
Di Mansion di gemparkan dengan Princess dan Van yang berteriak entah apa yang mereka ributkan pagi pagi.
"Ano, brengsek!!!!!"
"Kamu, nanti saja"
"Kamu carilah kamar mandi dibawa"
"Aku sudah tidak tahan"
"Sama, Minggir"
Van dengan Princess berebut masuk kedalam kamar mandi. Princess yang sudah tidak tahan karena perut nya sakit begitupun dengan Van.
Mereka berdua tidak ada yang mau mengalah dan akhirnya berdebat, berteriak mengguncangkan Mansion utama.
Maharani dengan Aura yang ingin turun kelantai satu pun mendengar teriakan Van dengan Princess.
"Kenapa dengan mereka bu???"
"Ibu juga tidak tahu"
"Mereka berdua bisa merobohkan mansion dengan aduh mulut mereka"
Maharani tersenyum mendengar ucapan menantu nya. "Kamu benar, ayo kita lihat apa yang terjadi"
Maharani dan Aura naik ke lantai tiga dimana kamar Van yang kedap suara, tidak lagi berfungsi karena teriakan mereka berdua.
Tok.. Tok ... Tok...
"Dengar itu ada orang yang mengetuk pintu buka"
"Kamu saja"
"Princess, Ano"
Mereka berdua berhenti berdebat saat mendengar suara Maharani dibalik pintu kamar mereka.
"Itu Grandma Ano"
"Cepat lah keluar, barang kali Grandma membutuhkan sesuatu"
"Kamu saja"
"Tidak"
"Kamu"
"Tidak"
"Kam-"
Ucapan Ano terputus saat mereka lagi lagi mendengar suara dari balik pintu. Suara yang berbeda lagi.
"Sayang Nak, Kalian tidak mau keluar???"
"Mommy, Tante" Ucapan Van dengan Princess bersamaan.
"Kita keluar berdua saja bagaimana"
"Baiklah ayo"
Mereka berdua melangkah ke arah pintu kamar, Vam membuka pintu itu dengan Princess yang ada disebelah nya.
"Mommy, Grandma"
"Apa yang kalian lakukan??"
"Kami tidak melakukan apapun mom"
"Teriakan kalian mengguncang mansion"
"Gemmmm" Princess dengan Van berdahem bersamaan.
"Apa yang kalian ributkan???"
Princess dengan Van saling tunjuk, Princess menunjuk Van, Van menunjuk Princess. "Dia tan, Dia Mom" Ucap Princess dengan Van bersamaan
"Kalian cepatlah mandi dan turun untuk sarapan"
"Princess kami hari ini akan melamar kamu ke rumah ayah kamu nak bersiap lah"
"Hah"
"Iya bersiap lah, jangan hiraukan anak nakal ini"
"Ano kamu hari ini jangan kekantor, tunggu Daddy pulang bermain setelah itu kita pergi ke rumah Calon mertua kamu"
"Daddy tidak mengajak ku Grandma"
__ADS_1
"Cepat sana siap siap atau tidak jadi saja acara melamarnya"
"Yah jangan begitu lah Grandma"
"Yau sudah masuk, karena nanti ada orang akan membawa cincin kemari untuk kamu gunakan melamar"
"Hemmmm"
Princess dan Van masuk kedalam kamar, setelah kepergian dua wanita cantik beda usia itu. Usia Grandma Van yang sudah 70 tahun masih terlihat segar dan cantik.
Van menatap Princess yang ingin masuk kedalam kamar mandi, hilang sudah rasa sakit perut mereka.
"Prin"
princess menoleh ke arah Van yang memanggil nya. "Apa???"
"Aku mau kamu menjadi istri ku seumur hidup"
"Kenapa???"
"Aku nyaman saat dengan kamu"
Princess terpaku mendengar apa yang Van ucapakan. Dada Princess meronta ronta, mendengar apa yang Van ucapkan.
"Kenapa kamu hanya diam Prin???"
"Tidak, aku hanya berpikir kamu tidak lagi membohongi ku saja"
"Aku tidak akan perna berbohong selama hidup ku Prin"
"Kenapa apa kamu terpesona dengan kecantikan ku???"
"Itu salah satu nya"
Princess mengerenyitkan kening nya mendengar ucapan Van salah satu nya, lalu apa lagi yang membuat nya nyaman.
"Salah satu nya???"
"Hemmm"
"Berarti ada yang lain???"
"Hemmm"
"Apa???"
Princess berbalik dan berjalan melangka ke arah kamar mandi, Princess masuk kedalam kamar mandi lalu mengunci pintu nya.
Princess bersandar pada pintu kamar mandi, memegang dada nya yang terasa begitu berdisko. "Adu jantung ku aman tidak yah???"
Van menatap pintu yang menelan tubuh Princess dengan dada yang bergemuruh, kata kata yang dia ucapakan tadi membuat nya merasa aneh di dada nya.
"Kenapa dia langsung masuk???"
"Apa dia tidak mau???
