
Dasar Matias. Entah apa yang ada di pikiran Matias, laki-laki itu main menerima saja ajakan Shanelle untuk berjalan-jalan di mal sebentar. Di pikiran Matias, lumayan dirinya bisa hemat ongkos taksi. Lagipula tak enak juga menolak ajakan seorang teman lama yang sudah lama tak bersua.
Kali ini Matias dan Shanelle tengah berada di Dunkin Donut. Shanelle mentraktir Matias donat yang tak sedikit dan segelas Americano. Salah satu karyawan Dunkin Donut memasang lagu Mocca yang berjudul "I Remember".
Shanelle memakan donatnya dengan pisau dan garpu. Sementara, Matias, ya ampun, bikin malu saja. Di tempat sekeren Dunkin Donut, Matias menggunakan tangannya untuk memakan donat coklat dengan krim moka di dalamnya. Saat cairan moka berada di jemarinya, tanpa kenal rasa malu, Matias menjilat-jilati jari-jarinya.
Shanelle tertawa terbahak-bahak. Matias sadar dia tengah ditertawakan. Ia melirik sebentar wajah Shanelle dan hanya nyengir lebar. Sebetulnya Matias rada kikuk, karena begitu diamati oleh Shanelle--yang menurut Matias itu sangat berubah drastis. Menurut Matias, kecantikan Shanelle seperti Dewi Nawang Wulan. Itu, loh, pasangan dari Jaka Tarub.
"Yas,..." ujar Shanelle yang berhenti mengunyah, dan memilih untuk menyesap Thai Tea kepunyaannya sebentar.
"Mmmm..." balas Matias yang masih mengunyah.
__ADS_1
"Gue masih nggak percaya lu udah punya cewek. Kelakuan lu itu loh..." ucap Shanelle yang berusaha menahan tawa. "...cara lu makan donat itu kayak anak kecil. Mendadak gue jadi teringat lu yang dulu itu. Persis sama."
Matias tertawa terkekeh-kekeh.
"Coba, mana foto cewek lu? No pict is hoax."
Secepat kilat Matias langsung mengambil ponsel yang ia taruh di saku celana bahannya. Ia buka folder fotonya dan menunjukan ke Shanelle foto dirinya, Kezia, dan maskot Dufan.
"Udah sejak 2014, gue pacarin cewek yang ada di foto. Namanya Kezia. Dia dulu itu kakak kelas gue. Gue nembak dia pas dia kelas 12, sementara gue masih kelas 9." kata Matias yang kembali asyik mengunyah donat.
"Itu kan dulu. Gue masih bocah. Pas nembak Kezia, beda dong. Lagian Kezia beda-lah sama Kak Julia. Ada sesuatu dari Kezia yang bikin gue nyaman banget."
"Didengar kakak gue, diamuk, baru tahu rasa lu,"
__ADS_1
"Oh iya, pas gue masih di Jepang, gue ketemu sama kakak lu. Dari situlah, makanya gue bisa kenalin lu. Lu dari dulu nggak berubah, Shan. Masih punya lesung pipit. Terus, masih suka pelihara poni." Spontan saja Matias menyibak helai-helai rambut Shanelle yang berada di dahi Shanelle.
"EHEM!"
Matias langsung menoleh ke belakang. O-oh, entah sudah berapa lama Thalia berdiri di belakang Matias. Shanelle hanya termangu-mangu. Mungkin Shanelle berpikir siapa perempuan yang memasang tampang galak ke Matias. Apa jangan ini yang namanya Kezia? Tapi kok wajahnya agak lebih tua daripada yang ada di foto?
"Pacarnya adik aku lagi ngapain ini? Asyik banget belai-belai rambut perempuan lain. Udah gitu, kok nggak ngabarin Kezia udah balik ke Indonesia? Ckckck."
"Kak Thalia..." Matias menelan air liurnya.
"Perempuan ini siapanya kamu?" Thalia menunjuk ke arah Shanelle. "Yah, aku udah duga, sih, dari awal. Kezia aja yang suka susah dibilangin. Aku udah sering ngeduga kamu tuh bukan cowok baik-baik apalagi setia."
"Di-di-dia ini teman SD aku, Kak. Namanya Shanelle. Tadi aku cuman mau bersihin pipinya. Ada meises yang nempel." alibi Matias yang rada gugup.
__ADS_1
*****
Terimakasih yang sudah mengikuti RAINY COUPLE hingga sejauh ini! Jangan lupa like, vote, dan share nya. Jangan lupa juga ide-idenya untuk pengembangan ceritanya. Bagaimanapun Author juga manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan. Hehe.