku sayang"
"Sudah minggir aku enggak mau rambut dan make up ku luntur" Ella melepas tangan kekar suami nya yang melingkar di perut ramping nya.
Ella berjalan ke arah pintu walk in closet tidak menghiraukan Yoga yang menghela napas melihat istrinya meninggalkan dirinya. Sedangkan Ella menunggu Yoga di sofa kamar nya dengan membuka ponsel yang sedari kemarin dia non aktifkan.
Banyak notifikasi yang masuk dari sosial media nya, Rata-rata dari temen sosial media nya mengucapkan selamat menempuh hidup baru, mereka tidak tau saja kalau setelah pernikahan mereka harus pergi ke medan perang memenuhi undangan musuh lama.
"Enggak tau apa kalau gue habis seneng menikah, eh malah di hancurin sama sih Rino sialan itu" Ella menggerutu dengan membaca komen orang-orang yang memberi selamat.
Ella yang tengah asik membaca komen di sosmed, mendengar suara berat suami nya. Ella mendongak menatap Yoga yang sudah sangat tampan berdiri di depan nya.
"Kamu udah siap??"
"Iyah udah ayok yank"
Ella beranjak dari duduk nya mengambil tas mahal yang ada di atas meja, memasukan dua ponsel nya ke dalam tas mahal nya. Ella menggandeng lengan kekar suami nya dengan sangat maja.
Ella dan Yoga akan datang ke acara pernikahan teman Yoga sewaktu duduk di bangku SMA, pasangan pengantin yang terlihat sangat cocok.
Yoga dan Ella keluar dari dalam lift dengan Ella yang menggandeng lengan Yoga, saat mereka sampai di ruang keluarga. Yoga dan Ella mendengar seseorang yang memanggil nya.
"Yoga, Ella"
"Kenapa Ma??" Ella bertanya kepada Mama mertua nya saat melihat Mama dan Papa mertua nya, berjalan mendekat ke arah nya.
"Kita berangkat bareng aja, karena ternyata tempat tujuan kita sama hotel****"
"Yah sudah kalau begitu Ma" Ella melepaskan tangan nya dari lengan kekar suami nya, kini Ella berganti menggandeng lengan Mama mertua nya.
Mereka berempat jalan bersama keluar dari Mansion untuk menghadiri pernikahan teman bisnis Papa Yoga sekaligus teman sekolah Yoga dulu.
Yoga membuka pintu untuk sang istri sebelum dia akan masuk ke kursi pengemudi, Ella duduk dengan Mama mertua nya sedangkan Yoga dengan Papa nya di depan.
__ADS_1
Ella banyak bercerita dengan Mama mertua nya, menceritakan bagaimana Ella dan Yoga bisa bertemu dan akhirnya menikah. Mama Yoga sempat tidak percaya kalau Van memiliki putri yang sangat cantik.
"Papi, memang sengaja menyembunyikan saya dari publik" Ella tidak keberatan kalau di sembunyikan Van, karena demi keselamatan nya.
"Kenapa??"
"Tentu saja untuk menjaga Saya"
"yah, keluarga kalian bukan keluarga yang muda di dekati"
"Mama saja yang berlebihan kami tidak perna membeda bedakan, kami di ajarkan tidak membeda bedakan status"
"Mami kalian memang sangat baik, dulu Mami perna bertemu dengan nya sekali saat menghadiri perkumpulan bawa 15 tahun yang lalu"
Mertua dan Menantu saling bercerita satu dengan yang lain, sampai mereka tidak sadar kalau sudah ada di depan hotel di mana mereka menghadiri pernikahan.
"Putri dan Ratu silahkan turun karena sudah sampai" Yoga menatap Mama dan Istrinya yang duduk di kursi belakang.
"Oh ternyata sudah sampai"
Ella dan Mertua nya turun dari dalam mobil, di mana para suami sudah ada di samping pintu mobil. Ella dan mertua nya menggandeng suami mereka masing masing, berjalan masuk ke gedung yang tengah di sorot oleh banyak kamera.
"Kak, ternyata banyak wartawan di sini" Lirih Ella.
"Jelas saja karena mereka juga akan menayangkan wajah kamu di televisi kak, yang nanti nya seluruh kota, provinsi, kecamatan, kabupaten bisa melihat suami aku yang tampan, termasuk pembaca mereka nanti juga bisa terpesona dengan ketampanan kamu" ucap Elle menggebu gebu.
"Kalau gitu kamu sama dong yank, apa lagi kamu malam ini terlihat semakin cantik"
kedua orang tua Yoga yang ada di belakang Menantu dan Anak nya terkekeh pelan, apa lagi melihat Ella sungguh sangat menggemaskan. "Mama enggak nyangka Pa kalau Yoga bisa lembut terhadap istrinya"
"Ma, kaum perempuan itu sangat mengerikan saat mengamuk mengalahkan berada di dalam medan perang"
Plakkkk..
"Ma, kan Mama yang tanya"
"Diam, atau tidur di luar"
Seketika tuan besar Laudra diam dengan melirik istrinya dengan sangat ngeri. "Bagaimana seorang perempuan bisa sangat mengerikan" Batin Luadra
__ADS_1
Ella dan Yoga mendekat kearah pengantin yang tengah duduk di kursi pelaminan, Yoga dan Ella memberi selamat kepada pasangan pengantin baru. "Selamat bro"
"Okay Thanks yah, udah mau datang"
"Iyah gue nyempetin dateng"
Ella dan Yoga turun dari atas panggung pernikahan teman Yoga, dengan Ella yang masih setia menggandeng tangan Yoga. Saat Yoga dan Yoga ingin menjauh dari panggung, Yoga mendengar nama nya di panggil oleh seseorang yang dulu perna mengisi hati nya.
"Yoga"
"Angel"
"Wah, kamu masih mengenali ku ternyata Ga"
"Gimana kalau kita cari tempat mengobrol??"
"Maaf aku bersama istri ku"
Angel menatap Perempuan yang ada di samping Yoga, Angel tersenyum menatap Ella. Ella ikut tersenyum. "Maaf yah aku tidak sadar Yoga tengah bersama perempuan"
"Tidak apa-apa"
"Aku Angel, teman Yoga. Kamu???"
"Ella"
"Yah sudah aku dan Istri ku dulan yah??"
"Iyah"
Yoga dan Ella berbalik meningglakan Angel yang masih ada di depan panggung pernikahan, Angel menatap tidak suka Ella dan Yoga. "Aku telah kembali Yoga, aku akan merebut kamu dari sisi istri kamu" Batin Angel.
Sedangkan Ella cemberut di samping Yoga, Yoga menyadari kalau istrinya tengah cemburu pada Angel. "Jangan khawatir, aku dan dia hanya bertaman dulu"
"Iyah" singkat jelas padat
Yoga mengajak Ella duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Yank kamu mau makan apa??"
"Nanti saja aku ingin makan di luar saja"
__ADS_1
"Baik lah tuan putri"
Ella tiba tiba merasa tidak nyaman setelah bertemu dengan Angel, Ella berharap tidak akan terjadi sesuatu di hubungan nya dengan Yoga kedepan nya.