Rainy Couple

Rainy Couple
Kena Deh!


__ADS_3

Di tahun 2021,


Matias masih memegangi sebelah pipinya. Inikah yang disebut babak belur? Sebelah kakinya pun masih terpincang-pincang. Pelan-pelan ia menarik kaki celananya hingga mencapai lutut. Dia memandang jijik, kesakitan pula. Lukanya lumayan juga.


"Duh-duh-duh,..." Matias mengerang kesakitan saat dirinya memegangi luka di lutut tersebut. "Gila! Salah gue apa sih?"


"Nih," Akhirnya temannya, Tobias muncul. Tobias menyodorinya sesaset plester yang dikeluarkannya dari dalam kantong plastik. "Tempel pake plester, gih. Biar cepet kering, Bro."


Tobias kemudian segera duduk di bangku yang berada di samping Matias. Ia meraup sebotol minuman berenergi. Dibuka pelan-pelan, ia menyesapnya untuk menghilangkan dahaga. Kalau dipikir, kasihan juga Tobias harus menggotong Matias hingga minimarket terdekat.

__ADS_1


"Pesanan lu udah gue beli. Ntar kalo udah dirawat lukanya, minum tuh Milo lu," ujar Tobias yang seperti seseorang yang kehausan dan akhirnya menemukan oase di tengah padang pasir.


"Thank, To," kata Matias yang masih kewalahan mengatasi luka-luka di beberapa titik di tubuhnya. Bonyok ini namanya. Selain di lutut kiri, Matias mendapatkan luka di siku kanan dan kiri. Jari telunjuknya juga terluka parah. Belum lagi telapak kaki kirinya.


"Apa mau gue temenin ke dokter?" Tobias menawarkan diri. "Lumayan parah, tuh."


"Gak usah. Obati sendiri aja, Bro. Udah biasa, ntar juga sembuh sendiri." Matias memaksakan diri tersenyum. Dirinya masih sibuk mengobati luka-lukanya.


"Sialan lu!" umpat Matias yang masih merintih kesakitan. "Bukannya gue udah pernah cerita kan? Nabilah sendiri yang nyaranin gue."

__ADS_1


"Pacar pura-pura?" Tobias tergelak. "Ada-ada aja. Yang ada jadi malah permainan selingkuh. Yang gue lihat, lu macarin Nabilah beneren. Padahal Kezia udah baik gitu orangnya, eh lu mainin perasaannya. Ckck."


"Gue nggak nyangka bakal kayak gini, Bro. Awal-awalnya gue lihat semuanya fine-fine aja. Kezia juga--gue lihat--dia gak kenapa-napa dengan rencana pacar pura-pura tersebut."


Sontak kedua telinga Tobias berdiri. Dia hampir saja meremukan botol minuman berenergi dengan tangannya. "Mana ada cewek yang mau diduain, *****! Lu gak tahu apa, dia suka curhat ke gue, dia suka jealous tiap lihat lu lagi sama Nabilah. Terus, pake acara cium-ciuman segala. Okelah, foto itu bukan lu yang upload, tapi itu foto asli, kan?"


Ini maksudnya apa? Jadi, selama ini, sahabatnya ini suka mendengarkan curhat pacarnya? Sejak kapan? Kenapa Kezia harus curhat ke Tobias? Kezia memiliki banyak teman perempuan. Kenapa Kezia tidak curhat ke Beby, atau teman-teman perempuannya yang lainnya? Entah kenapa Matias jadi panas sendiri, sehingga lupa akan sakitnya luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.


"Jadi, lu sama Kezia suka saling curhat?" kata Matias dengan sengitnya. Kata-kata Matias itu terasa pedas sekali. Menusuk ke lubuk hati Tobias.

__ADS_1


Namun, sepertinya Tobias tidak merasakan bahwa dirinya tengah ditusuk dengan pedang kata-kata Matias. Dia belum menyadari kekeliruannya tersebut pula. Dengan entengnya, Tobias menyambar, "Gak sengaja juga. Kezia lagi kelihatan sedih pas gue ketemu sama di Alfa. Gue sempetin tanya, ya udah deh, dia curhatin semuanya ke gue. Udah kayak gitu, emang gue yang minta apa?"


__ADS_2