
Di kamar Nabilah,
Nabilah dengan sibuk merapikan baju-bajunya. Rabu depan dia akan berangkat ke Tokyo. Kali ini dia memutuskan untuk tinggal di Jepang sendirian saja. Keluarga Nabilah masih di Tangerang.
"Nab," ujar Nabit yang berdiri di dekat pintu geser yang merupakan pintu masuk kamar Nabilah.
Nabilah menengok. "Apaan, Bit?"
"Senang banget kayaknya." Nabit nyengir.
Nabilah terpingkal-pingkal. "Jelas. Gue kan mau ke Jepang. Impian gue jadi kenyataan juga. Bisa ke Jepang dengan usaha sendiri dengan pekerjaan yang gue impi-impikan."
Nabit kembali tertawa, yang seraya mendekat kepada adik satu-satunya tersebut. "Rumah bakal sepi kalo gak ada lu, Nab."
"Seriusan? Lu bukannya pengin gue gak ada di sekitar lu?"
"Itu, itu dia, gak seru gak ada yang gue gangguin di rumah."
"Yeee... sialan!" semprot Nabilah. "Udah deh, Bit, minggir lu sana!"
"Haha... tapi apa lu yakin, harus ke Jepang? Dengan wajah secantik lu nih, lu bisa sukses jadi Youtuber. Lu bikin aja channel Youtube, lu pasangin Adsense, gue yakin banyak cowok yang suka nge-like video-video Youtube lu. Ngapain sih jauh-jauh ke Tokyo cuman buat jadi translator? Di Jakarta juga bisa."
"Tokyo sama Jakarta itu beda, Nabit. Tokyo ada lima huruf, Jakarta punya tujuh huruf. Isinya juga beda. Tokyo jauh lebih rapi daripada Jakarta."
"Halah. Sama aja nurut gue. Kalo lagi rush hour, yah macet-macet juga. Dalam kereta juga kita malah jadi kayak ikan sarden."
__ADS_1
"Yah, tetap bedalah. Cowok-cowoknya juga jauh lebih ganteng ketimbang cowok Indonesia."
"Oh, gue ngerti sekarang. Lu pindah ke Jepang cuman buat ngindarin cowok itu, yah?"
******! Isi pikiran Nabilah terbaca oleh Nabit. Nabilah seketika itu juga mendung. Yang tadinya cengar-cengir, perlahan bibir Nabilah tertekuk.
"Ngindar aja sih dari cowok brengsek itu. Toh, rumah kita sama rumah cowok itu gak dekat-dekat amat. Gak usah lu temuin dia. Beres kan. Daripada lu harus capek-capek ke Jepang. Kasihan Mamak kalo lu pergi ke Jepang. Lu itu anak kesayangan dia. Kalo lu ke sana, nanti teman Mamak ngobrol sama masak itu siapa?"
Nabilah jadi sedikit menundukan kepalanya. Air matanya jadi menetes. Dia terisak, "Bit, tinggalin gue bentaran, please,"
💜💜💜💜💜
Di kamar Matias,
Matias dengan menelepon teman SMP-nya yang akhirnya ia berhubungan kembali berkat PUBG. Ternyata Matias baru tahu Darius tergabung dalam tim e-sport juga. Darius tergabung dalam tim Pisang Goreng dengan nick Kyu-Miz.
Sembari mengelus-elus Orenji, Matias berteleponan dengan Darius.
"Haha. Masih aliman juga lu, Bro. Saking alimnya, suka dikerjain anak-anak. Kalo gak salah, pernah ditelanjangin pas jam istirahat kan."
"*** lu ah! Gak usah diingat napa yang jelek-jelek? Madesu banget gue waktu itu."
"Haha. Jadi, lu masih perjaka ato gak, Bro?"
"****! Sialan!"
"Yah, sori deh, Yus. Tapi, indah banget yah jaman-jaman kita masih SMP dulu?!"
__ADS_1
"Di luar yang lu ceritain dan segala kasus gue yang terus menerus dikerjain anak-anak, gue bisa bilang itu semua memang indah. Apalagi pas gue sama lu balapan tamiya, main WE di rental, ato nge-CS di warnet. Beuh, kenikmatan tiada tara!"
Matias mengangguk-anggukan kepalanya. "Iya, lu bener banget."
"Eh, tapi ceritain dong detailnya kenapa lu bisa error gitu? Lu udah punya cewek, tapi punya ide gila buat cari cewek lain demi nyenengin cewek lain. Gimana ceritanya? Kok bisa gitu?"
"Eeee..." Matias tergugu. Ia menundukan kepala dan mengelus-elus rambut Orenji yang masih berada di pangkuannya. "Gimana yah? Yah, gitu deh. Kapan-kapan gue ceritanya yah. Panjang dan rumit."
Di seberang sana, mungkin Darius dengan memasang MP3 dan terputar lagu "Jangan Pergi" yang pernah dipopulerkan oleh girlband bernama Princess.
"...yang aku ingin hanyalah dirimu saja
hanyalah cintamu sayang,
kembalilah kepadaku
jangan kau pergi
tunggulah sebentar saja
kita kan bersama lagi
seperti di saat kita satu..."
Meledaklah tawa Matias. "Buahahaha.... ****, lu suka denger lagu kayak gitu? Astaga, Darius!"
"Y-y-y-yah... kenapa sih? Lagunya enak. Sekali denger, gue langsung joget, hilang masalah gue."
__ADS_1
"Pantesan aja..."
"Apa? Apa pantesan? Mending lu ceritain ke gue detailnya."