Rainy Couple

Rainy Couple
Julia Natanoto


__ADS_3

Kata orang, hati-hatilah jika kita memikirkan seseorang. Salah-salah, yang kita pikirkan itu bisa menjadi kenyataan. Di dunia ini, sebetulnya apa saja bisa terjadi. Bukan tak mungkin di saat kita memikirkan seseorang, entah kapan, cepat atau lambat yang bersangkutan akan menampakkan diri di hadapan kita.


Matias terpingkal sendiri saat mengingat kejadian semalam di 7-eleven. Aneh sekali. Masa bisa kebetulan begitu? Di dalam 7-eleven tersebut, Matias berjumpa kembali dengan Julia.


Aneh. Kok bisa? Dan, lagipula kenapa harus berjumpa lagi? Maksudnya apa? Matias takut harus mengalami nasib yang tak menyenangkan. Hubungannya dengan Kezia belum menemukan kejelasan. Thalia masih saja dingin. Lalu, muncul Nabilah dan Matias terbawa suasana untuk CLBK. Sekarang, masa Matias harus berjumpa cinta lamanya yang lain, yang hanya karena memikirkannya di siang bolong? Tuhan, aing udah nggak tahan lagi, keluh Matias.


"Excuse me," Punggung Matias sekonyong-konyong dicolek dari arah belakang. Matias yang tadinya tengah menyeduh kopi, seketika itu langsung menoleh.


Telah berdiri seorang perempuan berambut pendek sebahu, yang mana rambutnya itu dicat coklat keemasan. Bukan warna emas juga. Lebih mirip dengan warna coklat ala mebel.

__ADS_1


Matias menghela napas saat tengah memikirkan ulang kejadian aneh yang menimpanya kemarin. Terkadang Matias menyesap Japanese Drip Coffee yang ia buat sendiri (untungnya Matias masih ingat pelajaran membuat kopi dari temannya yang seorang barista). Ia lalu nyengir sendiri.


"Indonesian?" tanya perempuan berambut coklat yang tak alami tersebut.


Matias hanya mengangguk, lalu ia menyesap kopi dinginnya tersebut.


Perempuan itu beringsut ke arah Matias. Dia mencondongkan badan ke arah Matias. Bisik-bisik ia menyampaikan sesuatu, "Ini Matias, kan? Yang dulu anak Santo Fransiscus?"


Si perempuan tertawa terbahak-bahak. "Kamu masih aja kayak dulu, yah, Matias."

__ADS_1


Matias mengernyitkan dahi. Ini siapa? Kenapa ada perempuan asing--yang lumayan cantik--yang sok kenal dengan dirinya?


"Ini aku, Julia. Masih inget, nggak? Kakak kelas kamu dulu? Atau, kamu mungkin bakal langsung inget kalo aku sebutin nama lengkapku. Nama lengkapku itu Julia Natanoto. Inget?"


Julia? Julia Natanoto? Matias memutar bola mata. Sepertinya Matias mulai tahu siapakah perempuan cantik dengan rambut dicat kecoklatan ini. Seketika itu juga kepala Matias langsung terbayang satu wajah paling manis yang pernah menyapanya di masa lalunya tersebut. Gadis kecil itu.


Gadis manis yang sangat energik sekali. Dia selalu tersenyum. Matias selalu menyukai senyuman si gadis yang hobi mengenakan bandana tersebut. Gadis itu kakak kelasnya, yang setiap Matias tengah senewen sepulang sekolah, gadis tersebut selalu menyemangatinya dengan beragam cara. Gadis itu pula yang sering mengajari Matias pelajaran sekolah yang Matias belum mengerti. Gadis itu juga yang menyemangati Matias saat Matias mau tak mau ikut perkemahan pramuka (padahal Matias lebih suka rebahan di dalam kamar sambil bermain playstation).


"Kak Julia?" Jari telunjuk serta merta berada di depan wajah Julia. Matias girang sekali seolah-olah dirinya habis menemukan emas saja.

__ADS_1


Julia tertawa. "Haha. Oh iya, kamu gimana kabar? Dan, lagi apa di Tokyo? Kamu kuliah di sini?"


__ADS_2