Van berceloteh sendiri masih berada ditempat yang sama. Setelah tidak menemukan jawaban nya Van melangkahkan ke arah sofa yang ada dikamar nya.
Princess berendam menenangkan jantung nya yang tidak stabil. Princes merasa jantung nya bermasalah semenjak bertemu Van.
" Huuu apa ini, kenapa jantung aku berdisko didalam yah???"
Princess memegang dada nya dengan mata yang terpejam. Ingatan perlakuan manis Van membaut jantung nya semakin tidak karuan.
Merasa tidak ada gunanya Dia berendam, Princes menyudahi acara mandi nya. Princess keluar kamar mandi, lalu masuk kedalam walk in closed.
Van yang mendengar pintu terbuka pun beranjak dari duduk nya, Van masuk kedalam kamar mandi.
Setelah 20 menit berlalu Van keluar dari kamar mandi masuk ke dalam walk in closet. Van keluar dengan pakaian kerja nya.
Princess duduk dimeja Rias yang ada dikamar menyisir rambut nya yang panjang dan hitam. Princess membuat rambut panjang nya curling iron, yang membuat rambut semakin cantik.
Van yang sudah ada dibelakang Princess menatap tampilan Princess dari kaca yang ada didepan nya.
"Kamu sangat cantik"
"Apa kamu mengatakan sesuatu Ano???"
"Hemmm"
"Apa???"
"Kamu sangat jelek sekali"
Princess yang awal nya mendengar Van mengatakan dirinya cantik malah sekarang bilang dirinya jelek membuat Princes geram.
"Aku lelah dengan kamu Ano"
"Yah sudah ayo makan aku sangat lapar"
__ADS_1
Ucapan yang sangat tidak menyambung membuat Princess semakin geram dengan Van. Princess berdiri dari duduk nya.
Princess melangka meninggalkan Van yang masih ada didepan meja rias. Van yang melihat itu tersenyum.
Seakan candu wajah kesal Princess sehingga membuat Van selalu membuat Princess kesal, apa lagi jika Princess sudah menggerutu.
Princess turun dengan Van yang ada disebelah nya. Dengan Princess yang masih menggerutu sampai lantai bawa.
Keluarga yang melihat itu hanya tersenyum jarang jarang mereka bisa melihat Van dengan wajah lelah nya yang mendengar Princess mengomel dari lantai tiga sampai ruang makan.
"Kenapa kamu boy???"
"Telingaku sedikit sakit"
Semua orang tertawa mendengar apa yang Van ucapakan. "Ayo kita makan, sarapan yang terlambat"
"Yah, sebentar lagi orang toko berlian datang"
Mereka sarapan dengan anteng, karena memang mereka telat makan karena menunggu Jonie, Van dan Princess.
Jika Van dengan Princess berdebat di pagi hari, Jonie membabat habis musuh yang menyerang markas menjelang pagi tadi.
Setelah makan selesai mereka semua melangka ke ruang tamu, karena pegawai toki berlian sudah datang.
Mereka duduk di sofa ruang tamu yang langsung dilihatkan dengan lima kotak yang isinya dua kotak cincin berlian dan tiga kotak satu set berlian.
"Van kamu pilih sama Princess"
"kamu pilih yang kamu suka Prin"
"Kenapa harus aku, kamu saja yang pilih"
"Kamu"
"Kamu"
"Kamu"
"Kamu"
"Sudah yang pilih kalian berdua"
Mereka menatap kotak itu bersama dan berhenti berdebat. petugas toko baru kali ini melihat Van berdebat yang tidak penting.
"Ano aku mau yang simpel, tapi terlihat elegan"
"Carikan yang dia ingin kan"
"Baik"
Dua petugas mencarikan apa yang Princess inginkan, Dua petugas tidak ingin membuat kesalahan karena salah memilih.
"Apa nona mau yang ini dengan model Oval cut"
"Atau yang ini nona model vintage"
Princess melihat dua model cincin yang petugas itu tunjukan. "Ano mana yang bagus???"
"Yang Oval cut"
"Mau yang Oval cut saja mbak"
"Baik nona"
"Nak pilih juga yang ini"
"Tapi tante"
"Kamu pilih saja yang menurut mu bagus dan kamu suka"
Princess melihat tiga kotak yang ada dihadapan nya, Princess memilih bentuk satu set berlian yang terlihat sangat mewah.
"Yang ini saja Ano"
"Pilihan nona sangat bagus, ini keluaran terbaru limit edition. Dan hanya ada dua saja"
"Apa???"
"Pasti sangat mahal Ano"
"Yah nona, ini sekitar 50-"
"Sudah selesaikan, jangan buang buang waktu"
Maharani menyela ucapan petugas agar tidak memberi tahu harga nya kepada Princess. Maharani yakin jika Princess tau mungkin dia tidak akan jadi membeli pilihan nya.
Setelah selesai pembayaran, Maharani memberi Princess gaun yang sangat elegan. Princess menerima nya.
Princess naik ke lantai tiga dengan Van yang masih setia mengikuti kemana pun Princess pergi.
__ADS_1