
Van menatap wajah cantik Princess yang masih belum bangun dari tidur nya, Van bangun lebih dahulu karena mendapat telpon dari Roy asisten pribadi nya yang sekarang berada di negeri kincir angin.
Roy ada di Negeri kincir angin karena ada masalah di cabang perusahaan yang ada di sana, Roy di tugas kan Van untuk menyelidiki kasus penggelapan dana yang tidak sedikit.
Roy dengan Axelo yang menangani kasus penggelapan dana, Axelo sahabat Van dan juga orang kepercayaan nya untuk memegang perusahaan cabang yang ada di sana.
Van mendapatkan telpon dari Roy yang memberi tahu kalau orang yang sudah menggelapkan dana sudah ada di markas.
Meninggalkan Roy dan Axelo, kini Van yang masih menatap Princess yang belum bangun dari tidur nya.
Saat Van ingin menyentuh pipi Princess, Princess menggeliat perlahan Princess membuka mata indah nya. Van yang awal nya sudah bangun kini dia memejam kan mata nya.
"Ehmmmmm"
"Sudah jam berapa yah??"
Princess menatap Van yang masih memejamkan mata nya, Princess terus memandangi nya. Membelai rahang Van, memegang hidung mancung Van terakhir bibir Van.
Van yang memejamkan mata hatinya tersenyum karena Princess ternyata mengagumi nya. "Tunggu saatnya yah sayang" Batin Van
"Mata yang sipit, Hidung yang mancung, bibir yang menggoda. Sangat sempurna, dia mencintai ku, apa dia tidak salah yah mencintai ku yang pas pasan begini"
"Sangat tampan"
"Sudah puas sayang kamu memandangi ketampanan ku???"
Princess memalingkan wajah nya yang terasa panas, karena ketahuan mengagumi ketampanan Van. Van yang melihat Princess memalingkan wajah nya sungguh sangat gemas.
"Kenapa sayang???"
"Apa, sejak kapan kamu bangun???"
"Sebelum kamu bangun sayang"
"Kenapa kamu tidak membangunkan ku???"
"Tidak karena kamu sangat nyenyak sayang"
"Kenapa kamu pura pura tidur???"
"Ingin melihat kamu yang mengagumi ketampanan seorang Rivano"
"Brengsek"
"Aku tau sayang aku tampan"
Princess turun dari Ranjang empuk nya, melangka ke arah kamar mandi, Princess masuk kedalam kamar mandi. Van yang melihat tingkah Princess terkekeh.
Van turun dari ranjang empuk nya mendekat ke arah kamar mandi. "Sayang, cepat lah mandi nya"
"Kenapa harus cepat cepat???"
"Karena aku mau lihat wajah cantik kamu yang bersemu merah"
"Sialan kamu, pergi sana. Jangan balik lagi"
__ADS_1
"Kamu yakin mau jadi janda sebelum menikah"
"Aaannnnnoooo"
"Iya cantik"
Princess yang geram pun tidak lagi menyahut ucapan Van. Van yang ada di luar kamar mandi Van terkekeh saat dirinya tidak lagi mendengar suara Princess.
Setelah Satu jam berlalu pasangan yang berstatus tunangan itu turun kelantai satu dimana para kelurga nya sudah berkumpul dimeja makan.
Dengan Princess terlihat kesal dan Van seperti biasa dengan wajah datar nya. Princess berjalan didepan Van, sedangkan Van berjalan di belakang Princess.
"Pagi"
Semua orang menyahut sapaan Princess, Princess duduk disebelah Yuvi yang masih ada kursi kosong.
"Sayang kursi kamu kan tidak disitu"
Princess tidak menyahut perkataan Van, Van mendekat ke arah Princess. Princess pura pura tidak mengetahui kalau Van berdiri disamping nya.
Yuvi menatap Van dengan senyum mengejek nya, Van yang merasa di ejek pun merasa geram dengan adik sepupu nya.
Sedangkan para orang tua bingung dengan pasangan itu, terkadang romantis, terkadang perdebatan mereka bisa merobohkan mansion, dan sekarang adalagi kelakuan pasangan ini.
