Rainy Couple

Rainy Couple
Nasehat dari Ivy


__ADS_3

Di Pan Lova,


Citra Scholastika - Everybody Knew


Everybody knew you're a liar


Everybody knew you're a player


Everybody knew you're never


Serious risk your love again


And I tell you once again


Baby


Lagu yang dahulu pernah dipopulerkan oleh Citra Scholastika itu langsung memecah suasana. Tak hanya suasananya yang menjadi pecah. Lagu itu juga memecahkan konsentrasi, khususnya konsentrasi seseorang.


Kezia mengalihkan pandangannya sejenak dari banyaknya berkas yang berada di atas meja kerjanya. Pandangannya teralihkan kepada meja di seberang meja kerjanya. Ke meja Meja. Mega hanya cengar-cengir penuh arti. Kezia sepertinya tahu apa arti cengiran Mega tersebut.


"Sori, Mbak Kezia," Mega mengangguk pelan. "Dengerin lagu bentar buat ngilangin penat. Pusing, Mbak, mata saya lihat angka mulu."


Kezia hanya berdeham. Pandangan Kezia teralih lagi kepada berkas-berkas itu lagi. Kezia tengah disibukan dengan upaya Beby untuk membuka cabang baru di tempat lain. Sepertinya Beby memang sangat berniat dengan niatnya untuk ekspansi.


Entah apa pula maksud Mega. Sekarang rekan kerja Kezia itu malah menyanyikan lagu itu. Sengaja atau memang terbawa suasana lagu, sih? Kezia jadi senewen berat.


"Ketika kulihat kau bersama dia / Tak ada lagi hasrat dalam hidupku / Kepada dirimu yang dulu tercinta / Tak ada lagi kenangan, takkan lagi harapan."


Duk-duk-duk.


Apakah Kezia sengaja? Pulpen dan aneka macam alat tulis yang berada di atas meja itu sekonyong-konyong terjatuh. Pandangan Mega dan lainnya langsung ke arah Kezia. Kezia panik sepanik-paniknya. Ia tergesa-gesa memungut barang-barangnya yang terjatuh. Ivy yang duduk di sebelahnya itu turut membantu.


"Makasih, Vy," desis Kezia tersenyum.


"Yang sabar, yah, Key," ucap Ivy yang balas tersenyum.


Ivy sepertinya tahu kenapa Kezia mendadak salah tingkah. Juga, Ivy sepertinya tahu kenapa Mega seperti itu. Itu maklum saja. Isu tentang Matias yang meniduri perempuan lain itu telah sampai ke Pan Lova juga. Rekan-rekan sekerja Kezia sudah tahu. Dasar Beby, si biang gosip. Kenapa kebiasaan berghibahnya itu tidak diubah saja?

__ADS_1


Begitu selesai membereskan barang-barangnya yang terjatuh, Kezia tergesa-gesa bergegas menuju toilet. Ia meminta ijin untuk ke toilet. Beberapa saat setelahnya, Ivy ikut menyusul Kezia ke toilet.


Lima menit kemudian,


Di dalam toilet,


Ternyata Kezia tak berniat untuk buang air. Ia hanya pura-pura masuk ke dalam bilik. Di dalam Kezia, Kezia malah membereskan make up-nya. Apalagi Kezia tahu Ivy mengikutinya. Tak enak, kan, jika Ivy masuk ke toilet dan mendapati Kezia tidak sedang buang air.


Memang benar dugaan Kezia. Ivy memang mengikuti Kezia ke dalam toilet. Ada suara di bilik sebelah Kezia. Pasti Ivy. Sebab, Kezia sempat melihat sekilas ke belakang Ivy mengikutinya.


Dua-tiga menit kemudian Kezia keluar dari bilik. Ia menuju ke washtafel untuk berpura-pura tengah ber-make up. Padahal ia sudah merapikan make up-nya. Di saat seperti itulah, Ivy keluar dari bilik. Ivy tersenyum, Kezia balas tersenyum.


"Key," ujar Ivy. Ivy melihat ke sekelilingnya. Ternyata hanya ada Ivy dan Kezia di dalam toilet. Selain CCTV, sepertinya cukup aman untuk membicarakan temuan Ivy dua hari yang lalu.


"Yah, Vy," balas Kezia.


"Gue mau nanya,"


"Tanya apa?"


"Soal lu sama Matias gimana?"


"Mungkin Matias emang beneren cinta sama lu."


"Maksudnya?"


