
Semua keluarga duduk di kursi meja makan, tripel dan Van menunduk menatap piring mereka yang masih kosong, sedangkan Yuda sudah di beri makan malam oleh Princess, Princess juga sudah mengambil makanan untuk makan malam.
"Mi, piring kami masih kosong" Ella menatap Mami nya yang kini sudah mulai memakan makanan yang ada di piring nya.
"Apa saya punya anak??" Princess benar benar marah kepada tripel, dia kembali melanjutkan makan.
"Mi, Papi lapar" Kini Van yang merengek kepada Princess.
"Apa saya punya suami???" Princess mengulang kembali kata kata nya, bedanya kalau tadi anak sekarang suami.
"Maaf Mi" tripel dan Van meminta Maaf secara kompak dengan menunduk merasa bersalah kepada Princess.
"Untuk apa??" Princess malah membuat mereka semakin merasa bersalah kalau mengingat kata kata Mami nya dari sore.
"Karena kami salah Mi" lagi lagi mereka kompak menyahut.
"Salah dalam hal apa??" Princess pura pura tidak tau, dia hanya tidak mau sampai membahayakan diri mereka sendiri.
"Membuat Mami khawatir" tripel menyahut sedangkan Van hanya menatap Princess yang ada di sebelah kiri nya.
"Lihat Ayah mereka bertiga selalu membuat Princess kesal, marah, khawatir, dosa apa selama ini aku ayah sampai punya putra putri yang melupakan nya setelah dewasa" Princess mengadu kepada sang ayah dengan wajah yang di buat sangat sedih.
"Kalian jangan mengulangi lagi yah nak!! Mami kalian hanya khawatir dengan anak anak nya" Yuda menasehati tripel yang kini sedang menunduk.
"Iyah Kek"
"Sudah nak kamu jangan marah sama mereka, mereka masih anak anak" Yuda juga menasehati Princess.
"Iyah Ayah, Princess hanya sedih sudah tidak di ingat setelah mereka dewasa"
Yuda menatap Princess dengan sendu dia mengingat di mana di membuat Princess harus berada di rumah sakit, sebagai Ayah dia tidak becus menjaga putri satu satu nya.
Akhirnya Princess mengambil kan makan untuk anak anak nya setelah itu Princess mengambilkan untuk Van yang ada di samping nya. Mereka makan malam tanpa ada nya obrolan hanya dentingan garpu dengan sendok yang terdengar.
Setelah makan malam mereka meninggalkan meja makan kembali ke kamar mereka masing masing berbeda dengan Yuda yang ada di depan Mansion mecari udara segar dan juga mengajak ngobrol anak buah Van.
__ADS_1
Terkadang mereka bermain catur bersama, Yuda yang sangat jago bermain catur selalu mengalahkan anak buah Van yang dia ajak bermain. "Kek, kenapa selalu saja anda yang menang??" Bram menatap Yuda dengan kesal karena sedari main dia kalah terus sampai permainan ketiga.
"Hahaha, anak muda kamu harus banyak belajar lagi!! Main kamu terang terangan ingin curang, itu lah kamu harus merasakan kekalahan di kecurangan mu" Yuda dan Anak buah Van muda akrab karena Yuda tidak membeda bedakan dirinya dengan mereka.
Yuda dulu perna susa, tapi dia di beri kehidupan mewah oleh menantu nya. Kalau bukan dari menantu nya mungkin saat ini dia masih kerja di pabrik sebagai buru pabrik.
"Bagaimana bisa kakek tau kalau aku main curang??" Bram sangat heran pasalnya saa dia bermain dengan teman taman nya enggak perna satu kali saja teman teman nya tau kalau di curang.
"Haha, Kakek hanya menebak saja"
"Mana mungkin kakek hanya menebak"
"Lalu??"
