
Princess menatap dirinya yang ada di pantulan cermin meja rias yang ada dikamar. Dia melihat dirinya dengan memutar tubuh nya.
"Cantik"
"Benarkah aku cantik???"
"Sangat cantik"
"Terima kasih"
Ayo turun setelah itu kita berangkat ke rumah ayah kamu, aku akan meminta kamu pada nya. Menjadikan kamu nona muda Alexander.
"Kenapa kamu meminta ku menjadi istri mu??? Bukan kah awal nya hanya kontrak????"
"Aku merasa nyaman dengan kamu"
"Apa kamu menyukai ku Ano???"
"Mungkin"
Pipi Princess merona dengan jawaban Van yang mungkin saja Van menyukai nya. Van menatap Princess yang sedang merona.
"Aku mencintai kamu Prin"
Princess mendongak menatap Van yang baru saja mengatakan kalau dia mencintai nya. Membuat pipi Princess semakin memerah.
"Ayo turun Ano"
"Ayo Sayang"
Princess terpaku mendengar panggilan Van untuk nya. "Kenapa kamu malah berhenti"
"Gemmm. Kamu tadi panggil aku apa???"
"Sayang"
Blusss
Pipi putih Princess memerah, mendengar panggilan yang Van ucapakan. Dan tidak itu saja membuat jantung Princess semakin berdisko di dalam.
"Ano"
"Iya Sayang"
"Jangan memanggil ku seperti itu sialan"
"Kenapa???"
"Jantung ku ingin keluar dari tempatnya"
Van tidak menjawab, Van hanya tersenyum mendengar apa yang Van ucapakan. "Sama jantung ku juga ingin melompat keluar saat memanggil kamu sayang" Batin Van
Mereka berdua turun dengan Princess yang memeluk lengan kekar Van, dengan Van yang masih memasang wajah datar nya.
Keluarga yang melihat Van dengan Princess turun merasa sangat bahagia, karena Van menemukan kebahagian nya.
"Kamu sudah siap sayang???"
"Hemmm"
__ADS_1
"Apa kamu sudah siap Princess???
"Emm iya tan"
"Panggil Mommy, Daddy, dan Grandma"
"Baik Mo-Mom"
Aura tersenyum, terlihat jelas kebahagian yang di pancarkan di wajah nya. Ibu mana yang tidak bahagia saat melihat anak nya bahagia.
"Ayo kita berangkat"
Maharani yang digandeng Asisten nya, Aura yang Memeluk Jonie suami nya. Dan Princess masih memeluk lengan kekar Van.
Mereka melangkah keluar mansion. Di depan mansion sudah ada supir yang menunggu mereka.
Maharani dengan asistennya mengendarai mobil Maharani sendiri yang sudah ada supir. Begitupun dengan Jonie dan Aura mereka memakai supir. Berbeda dengan Van dan Princess mereka akan ditemani Roy asisten Pribadi nya.
Mereka membelah jalan Siang yang sangat padat. Setelah 50 menit perjalanan karena macet mereka sampai dikediaman Yuda.
Yuda yang saat ini sedang memberi makan hewan peliharaan nya untuk menghilangkan kejenuhan nya saat di rumah.
Yuda memilih membeli beberapa burung, kelinci, dan kucing, selain untuk menghilangkan jenuh. Princess sangat suka dengan kelinci dan kucing.
Saat Yuda yang sedang asik memberi makan terdengar suara dari belakang nya. Yuda menoleh melihat Tuti kepala pelayan di rumah Yuda.
"Ada apa???"
"Didepan ada tuan Van dengan keluarga nya tuan"
"Terim kasih, saya akan segera keluar"
Yuda keluar menemui keluarga Van dengan Van. Yuda juga melihat putri nya ada di sana diantara keluarga terpandang.
"Maaf tuan dan nyonya menunggu"
"Tidak kami baru sampai"
"Jangan memanggil kami tuan dan nyonya pak, panggil nama saja"
"Ah iya Aura"
"Begini pak Yuda, kedatangan kami kesini untuk menyampaikan niat baik kami"
"Iyah Apa pak Jonie"
"Kami ingin melamar putri bapak untuk menjadi menantu kami"
"Kalau masalah itu saya serahkan kepada putri saya saja pak"
"Nak gimana menurut kamu???"
