
Van melajukan mobil nya membelah jalan yang sepi, lampu jalan yang remang remang. Van mengambil jalan pintas agar bisa cepat sampai di mansion.
"Ano aku takut"
"Kamu kan ada didalam mobil sama aku jangan takut"
"Tapi Ano"
"Pejamkan mata kamu bayangkan didepan bukan nya gelap, tapi ditempat yang terang dan sangat indah"
Princess mencoba apa yang Van katakan, Princess mencoba memejamkan mata nya. Princess mulai membayangkan tempat yang indah yang sedang dia lewati dengan Van.
"Sayang, apa lebih baik???"
"Sedikit lebih baik Ano"
"Kamu harus lawan rasa takut kamu dengan kegelapan sayang"
Van sudah melihat jalan raya didepan sana itu tanda nya mereka akan sampai di mansion. "Sayang buka mata kamu, Didepan sudah ada jalan raya yang ramai"
Princess membuka mata nya dan benar saja didepan sana sudah terlihat jalan raya yang sangat ramai, banyak mobil yang berlalu lalang.
"Sayang, kamu ingin membeli sesuatu sebelum pulang???"
"Tidak karena aku mau langsung pulang"
"Kamu belum makan Prin??"
"Aku akan membuatkan makan malam untuk kamu dan seterusnya"
Ano menatap Princess yang menatap nya dengan senyum yang terukir dibibir nya. Senyum yang selalu membuat hati Van menghangat.
"Apa kamu bisa masak???"
"Kamu meragukan ku???"
"Tidak, aku hanya bertanya???"
"Sedikit"
Princess yang selalu berceloteh didalam mobil sedangkan Van hanya mendengarkan, jika Princess bertanya Van akan selalu menjawab.
Mereka sudah melewati jalan yang gelap, kini Van sudah melajukan mobil nya dijalan raya yang ramai dengan pengendara.
Meskipun malam tak membuat jalan yang mereka lewati sepi, jalan yang selalu ramai dengan banyak kendaraan.
Van sudah memasuki kawasan perumahan elit dan hanya tempat orang orang kaya. perumahan yang Van juga memiliki keamanan yang sangat ketat.
Van memasukan mobil mewah nya ke gerbang yang menjulang tinggi. Van keluar dari dalam mobil lalu berjalan ke samping mobil untuk membuka pintu mobil untuk Princess.
"Terima kasih Ano"
Van hanya tersenyum yang tidak perna orang tau kalau Rivano Alexander bisa tersenyum. Dan itu untuk Princess.
Van menggandeng tangan Princess masuk kedalam mansion. Di dalam sudah ada Roy yang menyambut kedatangan mereka.
"Selamat malam tuan muda"
"Hemmm"
"Apa semua aman tuan???"
"Hmmm"
__ADS_1
Van melangka masih dengan menggandeng tangan Princess. Princess mengikuti ke mama Van membawa nya.
"Ano"
"Hmmm"
"Aku tidak ada daster rumah"
"Untuk apa???"
"Yah di rumah, mana mungkin aku di rumah memakai gaun atau dress Ano"
Van terdiam dengan apa yang Princess katakan. Pikiran nya berkelana mencerna kata daster. "Sayang"
"Apa???"
"Apa itu daster???"
"Baju rumah yang longgar dan nyaman dipakai saat di rumah Ano"
"Emmm, Baik lah besok kita pergi beli"
"Besok aku ada jadwal pagi Ano"
"Apa sampai siang????"
"Sampai sore Ano"
"Yah nanti aku akan meminta petugas butik kemari sayang"
"Daster saja beli butik yang benar saja Ano"
"Lalu beli dimana sayang???"
"Sudahlah besok malam kita ke mall mengganti malam ini"
Van membuka pintu kamar mereka, mereka berdua masuk kedalam kamar, Van masuk kedalam kamar mandi.
Sedangkan Princess masuk kedalam walk in closet, Princess mengganti pakaian nya menjadi baju rumah.
Celana pendek di atas lutut, kaos over size, rambut yang digulung ke atas. Membuat Princess semakin terlihat cantik.
Princess keluar dari kamar, tujuan nya ingin masuk ke dalam dapur. Membuat makan malam mereka berdua.
