Rainy Couple

Rainy Couple
Gracia Costa


__ADS_3

Rasa-rasanya Kezia tak sabar untuk segera menghampiri Matias. Tadi pagi Matias tidak ada di rumah saat Kezia mendatangi rumahnya sebelum sampai di Pan Lova. Sore ini, sepulang dari Pan Lova, Kezia berniat mendatangi Matias di sana. Semoga saja Matias ada di Rainbow Caffee.


Baru saja Kezia turun dari lantai tiga, sekonyong-konyong kedua matanya menangkap obyek yang sepertinya dia kenal. Wajah mengotak seperti itu, dengan mata kucing yang cukup indah dilihat, lalu siapa lagi yang memiliki kebiasaan memelihara poni sehingga hampir seperti barcode itu, Kezia jadi mau tertawa.


Bukankah itu Gracia Costa, teman SD-nya dulu yang berasal dari Flores, yang terkenal jago dalam pelajaran hitung-hitungan? Gracia yang dulu lumayan akrab dengan Kezia. Saking akrabnya, mereka sampai dijuluki Duo ZiaCia. Semasa SD dulu, Kezia sering dipanggil Zia. Sementara Gracia dipanggil Cia. Mereka berdua juga sering diminta menyanyi bareng di tiap acara sekolah.


Kezia menghampiri perempuan yang menjadi kasir. Dia mencolek punggung si perempuan. "Eh, maaf, Grace bukan ini?"


Si perempuan membalikan badan. "Kezia, kan? Kezia yang SD-nya di Tarakanita?"


Kezia tersenyum lebar. "Ya ampun, Grace, yang dulu hobi makan mi sampe mangkoknya diangkat dulu?"


"Gak nyangka aku, bisa ketemu kamu di sini. Hebat sekarang kamu, Zia." ujar Gracia nyengir. "Tadinya aku mau nyapa kamu pas hari pertama kerja di sini. Tapi aku takut. Takut salah orang, takut juga karena posisi kamu. Kamu kan bosku di kafe ini. Aku jaga respek jadinya."


"Ya Tuhan, Grace. Biasa aja lagi. Kamu itu sahabat aku. Teman SD aku. Gak usah kaku gitu kali ah." kata Kezia terkekeh sembari memukul pundak Gracia.


Gracia hanya ber-hehe.

__ADS_1


"Grace, kamu gimana kabar? Udah lama gak ketemuan sama anak-anak Tar-Q. Kamu yang pertama, loh."


"Masa sih?"


"Iya, ngapain aku bohong sama kamu?"


"Kamu udah mau pulang, yah?"


Kezia spontan mengangguk. "Iya, aku ada urusan bentar."


"Kita beda sih yah levelnya. Aku cuma kasir, kamu atasan aku. Katanya, kamu juga salah satu yang ngerintis kafe ini, yah?"


"Kamu bisa aja,..."


"Oh iya, kapan kamu ada waktu kosong? Mau nonton gak? Weekend nanti kosong?"


"Aku udah janji sama anak dan suami aku. Rencananya aku sama keluargaku mau jalan-jalan ke Taman Safari."

__ADS_1


"Ya Tuhan, kamu udah berkeluarga?"


Gracia mengangguk. "Iya, baru satu anak. Anakku masih usia tiga tahun. Kamu sendiri gimana? Sama, kan?"


Kezia menggeleng. Mendadak hati Kezia kebas sekali. "Aku belum nikah, Grace."


"Sori, aku kira kamu udah nikah. Tapi calonnya udah ada, kan?"


"Eeeee..." Kezia memutar bola mata. Mendadak kepala Kezia terasa sakit sekali. "Ada, sih. Udah dua tahunan lebih ngejalaninnya."


"Wah, udah lama juga, yah. Kenapa gak buru-buru nikah? Diajakin ngobrol ke arah sana, dong. Eh, tapi maaf yah. Gak ada maksud ikut campur. "


"Iya, gapapa. Aku tahu itu karena kamu pada dasarnya orangnya suka perhatian sama teman-teman kamu." ucap Kezia terkekeh-kekeh. "Maunya aku juga gitu, sih. Tapi ada banyak kendalanya, Grace. Mumet banget."


Rona wajah Gracia berubah. Sesendu Kezia, namun lebih sendu Kezia. "Waduh, kenapa itu? Tapi kayaknya bukan soal uang, yah?! Pacar kamu nggak selingkuh, kan?"


Kezia tergugu. Telak sekali pukulan Gracia di ulu hati Kezia. "Eee... yah gitu deh. Complicated banget, Grace, masalah cinta aku. Tahun lalu seharusnya aku udah nikah sama dia."

__ADS_1


"Tapi mendadak pacar kamu kepergok duain kamu? Yah, aku bisa ngerti, sih. Dulu suami aku kayak gitu juga. Tapi, puji Tuhan, karena aku ingat gimana perjuangan dia buat dapetin aku, ditambah lagi hasil doaku berhari-hari, aku mutusin nggak dengerin suara kiri-kanan aku. Akhirnya aku sama dia saling minta maaf, dan kami nikah. Sekarang udah dikaruniai satu anak."


Andai semudah itu, Grace, ini lebih rumit dari yang kamu bayangin, batin Kezia yang kembali pusing dan bersedih hati.


__ADS_2