Princess menganggukkan kepalanya dengan malu malu. "Iyah yah Princess mau"
Semua orang yang ada di sana senang karena Princess mau menjadi bagian Alexander, keluarga yang diincar banyak kalangan yang berebut menjadi menantu Alexander.
Aura memberikan cincin yang dibeli dadakan tadi kepada Van, menyuruhnya memakaikan nya ke jari Princess. Begitupun sebaliknya Princess memakaikan cincin dijari Van.
Setelah pertukaran selesai, Aura mendekat ke arah Princess memakaikan kalung belian yang ada liontin lambang keluarga Alexander.
__ADS_1
Liontin bundar yang di tengah tengah nya ada ukiran Singa. Yang artinya raja.
Semua perempuan yang dari keturunan Alexander memilikinya. Jika laki laki cincin yang terukir nama Raja.
Setelah memakaikan kalungnya kepada Princess, Aura kembali ke sofa yang dia tempati tadi. Van menatap Princess sebelum dia mencium kening Princess.
Princess memejamkan mata nya saat benda kenyal.milik Van menempel di kening nya. Van sangat merasa bahagia sebentar lagi Princess akan menjadi milik nya.
Aura yang melihat itu pun langsung mengambil foto mereka berdua, yang langsung Aura kirim diAA grup.
"Pak Yuda untuk hari pernikahan mereka akan diadakan dua minggu lagi" Maharani memberi tahu.
"Apa tidak terlalu cepat bu??? Apa bisa persiapan nya disiapkan dalam waktu dua minggu???"
"Pak Yuda jangan khawatir, Van sudah menyiapkan semuanya.
" Baiklah kalau begitu bu, saya merasa aman jika putri saya tinggal di rumah nak Van. Tidak takut kebobolan" Jujur Yuda.
Para tetua keluarga Van mengerti bagaimana susah nya memiliki putri, yang harus dijaga lebih ekstra.
Acara melamar sudah selesai, Yuda sudah setuju jika putrinya menjadi keluarga Alexander, dan juga Yuda bersyukur karena keluarga Van mau menerima Princess.
"Apa kalian sudah makan siang???"
"Kalau belum mari kita makan bersama di sini, tadi saya menyuruh pelayan memasak banyak"
"Kebetulan kami belum makan siang jadi kita makan disini saja, bagaimana Aura, Jonie"
"Baik lah bu"
Mereka berjalan kedalam di mana tempat makan berada. Mereka duduk di kursi yang ada di meja makan.
Mereka semua menunggu dengan sabar, di kursi sementara pelayan sedang menyajikan makanan di atas meja.
"Silahkan dimakan"
Mereka bergantian mengambil makanan yang tersedia di atas meja makan. Mereka makan dengan suasana lebih bahagia lagi.
Makan dengan keluarga yang lengkap, Ada Yuda diantara mereka. Setelah kemarin tanpa Yuda kini mereka makan bersama Yuda.
"Pak saya dengar bapak punya peliharaan???"
"Iyah pak Jonie, punya beberapa peliharaan untuk menghilangkan rasa jenuh di rumah"
"Setelah ini saya mau lihat pak, boleh???"
"Tentu sangat boleh pak"
Mereka makan siang dengan rasa yang bahagia berkali kali lipat, kebahagiaan Van yang sudah mua membuka hati untuk perempuan lain, setelah merasakan sakit.
Aura menatap putra nya yang terus menatap Princess dari samping, membuat Aura bahagia, kebahagian putra satu satunya.
Setelah selesai makan, Yuda dan Jonie melangka ke belakang rumah, untuk melihat peliharaan Yuda.
Princes yang penasaran pun ikut melangka ke belakang rumah begitupun dengan yang lain. Mereka penasaran oleh peliharaan Yuda.
Princess berbinar saat melihat dua kucing yang sangat putih bersih. "Ayah boleh aku membawa nya pulang"
"boleh sayang, ini memegang ayah siapkan untuk kamu.
__ADS_1
Princess yang bahagia langsung memeluk ayah nya yang ada didepan nya.