PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA

PRINCESS UNTUK TUAN MAFIA
SAH


__ADS_3

Van melangka dibelakang para sahabat nya dengan jantung yang berdegup dengan sangat cepat, tangan yang berkeringat dingin. Seorang Van yang tak kenal ampun bisa berkeringat dingin, bisa gugup.


"Ck, ini orang malah ada di belakang jalan nya" El dengan kesal menarik tangan Van untuk bersanding dengan nya dan juga Dav.


"Aku gugup banget"


"Kamu bunuh orang aja enggak perna gugup kenapa nikah gugup"


"Diam kalian, jomblo kayak kalian itu tidak mengerti sialan" Van mengumpat mendengar celotehan teman teman nya.


"Kami bukan jomblo yah, cuma belum nemu aja"


"Sama saja intinya"


Mereka terus berdebat dengan Van yang berjalan dibelakang para sahabat nya. Malah kini yang ada di depan Roy asisten Van.


"Roy" Roy menoleh kepada kumpulan tuan nya yang ada dibelakangnya.


"Iyah tuan muda ada apa???"


"Kamu yang nikah atau sih Van???"


"Tuan Van, tuan" Roy menjawab apa ada nya kalau memang yang Menikah tuan muda nya.


"Lalu kenapa kamu yang didepan??? Atau kamu mau menikung tuan mu yah???" Dav sengaja ingin memancing Van yang ada di belakang.


"Kalau dia berani menikung aku, aku ledakan kepalanya, setelah itu aku buang ke kandang kucing ku".


Roy yang mendengar perkataan tuan muda nya, menelan silva nya dengan susah paya, bagaimana tidak. Sudah di ledakan di buang juga ke kandang kucing besar nya.


Roy merinding membayangkan jika terjadi kepada dirinya, selama ini dia hanya melakukan nya tanpa tau rasa nya. Dan Roy tidak mau merasakan itu semua.


Mereka berlima sampai di tempat yang akan berlangsung nya akad nikah setelah akad nikah akan berlanjut dengan resepsi pernikahan.


" Kalian sudah memperketat penjagaan???"


"Kenapa???"


"Pastikan bisa masuk tidak bisa keluar"


"Ketiga sahabat nya paham apa yang di maksud Van"


Sedangkan Roy mengikuti kemana saja Van pergi, meskipun nanti Van akan melangsungkan akad dan resepsi Roy akan selalu mendampingi Van. Walau tidak sedekat sekarang.

__ADS_1


Memastikan bawa tuan muda nya akan baik baik saja, kini perkumpulan mafia ada di undangan resepsi pernikahan Van. Itu pun perkumpulan tertentu, tidak sembarang mafia yang diundang.


Sedangkan para sahabat Van juga bagaian dari mafia yang di ketuai oleh Van. Tidak heran kalau banyak mafia yang tidak diundang penasaran dengan ke empat mafia, apalagi saat ini yang menikah ketua dari mafia yang ditakuti.


Meninggalkan perkumpulan mafia, kini Van sudah duduk di depan penghulu didampingi mantan ketua mafia dan wakilnya yaitu Jonie dan Luwis. Dan tidak lupa dengan ketiga teman Van dan juga Roy.


Van menunggu ke datangan Princess yang sedang berjalan ke arah nya dengan didampingi Yuda dan ketiga wanita cantik yang berbeda usia.


Sedangkan Maharani dia sudah duduk diantara Luwis dan Jonie. Maharani menatap ke empat wanita cantik yang sedang berjalan ke arah Van dengan senyum nya.


Yuda membantu Princess yang duduk di kursi yang ada disamping Van, setelah itu Yuda duduk di kursi yang ada disamping penghulu.


Yuda menyerahkan semua nya kepada penghulu untuk menikahkan Princess dengan Van. Sedangkan Van sedang menatap Princess yang wajah nya di tutup dengan kerudung.


Van sangat penasaran dengan wajah Princess yang sudah di make up, bukan hanya Van saja melainkan ketiga teman nya Van juga penasaran dengan wanita yang ada disamping Van.


