
Princess kembali di sibukkan dengan dua malaikat kecil yang kini hadir di tengah-tengah keluarga nya, mungkin bukan hanya dua nanti nya akan banyak malaikat kecil yang akan hadir di tengah-tengah mereka.
"Mami berharap tidak ada yang akan mengganggu kamu nak, seperti dulu kakak yang yang harus ikut dalam adil incaran orang-orang jahat" Lirih Princess dengan menatap twin yang ada di dalam box bayi di kamar nya.
Saat Princess ingin mencium twin terdengar suara pintu terbuka, Princess menatap pintu yang kini mulai perlahan terbuka. "Ano, kamu baru pulang sayang??" Princess mendekat ke arah Van yang tengah berjalan masuk ke dalam kamar.
"Sayang.."
"Kenapa tidak ke kamar Pi??" Princess merasa ada yang aneh dengan Van yang tidak biasa nya, yang selalu tersenyum saat melihat nya dan akan langsung memeluk dan mencium nya.
"Sayang dengarkan aku, kamu harus membawa twin pergi dari sini".
"Kenapa Pi??"
"Mi, bawa anak dan menantu kita jangan biarkan mereka terluka apa lagi calon cucu kita"
"Pi, kenapa sih??"
"Sayang dengarkan aku, aku dan anak-anak dan menantu kita akan pergi ke medan perang!! Mungkin ini adalah jebakan buat kita, aku merasa bukan aku atau kamu yang di incar tapi anak-ank Mi"
Princess terdiam mendengar perkataan Van, Princess menatap tajam Van yang ada di depan nya, Princess melepaskan tangan nya yang ada di lengan Van. "Hahahahaha... Dua puluh tahun yang lalu akan terulang di twin iyah Pi?? Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh twin apa lagi anak dan menantu ku, hahahaha" Princess tertawa yang tidak perna Van dengar selama puluhan tahun hidup dengan Princess, Princess yang awal nya membelakangi Van dengan menunduk kini berbalik menatap Van yang terpaku dengan tawa Princess, belum juga sadar dari terkejutnya Van kembali terkejut melihat mata merah Princess.
Mata Merah yang menatap Van dengan sangat tajam, Van merasa ngeri melihat istrinya untuk pertama kali nya dalam keadaan yang seperti ini. "Sayang.."
"Ano, aku tidak akan membiarkan orang-orang terdekat kita mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kita dan anak-anak lagi!! Walau aku harus tumbang di medan perang aku tidak akan membiarkan orang-orang terdekatku terluka" Princess keluar dari dalam kamar twin, dengan mata merah yang Van sendiri baru pertama kali melihat nya.
Princess berjalan ke arah kamar putrinya Ella yang tidak jauh dari kamar twin, Princess masuk ke dalam kamar Ella. Ella yang baru keluar dari dalam kamar mandi terkejut dengan Princess yang menatap nya dengan mata merah.
"Ma-Mami.."
"Nak dengarkan Mami kali ini dan jangan membantah apa yang Mami katakan sama kamu nak!! Pergi dari sini bawa adik-adik kamu, bawa dua kakak kamu sayang"
"Tapi kenapa Mi??"
"Kamu harus cepat tidak usah membawa apapun, Mami sudah menyiapkan semua nya untuk kalian berlima di suatu tempat"
"Mami, Mami harus janji kepada Ella kalau Mami akan kembali menemui kami" Ella memeluk Ibu nya yang mungkin saat ini sudah kerasukan setan entah dari mana, yang Ella tau Mami nya tidak perna terlihat seperti saat ini
"Sudah jangan menangis cepat ganti baju dan jangan membawa ponsel atau apapun"
"**Iyah Mi**"
Satu jam berlalu Ella, Aula dan Felisa begitupun dengan twin yang ada di dekapan Baby Sister yang dulu mengurus Arion dan Arvin sudah ada di ruang keluarga. "Jaga baik-baik mereka Mbak aku titipkan mereka sama kalian berdua" Princess menatap dua baby sister yang setia dengan keluarga Van selama ini.
"Iyah Bu"
Princess mencium ke dua anak nya yang ada di dalam dekapan baby sister mereka, setelah itu menatap anak dan menantu nya. "Kalian tau kan harus apa nak??"
__ADS_1
"Iyah Mi"
"Kalian jangan khawatir dengan Mami di sini, Mami akan baik-baik saja jika kalian selamat sampai tempat tujuan"
Princess menatap anak-anak nya seakan memberi kekuatan dan kepercayaan kepada mereka bawa semua akan baik-baik saja. Saat Princess tengah menatap ketiga putrinya, terdengar suara seseorang yang mereka kenali.
"Maaf Nyonya besar semua sudah siap"
"Roy.." Van, Arion dan Arvin menatap Roy yang baru saja datang, setelah satu minggu menghilang kini dia kembali dengan sendirinya.
"Maaf tuan muda dan tuan besar saya menjalankan tugas dari Nyonya besar untuk kepergian nona muda"
Arion, Arvin dan Van menatap Princess yang ada di depan mereka dengan tidak percaya kalau sebelum Mereka tau Princess sudah tau dan bahkan menyiapkan segala sesuatu dari seminggu yang lalu.
