
Tahun 2010,
Five Minutes - Aisah
Aisah telah pergi
Pergi meninggalkanku
Mungkin suatu hari nanti
Kau 'kan datang untukku
Kapankah kau kembali
Kembali 'tuk diriku lagi
Mungkin setahun lagi
Atau kau takkan kembali 'tuk diriku lagi
Alangkah kagetnya Matias mendengarkan lagu tersebut. Dia cengar-cengir sendiri yang persis di dekat operator DeBagasNet. Si operator yang berambut gimbal ala Bob Marley nyengir balik.
"Kenapa, Dek?" tanya si operator terkekeh-kekeh. "Abis pisah sama ceweknya? Be-te-we, pernah pacaran, kan?"
Matias hanya nyengir, tanpa menjawab. "Masih ada yang kosong kan, Bang?"
"Komputer nomor dua puluh, yang di kamar sebelah," jawab si operator sambil menunjuk ke arah ruang kosong di belakangnya."Sabar Dek, putus cinta untuk seusia Adek, itu hal biasa. Lihat Abang, dua hari lalu putus, nyante-nyante bae, ngerokok aja Abang, terus cari cewek lain."
__ADS_1
Matias tak bisa mengontrol diri lagi untuk tertawa. "Haha... apaan sih, Bang? Siapa juga yang lagi putus? Gue sama pacar gue baik-baik aja."
Pacar di sini maksudnya Kezia, gadis SMA yang akhirnya telah jatuh ke pelukan serang remaja SMP yang masih ingusan, yang bernama Matias.
Si operator berambut gondrong ikut tertawa juga. Beberapa pengunjung warnet jadi ikut memperhatikan. Anak SD yang tengah asyik bermain Point Blank di dekat meja operator pun ikut mengomentari, "Cewek emang resek, yah, Bang?"
"Eh, lu, Tong, kayak ngerti aja. Masih kelas empat juga, tahu apa lu, Tong, soal cinta-cintaan?" ledek si operator.
Matias nyengir saja.
"Kalo Abang lu yang ini," Si Operator menunjuk ke arah Matias. "yah, gapapa, ngomongin cinta. Udah SMP ini dia. Udah ABG."
Matias terus mendengarkan obrolan si operator berambut gimbal dengan anak kecil kelas 4 SD. Dia berjalan menuju ruang kosong yang ditunjuk oleh si operator, komputer nomor dua puluh. Iseng Matias mengedarkan pandangan ke seluruh isi warnet. Tumben ramai, padahal bukan hari sabtu dan minggu. Masih jam dua siang juga.
Sebelum masuk ke bilik nomor dua puluh, Matias tak langsung menghidupkan komputer. Sekonyong-konyong pikirannya terbawa ke masa lalu. Satu nama muncul di pikirannya: Nabilah. Walau sudah ada Kezia, dalam sisi lain dari hati Matias, masih tersimpan nama Nabilah Angela Siregar, teman sekelasnya yang berkulit putih dan berwajah ala gadis Timur Tengah.
Nabilah, kamu kayaknya masih di Jepang, yah? Jujur, aku kangen sama kamu, Nab. Kangen kita bisa main PS bareng. Yang kita asyik main game Harvest Moon yang jadi favorit kamu. Atau, main PB bareng di komputer yang ada di rumah aku. Yang kalau lagi ada masalah di jaringan internet, kita langsung lari ke warnet ini. Warnet ini tempat yang suka kita berdua datengin bareng, Nab. Nab, kamu lagi ngapain sekarang. I miss you.
Air mata mulai mengalir dan membasahi pipi Matias. Untungnya beberapa orang di ruang itu asyik sendiri dengan komputer, sehingga tak sadar Matias terpekur dengan kemelankolisannya. Matias langsung menghidupkan komputernya. Beberapa menit kemudian, dia mengetikan kode yang diberikan oleh si operator. Dirinya mengambil paket empat jam. Hari jumat ini dia memutuskan untuk semalaman di warnet. Toh, besok sekolahnya libur.
Lagu itu kembali diputar. "Aisah" yang dipopulerkan oleh band Five Minutes.
Aisah kau pergi ke kota
Tinggalkan aku yang sendirian
Aisah kau berjanji pulang
__ADS_1
Menemuiku yang kesepian
Aku disini terus menanti
Aisah telah pergi
Pergi meninggalkanku
Mungkin suatu hari nanti
Kau 'kan datang untukku
Kapankah kau kembali
Kembali 'tuk diriku lagi
Mungkin setahun lagi
Atau kau takkan kembali 'tuk diriku lagi
Aisah masihkah dirimu
Mencintai diriku saat kau jauh
Aisah kau berjanji pulang
Menemuiku yang kesepian
Aku disini terus menanti
__ADS_1