Sungguh sangat menggemaskan pasangan ini, orang tua menyelesaikan makan mereka dan tidak menghiraukan Van dengan Princess.
Sedangkan Princess sendiri setelah meminum susu nya beranjak dari duduk nya melangka ke arah Lift. Princess masuk ke dalam lift dengan Van yang masih mengikuti nya.
"Sayang"
Princess di dalam kamar mengambil ponsel nya lalu kembali melangkah ke arah pintu kamar, Princess keluar dari kamar, melangka ke arah lift.
Princess kembali ke lantai satu, Princess melangka keluar ke belakang mansion. Semua orang yang masih ada dimeja makan tertawa melihat wajah Frustasi Van.
Van duduk di taman belakang mansion, dia bermain ponsel, Van duduk disebelah Princess yang fokus ke layar ponsel.
"Sayang jangan marah"
"Sayang kamu mau apa agar tidak marah lagi????"
Princess menatap Van yang ada disebelah nya dengan pandangan penuh arti di mata nya, dengan senyum miring.
Van yang melihat Princess seperti itu membuat nya sangat ngeri, ternyata Rivano juga bisa merasa ngeri.
"Kamu benar mau memberi apa saja Ano???"
"Iyah sayang, apa pun itu, mobil keluaran terbaru, mansion, tas branded, berlian, baju semua nya sayang"
"Aku mau dibangunkan kadang"
Van mengerutkan kening nya mendengar permintaan Princess yang ingin dibuatkan kandang.
"Oh untuk Rivano dan Princesa, baik lah dimana dibangun kandang nya???"
"Bukan Rivano dan Princess tapi aku meminta peliharaan baru"
__ADS_1
"Emmm baik lah apa itu sayang???"
"Burung Elang dan Macan"
"Hah"
Van tercengang, ralat bukan hanya Van yang ternganga melainkan semua orang yang menguping dan mengintip mereka berdua.
Siapa lagi kalau bukan keluarga mereka sendiri, mereka yang sangat penasaran bagaimana seorang yang kaku membujuk orang.
"Sayang"
"Apa, kamu tidak mau menuruti aku???"
"Sayang bukan begitu, untuk apa kamu memelihara hewan buas????"
"Menjadikan sebagi senjata ku, jika kamu membuat ku kesal aku akan lempar kamu ke kandang macan ku setelah kamu dikoyak, bagian lain kamu aku akan berikan kepada elang ku"
Van yang mendengarkan perkataan Princess menelan silva nya susa paya. Tidak dia sangat Princess sangat mengerikan.
"Sa-sayang"
"Apa???"
"Gemmm, kamu minta yang lain saja yah???"
"Tidak, Kalau kamu tidak mau memberi aku peliharaan baru. Aku tetap akan marah sampai kita menikah"
Van memikirkan nasib nya jika Princess masih marah dengan nya bagaimana nasib malam pertama nya.
" Bagaimana ini??? Apa aku menuruti saja yah membelikan Princess Elang dan Macan" Batin Van
"Gemmm, Baiklah sayang aku akan membelikan nya untuk kamu tapi setelah kita menikah yah???"
"Tidak, aku mau kamu buatkan sebelum menikah Ano"
"Gemm, baik sayang"
"Baiklah nanti aku akan suruh orang membuat kandang nya sayang"
"Hemmm, kamu tidak marah lagi kan???"
"Masih marah, karena kandang belum jadi"
Van sangat frustasi menghadapi Princess yang sedang dalam mode ngambek. Semua orang dibalik dinding tertawa melihat Van.
Princess beranjak dari duduk nya, keluarga yang melihat Princess akan masuk pun mereka membubarkan diri masing masing.
Princess masuk kedalam mansion, melihat keluarga nya yang masih disekitar dapur padahal makanan mereka sudah habis.
"Kenapa kalian masih ada sini???"
"Kami hanya berdiskusi"
Van juga masuk kedalam melihat keluarga nya yang menatap dengan mengejek. sedang kan Princess sudah masuk kedalam lift
__ADS_1
Van mengikuti Princess tapi pintu lift sudah tertutup Van terpaksa menaiki tangga untuk mengejar Princess.