"Pasti kakek tau dan enggak mau mengakui"
Saat Yuda dan Bram tengah asik membahas permainan Bram yang curang mereka mendengar suara yang dingin dan tegas berada di belakang Yuda. "Kakek, Ayo masuk sudah sangat malam" Lirih Ella yang datang menghampiri Yuda.
"Cucu kakek yang cantik!! Kenapa belum tidur nak??" Yuda menarik pelan agar dia duduk di kursi tunggal yang ada di samping nya.
"Kenapa cucu kakek yang cantik ini tidak bisa tidur??"
"Merindukan kak Yoga"
"Hahahaha.. Sudah sudah ayo masuk kakek akan minta kepada Mami kamu untuk menemani cucu kakek yang cantik ini"
Ella dan Yuda masuk ke dalam Mansion sedangkan Bram mengajak teman teman nya bermain di teras Mansion.
Yuda dengan Ella masuk kedalam lift mereka berdua akan ke kamar Princess untuk meminta Princess menemani Ella tidur.
Yuda dan Ella keluar dari dalam lift mereka berjalan kearah kamar Princess dengan Van, tapi sayang Van tidak dapat masuk ke dalam kamar nya karena menerima hukuman dari Princess.
Tok tok tok..
Princess yang baru keluar walk in closet mendengar ketukan pintu, Princess berjalan mendekat kearah pintu kamar. Princess membuka dengan was was karena sedari Van sudah bolak balik mengetuk pintu.
__ADS_1
"An-o.."
"Ini Ella buan Papi, Mi"
"Kenapa??" ketus Princess
"Ella enggak bisa bubuk Mi, ingin di temani"
"yah sudah sana ke kamar kamu" Princess berjalan terlebih dalu dengan menggandeng Yuda, Princess mengantarkan Yuda ke kamar nya terlebih dahulu sebelum akan menemani Ella tidur.
Setelah mengantar Yuda, Princess mendekat kearah Ella yang masih menunggu di depan kamar nya, Ella menatap Princess dengan mata yang sudah sayu.
"Ayo Mami temani kamu tidur nak"
"Iyah Mi"
Princess menggandeng berjalan kearah kamar Ella yang, mereka masuk kedalam kamar Ella yang nuansa Merah warna kesukaan nya. Princess dan Ella berjalan mendekat kearah ranjang Ella.
"Tidur lah nak, besok di rumah saja jangan ke kampus dulu"
"Iyah Mi"
Mereka berdua berbaring di atas ranjang dengan Ella yang memunggungi Princess sedangkan Princess menepuk pantat Ella layaknya anak kecil. Tidak lama Princess dan Ella masuk ke dalam mimpi karena sama sama capek.
Princess capek karena memikirkan anak anak nya yang tidak mengabari nya dengan Van tentang perang besar yang mereka lakukan. Apalagi mereka berniat untuk melecehkan Ella.
Sedangkan Ella capek harus bertarung dengan banyak musuh yang sangat banyak, tenaganya seharian terkuras habis oleh anak buah Bobby.
Sedangkan Van yang ada di ruang rahasia tidak melihat keberadaan istrinya di kamar, bukan itu saja Van juga sulit memejamkan mata nya saat tidak ada Princess di sisi nya, hidup puluhan tahun dengan Princess membuat Van sangat tergantung kepada Princess istrinya.
"Kemana perginya Princess??" Lirih Van yang melihat layar lebar yang ada di depan nya.
Van mencoba mencari nya di depan kamar, mungkin saja Princess pergi keluar kamar. Dan benar saja dugaan Van kalau Princess di culik oleh Ella, Ella membawa Mami nya masuk kedalam kamar nya.
"Kan benar Istri cantik aku di culik putrinya" Lirih Van yang terus menatap pergerakan Princess yang masuk kedalam kamar Ella.
__ADS_1
Van berbaring di atas ranjang king size nya dengan menatap layar yang ada di depan nya, entah apa yang Van pikirkan sampai terus menatap layar yang menampilkan pergerakan sang istri yang terus di ulang ulang oleh Van.