"Ada alasannya dia kayak gitu. Kayak isu yang lu denger itu. Lu gak ada niat apa nyelidikin cerita aslinya kayak gimana? Lu kan cuman tau dia nidurin cewek tanpa tahu kenapa bisa gitu."


Kezia tersentak. Ivy benar. Kezia baru menyadari kekeliruannya. Tapi, tetap saja Kezia masih kesal kenapa ia tak diberitahukan saat Matias hendak ke Jepang. Eh, sebentar. Yah, sudahlah. Bukankah Matias sudah minta maaf? Kejadian saat di Dunkin Donut itu juga mungkin tidak seperti yang Kezia bayangkan.


"Key, gue tahu lu masih cinta sama Matias. Sebelum Nabilah dateng, lu bahkan terus menerus curhat sama gue. Belum lagi, gue masih inget kejadian lu ninju Nabilah itu. Jangan takabur, Key."


"Iya, Vy." Hanya itu jawab Kezia.


"Betewe, sabtu kemarin gue nggak sengaja ketemu Matias sama Nabilah. Di Rainbow Caffee."


"Hah? Serius?" Kezia terbelalak. Bukan Kezia tak percaya. Karena Kezia tahu Ivy itu sangat bisa ia percayai.

__ADS_1


Ivy mengangguk. "Yang gue denger, Matias cuman ngobrol biasa aja sama Nabilah. Kayaknya cuman sebatas antara temen aja. Dan, mereka berdua ada ngomongin lu. Tapi, bukannya ngomongin yang negatif, yah. Yang gue denger juga, Matias segitu pengen dan berharap banget hubungan dia sama lu, Key. Dia nggak pengen putus."


"Gitu, yah, Vy." Lagi-lagi Kezia hanya membalas pendek.


Ivy mengangguk lagi. "Ajak ngobrol lagi aja Matias. Bukannya lu sama dia biasanya gitu? Ada apa-apa diomongin. Gitu, kan?"


Kezia hanya tersenyum. Ia malu sendiri disindir oleh Ivy.


"Pasti ada alasannya Matias nidurin cewek. Dan, yang gue denger, Matias juga nggak ngarepin kejadian itu."


"Lu nggak ngarang-ngarang cerita, kan?'


Ivy menggeleng. "Yah, nggak, lah."


"Gue percaya sebetulnya sama lu, sih. Ketimbang Beby, lu lebih bisa gue percaya."


"Hehe..."


"Yah, makasih deh udah disampein."


"Pikirin dulu aja kata-kata gue. Dan, yang gue ceritain itu emang kejadian sebenarnya. Kemarin sabtu, gue emang beneren gak sengaja ketemu Matias."


"Iya, gue percaya. Makasih, yah."


Selanjutnya, Ivy meninggalkan Kezia sendirian di dalam toilet. Kezia tak terburu-buru untuk kembali ke ruang kerjanya. Kepala Kezia sekonyong-konyong tertunduk. Tak sengaja air mata malah menetes dari kedua pelupuk mata Kezia. Bayangan wajah Matias muncul untuk menghiasi otak Kezia. Kezia sontak teringat kejadian saat 31 Desember 2013 yang lalu. Matias yang datang menghampiri Kezia yang tengah kesepian. Kezia jadi tertawa karena membayangkannya.


Drrrttt!!!!


Ponsel Kezia bergetar. Ada pesan masuk. Dari Matias, ternyata. Cukup panjang isi pesannya. Intinya, Matias hanya menjelaskan kejadian Matias meniduri perempuan tersebut. Matias juga meminta maaf atas kepergian Matias ke Jepang yang tidak bilang-bilang.Tak lupa, Matias menjelaskan tentang kejadian di Dunkin Donut tersebut. Bukan ciuman, namun Matias spontan saja membersihkan sesuatu dari wajah Shanelle. Tentang Shanelle, Matias berkata bahwa Shanelle itu teman SD-nya. Matias tidak memiliki perasaan apa-apa ke Shanelle. Dan, Kezia membaca seluruh pesan itu dengan baik-baik.


Pesan terakhir dari Matias:


I love you so much. Still and still, and forever. I don't want to lose you, Kezia Celine Kaunang! 😚


***


Terima kasih yang sudah mengikuti RAINY COUPLE hingga sejauh ini! Jangan lupa like, vote, dan share-nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.

__ADS_1


Anyway, bersiaplah untuk ending "RAINY COUPLE"! 😄


__ADS_2