"Jaga dia Roy, aku tidak akan mengampuni kamu dengan anak buah mu jika ada goresan sedikit pada lima putri ku"
"Saya akan melindungi nona muda sampai mereka selamat sampai tujuan"
"Hemm. Bawa mereka"
"Mari Nona muda"
"Mi berjanji lah untuk kembali menjemput kami"
"Sudah kalian sudah waktu nya pergi"
"Mi, Mami"
"Roy.."
anak dan menantu Princess meninggalkan ruang keluarga sesuai dengan kemauan Princess mereka harus pergi dari kota yang saat ini mereka tinggali, tidak ada yang tau kemana Princess menyembunyikan anak dan menantu nya.
"Mereka akan kemana Mi??"
"Ke suatu tempat di mana tidak ada orang yang akan menyakiti mereka"
"Apa Mami sudah menyiapkan semua ini dari lama??"
"Iyah, sejak Mami masih mengandung twin"
"Apa Mami tau sesuatu??"
"Waktu itu Mami tengah pergi bersama anak dan menantu Mami ke suatu tempat, dimana tempat itu yang memang jarang di kunjungi seseorang, Mami datang kesana karena mendapat kabar kalau Arion tengah di sandera di sana...
Tiga bulan yang Lalu ...
"Mi ada yang mengirim surat untuk Mami" Felisa memberi surat yang dia ambil dari depan, lebih tepatnya pos keamanan di Mansion.
__ADS_1
"Untuk Mami?? Apa Mami sudah ada penggemar di usia yang tidak muda lagi??" Ella menggoda Mami nya yang menerima surat dari Felisa.
"Shuut.. Mami akan bacakan surat ini dengan keras" Princess membuka Amplop putih yang ada di tangan nya.
Saat Princess menarik kertas yang ada di dalam nya bukan surat melainkan photo putran nya yang tengah di siksa entah oleh siapa, lalu ada kertas kecil yang ada di tempelkan di salah satu photo.
Princess mengambil kertas kecil itu dia melihat ada tulisan tangan, Princess membaca nya dengan sangat pelan. Jalan kenanga, blok A.
"Bukankah tempat ini Rumah tua yang sudah di tinggalkan oleh pemiliknya puluhan tahun yang lalu sesuai dengan berita yang beredar!!!" Batin Princess.
Princess beranjak dari duduk nya untuk datang ke alamat yang tertulis di kertas kecil yang di tempel pada photo. "Mami mau kemana???"
"Ingin menyelamatkam Arion"
"Hah.. Tiga perempuan itu mengikuti Princess yang sudah keluar dari dalam Mansion.
Princess mengendari mobil nya bagaikan orang yang kesetanan, dia tidak mau sampai kalau Arion kenapa-napa.
Satu jam perjalanan mereka untuk sampai di Alamat yang ada di tertulis di kertas yang ada di samping photo. Princess menghentikan mobil mewah nya di depan bangunan tua itu.
Saat empat perempuan yang ada di dalam mobil itu akan turun ponsel Princess berdering begitu nyaring, Princess melihat nama yang terterah di layar ponsel nya. Nomor yang tidak dia ketahui, Princess mengangakat telpon dari nomor asing itu.
" Hello"
"Mi, ini Rion Mi, ponsel Rion hilang entah kemana ini Rion pakai ponsel baru yang baru saja Rion beli dengan Ar"
"Apa Mami bisa panggilan Video kak??"
"Iyah Mi"
Princess dengan Arion melakukan panggilan Video dan benar yang terlihat di layar ponsel nya kedua putra nya, yang ada di ruang kerja Ar.
"Mami di dalam mobil?? Mami mau kemana??"
"Mami ingin ke Mall dengan tiga putri Mami"
"Iyah Mi, hati-hati Mi"
"Kalau begitu Mami tutup dulu sambungan telpon nya sayang"
"Iyah Mi"
Princess menatap banguna tua yang ada di depan nya dengan pandangan yang sulit di artikan, Princess melajukan mobil nya meninggalkan areh rumah tua itu dengan kecepatan yang tidak main-main. Karena dia takut kalau dia akan di ikuti oleh orang-orang yang ingin menyakiti nya atau anak dan menantu nya...
"Sejak itu Mami menyiapkan segalanya untuk anak-anak Mami"
"Kalian ingat kalau dia orang yang sudah lama menyimpan dendam kepada keluarga kita" Van memberi tau putranya.
__ADS_1
Arion dan Arvin menganggukan kepalanya setelah itu mereka pergi meninggalkan ruang keluarga, tinggal Van dan Princess di dalam Mansion, penjaga dan pelayan sudah Van untuk pulang ke kampung halaman nya.
Mansion besar yang dulu di tinggali banyak manusia kini sepi hanya tinggal Van dan Princess yang akan berjuang untuk anak-anak nya. Menuntaskan dendam yang sudah sangat lama.