
Banyak perkumpulan ketua dan wakil Mafia yang ada di ruangan Markas besar yang biasa nya di gunakan untuk pertemuan perkumpulan Mafia besar. Hanya perkumpulan Mafia yang memiliki kedudukan yang bisa masuk ke dalam Markas besar.
Mereka saling berbisik saat melihat Herry naik ke podium, mereka banyak yang tidak percaya kalau Mantan ketua Mafia hanya sekali tikam mati. Mereka jelas ingat bagaimana dulu Ridwan menyerang keluarga Van dengan keluarga nya.
"Apa benar Tuan dan Nyonya Alexander sudah meninggal?? Kenapa tidak ada berita yang keluar atau pihak keluarga yang datang untuk membalas anda?? Kemana anak-anak Tuan dan Nyonya Alexander?? Kami juga sangat mengingat jelas kalau dulu tuan Ridwan sudah menyerah untuk tidak mengejar keluarga Tuan Alexander setelah berita yang beredar Tuan Ridwan menyatakan karena sudah di selamatkan oleh Nyonya Princess waktu itu!!!" Salah satu ketua Mafia yang memang dekat dengan keluarga Van mempertanyakan semua nya, dia tidak percaya kalau dengan muda nya Van dan Princess tumbang.
"Anda terlalu berlebihan Tuan Devan kalau selama ini Van dan Istrinya sulit di tumbangkan!! Bakan saya punya bukti kalau dia sudah mati di Markas saya" Herry menunjukan gambar yang dia ambil di layar proyektor.
Semua yang ada di Aula markas besar seakan tidak percaya bagaimana bisa Van dan Princess tumbang begitu saja. banyak bisikan-bisikan yang terdengar saat gambar muncul.
Saat semua tengah sibuk dengan gambar yang ada di depan mereka, Herry mendapat kabar kalau semua usah nya mulai dari club malam, Resto, sampai perusahaan nya semua di tutup dan di segel paksa oleh Arion Alexander.
"Apa??? Tidak mungkin anak ingusan itu berani menutup semua usahaku!!" pekik Herry yang murka mendengar kabar semua sumber harta nya di tutup paksa.
Belum juga perkumpulan Mafia itu berbisik-bisik kini mereka mendengar suara suara yang begitu sangat dingin dari arah belakang. "Apa yang tidak mungkin untuk saya Arion Alexander!! Bahkan orang yang anda cintai saat ini sudah ada di dalam Markas Leon King" Arion berjalan mendekat ke arah Herry yang terlihat sangat terkejut.
"Kamu berani dengan ku?? Akan aku habisi kamu sama seperti ke dua orang tua kamu!! Hahahahaha..!!"
"Orang tua ku yang mana?? Mereka kini tengah minum kopi di Mansion" Arion mengejek Herry yang ada di atas podium.
"Kamu jangan pura-pura bodoh atau apa!! Kamu tidak tau kalau orang tua kamu sudah mati"
"Benarkah, kalau begitu anda yang sudah sangat bodoh!! Setelah gagal membunuh adik dan istri saya anda menjadi sedikit gila rupanya!!"
__ADS_1
"Kalian saja yang tidak berani menghadapi ku, kalian sembunyikan para perempuan lemah itu dari ku"
"Untung saja waktu itu orang-orang perkumpulan orang yang anda cinta sangat bodoh dengan muda pasukan mereka muda kami lenyapkan di Mansion"
Flashback...
Setelah kepergian anak-anak Van dan juga Princess Mansion begitu sangat sepi dan sunyi tidak ada tawa, perdebatan, atau teriakan dari anak-anak mereka.
Hanya ada empat orang yang duduk di ruang keluarga tanpa ada pembicaraan yang mereka bicarakan..
Tanpa permisi puluhan orang masuk ke dalam Mansion dengan membawa senjata, Van, Princess dan ke dua anak nya begitu sangat terkejut, bagaimana bisa mereka melawan banyak orang dengan hanya empat orang.