Ketiga sahabat Van menatap Roy yang ada dibelakang Van. "Roy"


"Iyah tuan muda"


"Kemari lah"


Roy mendekat ke arah kumpulan tuan muda nya dengan bingung, kenapa disaat waktu ijab akan dimulai malah tuan nya memanggilnya.


"Nona muda, saya tidak berani mengatakan kalau di dengar tuan muda Van kepala saya menjadi taruhan nya"


"Kau ini dengan Van saja takut"


"Apa kamu berani dengan Van El"


"Tidak"


Dav, Axelo dan Roy menatap El dengan pandangan yang berbeda beda, ada yang ingin menerkam El, ada yang ingin menguliti, ada yang kesal dengan El.


"Tuan muda apa anda sudah siap???"


"Hemmm"


Ijab qobul di mulai oleh penghulu disaksikan banyak saksi, selain dari kerabat ada juga para teman bisnis. Ketua mafia yang tak tersentuh, tidak perna dekat dengan wanita. Kini menikah disaksikan banyak orang.


Van mengucapkan dengan sangat tegas dan lantang, semua tamu undangan yang hadir menyaksikan bagaimana tegas nya seorang Rivano Alexander.


Semua tamu undangan menyahut apa yang penghulu katakan. "Sah"

__ADS_1


"Sah"


"Sah"


Penghulu membacakan doa untuk pasangan pengantin baru yang beberapa menit yang lalu sudah sah menyandang gelar nona muda Alexander.


Setelah penghulu selesai dengan doa nya, penghulu yang menikah kan Van menyuruh Van membuka kerudung yang menutupi wajah calon istrinya.


Van perlahan membuka kudung yang menutupi wajah cantik Princess. Van tidak bisa berkata kata lagi melihat Princess yang sangat cantik, dengan make up tipis.


Van tersadar saat Princess memanggil nya dengan sangat lembut. Setelah dia sadar langsung menoleh ke belakang menatap kumpulan sahabat nya yang ternganga tidak percaya, terpesona dengan kecantikan Princess.


"Kalian bertiga bersiaplah mata kalian akan keluar dari rongga nya"


Ke tiga sahabat Van seketika sadar, jika yang mereka tatap itu istri Rivano Alexander, orang terkejam. tidak ada ampun.


"Siapa???" Dav bersuara dengan memalingkan pandangan nya begitu pula dengan yang lain.


Van sangat lelah menghadapi sahabat nya yang selalu saja membuat diri nya sanga kesal. Van kembali menatap Princess.


"Sayang, kenapa juga kamu keluar dengan begitu cantik. Lihat para pria brengsek itu menatap kamu terus"


Princess dengan ketiga wanita cantik yang ada di belakang Princess ternganga mendengar apa yang dikatakan Van. Sungguh diluar nalar sekali.


"Ano, jangan mulai yah"


"Baik lah sayang"


Semua orang tidak percaya seorang Van tunduk dibawa kaki istrinya. termasuk dengan ketiga sahabat Van yang sudah tercengang dengan apa yang dikatakan Van.


"Maaf tuan muda silakan pasang cincin ke jari nona muda"


Roy memberikan cincin yang Van titipkan kepada nya. Cincin yang didesain Van sendiri, dan cincin yang dilengkapi dengan Gps.


Cincin yang sama dengan milik Van, setelah Van menyematkan cincin dijari manis Princess. Kini giliran Princess untuk menyematkan cincin dijari manis Van.


Setelah itu penghulu menyuruh Princess mencium telapak tangan Van, Princess melakukan apa yang dikatakan penghulu.


Telapak Tangan kanan Van dicium Van dan tangan Van yang kiri menyentuh kepala Princess menyalurkan rasa sayang nya.


Terakhir kedua pengantin baru itu mencium tangan para orang tua untuk meminta restu kepada mereka.


Aura dan Laudya menciumi Princess dengan sayang. Begitupun dengan Maharani melakukan apa yang Aura dan Laudya lakukan.

__ADS_1


Princess menitihkan air mata kebahagiaan diperlukan Van. Van mencium kening Princess.


__ADS_2