
Kezia panik sejadi-jadinya. Bagaimana tidak, si penjaga Gading Media ini bilang Kezia harus membayar beberapa buku. Seingat Kezia, dia tak merasa pernah memesan buku-buku tersebut.
"Mungkin Abang salah orang. Aku beneren gak mesen buku-buku ini." ujar Kezia berkeringat dingin.
"Nama kamu Kezia Celine Kaunang, kan?" tanya laki-laki yang mengenakan topi bertuliskan "Hunter of Little Girls". Dia menunjukan bon dengan atas nama Kezia Celine Kaunang.
Kezia mengangguk. "Itu memang nama lengkap aku. Tapi aku beneren gak pernah pesan buku-buku ini. Temanya horor lagian. Aku dari dulu gak gitu cerita horor."
"Kamu jangan ngerjain saya. Ini siapa yang bayarin? Atau kamu ikut saya aja ke kantor polisi kalau kamu masih gak mau bayar? Rugi saya. Saya bisa dimarahin bos saya."
Kezia agak mundur beberapa langkah. Sekarang dia sudah berada di dekat pintu masuk. Tinggal buka pintu, kabur deh. Tapi, si penjaga Gading Media ini lebih gesit. Tangannya langsung menangkap tangan Kezia. Kezia jadi merinding. Perempuan itu sedikit menangis. Aduh, bagaimana ini?
"Udahlah, kita selesaikan di kantor polisi aja," kata si penjaga dengan mata melotot.
"Kok gitu? Aku gak salah apa-apa. Emang beneren bukan aku yang pesan." bela Kezia seraya berusaha melepaskan diri dari cengkeraman si penjaga yang juga merangkap sebagai kasir.
"Udah, ikut aja," Si penjaga menyeret paksa Kezia untuk mengikuti dirinya.
Mau tak mau Kezia pasrah sepasrah-pasrahnya. Dia tertunduk sembari memohon kepada Tuhan dan kedua orangtuanya. Mom, Dad, Kezia takut, I'm scary.
Pintu terbuka.
Kahitna - Lebih dari Sekedar Cantik
__ADS_1
Matamu yang indah bagai bulan sabit
Getarkan hatiku yang menantikan balasan
Adakah mungkin kau memilihku
Kalau ada satu kesempatan
Kan ku jadikan kau kekasihku
Kalau ada satu kemungkinan
Kan ku pastikan kau kekasih
Jantungku seakan berhenti
saat kau memandangku
lalu aku cukup tahu diri dan meragu
Adakah mungkin kau memilihku
Kau lebih, kau lebih
__ADS_1
Lebih dari, dari sekedar cantik
Kau lebih, kau lebih
Lebih dari, dari sekedar cantik
Tuhan izinkan aku
dekatkan diri dan hatinya padaku
Sekarang Kezia jadi bingung. Ini maksudnya apa? Laki-laki berseragam putih biru ini kalau tak salah satu bagian dari tim futsal SMP Mandala saat SMP itu tengah menghadiri turnamen olahraga antar sekolah yang diadakan menjelang Valentine's Day kemarin. Laki-laki itu memegang gitar, dan menyanyikan lagu Kahitna yang berjudul "Lebih dari Sekedar Cantik".
Dari bingung jadi cekikikan sendiri. Merdu juga suara si laki-laki. Permainan gitarnya juga lumayan apik. Apakah Kezia bakal ditembak? Eh sebentar, Kezia sekonyong-konyong memutar bola mata. Hari ini April Mop, kan. Apa jaminannya bahwa Kezia tidak tengah dijahili? Kezia sesekali melihat ke arah sekitarnya. Mungkin saja ada beberapa kamera tersembunyi.
Si penjaga itu cengar-cengir alih-alih mau meledak tawanya. "Sori ya, saya ngerjain kamu. Buku-buku itu udah dibayarin sama cowok SMP bau kencur ini, dan itu emang buat kamu."
Laki-laki SMP itu menyela saat si penjaga itu mengucapkan kata 'bau kencur'. "Yeee... sialan lo, Bang..."
"Sori deh sori, Yas," ujar si penjaga yang kelak Kezia tahu bahwa si penjaga sudah berkuliah dan merupakan abang dari temannya Matias yang bernama Hendy. "Jadi gimana? Dia nunggu jawaban kamu, tuh."
Jantung Kezia berdebar-debar. Ini kali pertama Kezia ditembak. Sebelumnya Kezia belum pernah memiliki pengalaman berpacaran apalagi di-pedekatein atau ditembak laki-laki. Romantis sih cara laki-laki SMP ini. Suaranya juga merdu. Dan, jujur Kezia sudah memendam rasa ke laki-laki SMP itu sejak turnamen olahraga tersebut.
Laki-laki itu beringsut lebih dekat. Dia menyerahkan gitar berwarna coklat muda itu Kezia. "Kak, sejak pertama melihat Kakak, aku udah jatuh hati sama Kak Kezia. Aku udah lama stalking-in Kak Kezia. Kakak mau gak jadi cewek aku? Kalau Kakak gak mau, banting aja gitar aku, aku ikhlas seikhlas-ikhlasnya."
__ADS_1