Tapi siapa sangka Princess sangat santai duduk di sofa ruang keluarga dengan melanjutkan menyulam baju untuk twin. "Mi, kita harus berjuang bersama"
"Kalina jangan terlalu tegang, mereka sendiri yang akan mengantar nyawa nya ke gerbang neraka karena sudah berani masuk ke dalam kediaman ku!!!" perkataan Princess membuat tiga orang yang ada di depan nya bingung dengan apa yang di katakan Princess.
"Apa ini Mi??"
"Aku sudah menyiapkan anak buah ku untuk datang ke sini sejak kepergian anak-anak!! Aku menyembunyikan mereka bukan tidak percaya kalau mereka bisa menang melawan mereka tapi aku tidak mau calon cucu ku kenapa-napa"
Di Luar Mansion semakin gaduh terdengar suara tembakan, pukulan, tendangan, sampai terdengar suara pedang beradu. Sedangkan orang-orang yang ada di dalam langsung menyerang Van, Princess dan dua anak nya.
Princess berdiri dari duduk nya mendongak menatap semua orang yang ada di depan nya dengan mata merah menyalah, entah kekuatan apa yang membuat Musuh menjadi tidak bergerak, seperti mereka merasa lemas saat menatap mata merah Princess.
__ADS_1
"Kalian ingin bermain-main dengan ku rupa nya!! Aku akan menuruti nya hahahahhah..."
Suara Princess yang berubah bukan lagi suara Princess yang mereka kenal, Suami dan kedua anak nya sempat terkejut dengan apa yang mereka dengar dan mereka lihat.
Princess mendekat ke arah Musuh dengan tangan yang sudan memegang cambuk yang tadi nya menjadi ikat pinggang baju rumah nya. "Hahahaha.. Mari kita bermain-main"
Van dan dua anak nya yang melihat Princess menyerang musuh mereka tidak tinggal diam begitu saja, mereka ikut membantu Princess untuk membabat habis musuh.
Tidak sampai berhenti di sana tapi setelah itu semakin banyak yang datang menyerang termasuk anak buah Herry dan Sinta bergabung menjadi satu untuk membabat habis keluarga Van.
Bahkan Wakil Herry saat itu sudah hampir mati di tangan Princess tapi, Princess dengan muda nya melepaskan wakil dari Herry. Princess sengaja melepas nya agar dia melapor kalau semua pasukan nya sudah di tumbangkan.
Setelah menumbangkan musuh Princess terjatuh lemas di atas lantai, mata nya terpejam Van dan dua anak nya sangat terkejut melihat Princess tidak sadarkan diri.
Sedangkan Herry yang ada di Markas nya melihat anak buah nya kembali dengan cukup mengenaskan menjadi murka dan ingin segera melenyapkan Van dan keluarga nya.
Herry mengirim orang untuk memberi surat undangan untuk Van dan juga Istrinya, undangan berisi tentang negoisasi. Herry ingin menipu dengan mengatakan negoisasi, Herry tidak akan menyerang kembali asal dia mendapatkan wilayah kekuasaan Van yang ada di bagian timur.
Van yang menerima undangan itu pun mengatakan menerima undangan dari Herry, tapi menunggu Princess sadar terlebih dahulu. Princess baru sadar setelah 2 Minggu dirinya tertidur dengan raut wajah yang terlihat sangat tenang.
Setelah Princess sadar baru Van menceritakan semua yang terjadi sampai undangan untuk nya dan dirinya. Princess menyetujui apa yang Herry katakan untuk negoisasi.
Sebelum datang menemui Herry ,Van dan Princess sudah menyiapkan segalah sesuatu yang mulai dari pura-pura mati nya, sampai darah yang keluar dari punggung Van dan Princess.
__ADS_1
Yang keluar memang darah, tapi bukan dari punggung Van melainkan darah yang di rancang khusus Van dan Princesa di pakaian yang mereka gunakan untuk menipu musuh dengan pura-pura mati mereka dengan meminum obat yang Van pesan dari orang yang terbilang yang menangani semua obat-oabatan.
Flashback offf