Princess menatap pelayan yang ada di dapur dengan heran, Karena mereka kelihatan takut saat melihat nya di dapur.
"Ada apa???"
"Nona jangan masuk ke area terlarang ini"
"Maksud kamu dapur ini??"
"Iya nona, kami takut tuan muda marah. Karena anda masuk kemari"
"Ano tidak akan marah, aku sudah meminta ijin tadi. Jadi jangan takut okay"
"Sayang"
Semua orang yang ada di dapur menoleh ke arah sumber suara, termasuk Princess yang juga ikut menatap Van.
Bedanya jika para pelayan akan menunduk, tidak dengan Princess yang menatap mata Van yang memanggilnya tadi.
"Kenapa???"
__ADS_1
"Aku tadi mencari kamu, ternyata kamu mau memulai aksinya"
"Tentu tuan muda jadi anda harus sabar mengunggu"
"Baik lah chef aku akan menunggu dimeja makan"
Ven mencium kening Princess sebelum melangkahkan kaki ke arah meja makan yang tidak jauh dari tempat Princess.
Princess memulai meracik bumbu yang akan digunakan untuk membuat nasi goreng, Princess juga memotong sayuran dan sosis.
Setengah jam berlalu kini Princess sudah menyajikan nasi goreng buatan nya dimeja makan, Van menatap nasi goreng nya lalu menatap Princess.
"Kamu ahli dalam memasak, Apa mau aku buatkan resto sayang???"
"Tidak!!! makanan yang aku buat hanya untuk kamu dan tidak diperjual belikan"
Van mendengar apa yang Princess ucapakan dengan menyuapkan nasi goreng buatan Nisa. "Enak sekali, kalau kamu masak setiap hari perut ku bisa membuncit"
Princess tertawa mendengar apa yang Van katakan, Pelayan yang memperhatikan mereka ikut merasa bahagia, karena tuam muda mereka sudah menemukan pendamping yang cocok.
Nasi goreng sosis dengan telur mata sapi, menu makanan kesukaan Princess. "Ano apa kamu suka??? Ini menu yang paling aku suka Ano"
"Sangat suka sayang, karena memang sangat enak"
Mereka makan dengan banyak cerita kehidupan yang Princess dengan Yuda alami selama ini. Tapi dalam ceritanya Princess tidak merasa sedih.
Van yang memperhatikan istrinya banyak cerita hanya tersenyum, semua celotehan Princess seakan sangat candu bagi Van.
Princess berdiri dengan masih bercerita, Princess mengambil piring kotor yang Van gunakan untuk makan nasi goreng
"Prin"
"Apa Ano???"
"Kamu mau konsep yang bagai mana saat pesta pernikahan kita nanti???"
"Yang simpel, elegan dan terlihat cantik, satu lagi bunga segar"
"Baik tuan putri"
Princess terkekeh melihat kelakuan Van yang memperlakukan nya seperti Princess yang sesungguh nya.
"Bunga apa yang kamu ingin kan sayang???"
"Mawar Berwarna putih"
Pembahasan dekor berubah menjadi nasi goreng buatan Princess. "Apa kamu mau memasakan aku setiap hari sayang"
"Dengan senang hati"
Princess mencuci piring bekas mereka berdua, Princess menatap Van yang menatap nya tanpa berkedip.
"Kenapa Ano???"
"Tidak apa apa"
Van beranjak dari duduk nya lalu mendekat ke arah Princess. Van mengandeng tangan Princess Princess mengikuti langka Van.
Mereka melangka masuk ke dalam lift, dengan Van yang masih menggandeng tangan Princess. Van menggenggam tangan Princess begitu erat
Seakan Princess akan lari jika Van melepaskan tangan nya dari Princess. Princess yang digenggam Van merasa sangat aman.
Mereka keluar dari dalam lift melangka ke arah kamar mereka, Princess masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Princess ingin mandi untuk menghilangkan rasa capek yang dia rasakan. Sedang kan Van memeriksa email yang dikirim sekertaris nya.
Princess keluar kamar mandi masuk kedalam walk in closet, sedangkan Van masuk kedalam kamar mandi ingin segera mandi lalu beristirahat.