Rainy Couple

Rainy Couple
Pacar Pura-Pura Episode Kedua


__ADS_3

Di Distrik Akihabara, Tokyo,


Nabilah tengah berjalan-jalan bersama Matias di salah satu distrik yang paling ramai di Tokyo. Ke mana mata kita memandang, yang ada di pandangan mata kita, sudah pasti kita akan menemukan banyak toko mainan. Inilah surga untuk mereka yang disebut sebagai otaku.


Tapi tampaknya distrik ini tengah ramai sekali. Ini lebih ramai daripada hari-hari biasanya. Apalagi hari ini juga hari sabtu. Akhir pekan, bukan?


Nabilah terkekeh-kekeh.


Matias bingung, namun sedikit nyengir. Spontan saja laki-laki itu balas tertawa. "Haha... kenapa sih, Nab?"


Nabilah menggeleng. "Nggak apa-apa. Gue cuman mendadak keinget masa lalu aja. Oh iya, Yas, dulu lu sering kan ke distrik ini?"


"Gak sering. Cuman pas libur sekolah aja."


"Sampe ke theater?"


Matias terkekeh-kekeh. Dirinya paham dengan apa yang dimaksud dengan kata 'theater' tersebut. Pastilah AKB48 Theater.


"Ngaku aja, deh. Gue tahu tabiat lu, Yas. Cowok pemuja perempuan cantik kayak lu itu pasti sering banget dateng ke sana."


"Apaan sih lu, Nab? Gak sering-sering juga kali. Lagian tiketnya juga mahal."

__ADS_1


"Tapi pernah, kan?"


"Pernah. Tapi itu juga diajakin temen. Bukan inisiatif gue sendiri."


Nabilah tertawa makin lebar. "Nah loh, ketahuan kan lu."


"Apaan sih? Gak jelas lu ah. SKJ lu, Nab!"


Nabilah hanya terkekeh-kekeh. Yang tadi itu hanyalah untuk mencairkan suasana. Sebab, sudah hampir dua jam, baik Nabilah dan Matias lebih sering diam-diaman. Mereka hanya mengobrol seperlunya. Seperti Nabilah merespon saat Matias bertanya apakah kostum maid yang terpajang di salah satu toko itu imut atau tidak.


Kelihatannya Nabilah masih terngiang-ngiang dengan kejadian yang menimpanya saat dirinya masih di Indonesia. Tinjuan Kezia itu, Nabilah yang harus diopname,..... ya Tuhan, kenapa move on itu berat? Kenapa Matias mendadak menyusul dirinya ke Tokyo--walau hanya untuk sementara? Nabilah takut keterusan, yang sama seperti Matias.



YuYu - Kimi to Zutto


"...Arigatou


kagayaku hoshi no yo ni


Eien ni soba ni iru kara..."

__ADS_1


"Eh, Nab,"


Matias menunjuk ke arah seorang pengamen yang mengenakan pengikat rambut ala ninja di animasi "Naruto". Rambut si pengamen dicat kuning, yang mungkin menyerupai Naruto. Karena, jujur saja, pakaian si pengamen memang seperti Naruto. Dan, sembari mengenakan kostum Naruto, dia memperlihatkan keterampilannya bermain biola.


"Lucu, yah, pengamen itu? Kita ke sana, Nab. Ayo!" satu Matias begitu antusias. "Gue pengin denger lebih deket. Kawaii gitu."


Nabilah tertawa melihat tingkah laku Matias tersebut. Ya ampun, tetap saja Matias tak berubah. Sudah hampir paruh baya, masih saja lelaki itu menunjukan sikap yang kekanak-kenalan seperti itu. Teman SMP-Nya itu memang kadang suka bersikap norak. Bikin malu saja.


"Ini lagu apa, yah?" tanya Matias yang memandangi Nabilah dengan ekspresi bingung.


Nabilah nyengir. "Kimi to Zutto, yang nyanyiin YuYu. Ini kan salah satu soundtrack di Detektive Conan."


Mendadak salah satu pengunjung mendekati Nabilah dan Matias. Seorang perempuan dengan rambut berkuncir kuda. Matias serasa mengenali perempuan itu. Perempuan ini seperti teman sekelas Kezia di SMA Tarakanita.


"Indoneshiya kara desuka?" tanya perempuan itu yang masih dalam bahasa Jepang. Perempuan itu mungkin takut salah orang. Kadang orang Indonesia itu bisa semirip orang Jepang. "Dari Indonesia, kan?"


Spontan Matias dan Nabilah mengangguk. Matias yang membalas. Biar terlihat keren, mulanya Matias membalas dalam bahasa Jepang, "Hai, nande, nande? Kenapa yah?"


"Matias kan ini? Yang dulu pacaran sama Kezia? Masih inget gue? Gue Raysa, teman Kezia."


Aduh, bahkan hingga di Jepang pun, nama Kezia masih tetap menghantui Nabilah. Nabilah menghela napas pendek.

__ADS_1


__ADS_2